Gerakan Vaksinasi Massal Untuk Pengendalian Rabies Di Kabupaten Buleleng
Pelaksanaan gerakan Massal untuk mengatasi perkembangan penyakit Rabies di Bali secara serentak dilakukan mulai tanggal 27 Maret 2012, sedangkan untuk di Kabupaten Buleleng baru dilakukan mulai tanggal 2 April 2012. Untuk mencapai keberhasilan dari pengendalian Rabies untuk masyarakat Bali ada beberapa tips yang harus diikuti yaitu : Jika terjadi gigitan anjing, anak anjing atau oleh kucing, cucilah luka tersebut selama 15 menit dibawah air mengalir dan menggunakan sabun. Pergilah kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksinasi Rabies Awasi anjing, jaga supaya tidak berkeliaran Pastikan bahwa anjing/kucing piaran sudah divaksinasi Rabies Perubahan perilaku binatang sering kali merupakan gejala awal Rabies. Bila ada hal seperti ini segaera laporkan ke petugas. Rabies adalah Penyakit yang dapat menyerang seluruh mamalia dan berakibat fatal. Hingga saat ini belum ada obat untuk Rabies dan vaksinasi harus segera setelah mengalami gigitan. Rabies dapat ditularkan dari anjing ke anjing dan dari anjing ke manusia melalui gigitan. Kucing, kera dan hewan mamalia lainnya juga dapat tertular. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui jilatan jika air liur hewan yang terinfeksi melalui luka terbuka. Menurut Drh. Wayan Susila Kabid Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Buleleng, apabila masyarakat ingin mendapatkan pelayanan dan informasi silakan hubungi ke HOTLINE RABIES 081236134567, hal ini disampaikan ketika memulai acara praktek para peserta pelatihan vaksinasi Rabies yang ada di Desa Kaliasem, sementara itu juga disampaikan bahwa pelatihan pada tim pelaksana vaksinasi Rabies untuk wilayah Kabupaten Buleleng dilaksanakan di Hotel Aneka Lovina. ( I Nyoman Sudrana, Penyuluh Pertanian Madya Distanak Buleleng )