Gerdal Hama Tikus bersama POPT di Kelompok Tani Lurah Kapuak Nagari Aie Angek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung MT tahun 2023
Faktor cuaca yang cendrung hujan terus-menerus disamping kurangnya keberadaan musuh alami di lahan sawah menjadi salah satu faktor pemicu tingginya serangan hama tikus ditingkat lapangan, sehingga membuat para petani menjadi gelisah, karena sulinya pengendalian hama ini ditingkat lapangan. Ledakan populasi tikus adalah bukti nyata bahwa hewan pemangsa tikus telah berada pada posisi langka, contohnya hewan ular dan burung hantu yang makin sulit ditemukan di areal lahan pertanian. Kelangkaan musuh alami (predator) tikus tersebut disebabkan oleh kebiasaan (perilaku) masyarakat kita yang gemar atau iseng membunuh dan memburu ular dan burung hantu tersebut untuk dijadikan peliharaan. Mencermati dampak resiko yang diakibatkan ledakan populasi hama tikus bagi petani, maka perlu adanya upaya pengendalian secara terpadu dan berkesinambungan. Adapun pengendaliannya yaitu meliputi beberapa metode; yaitu metode mekanis meliputi pendekatan kuratif dan antisipasif yaitu meminimalisir berkembangbiaknya hama tikus, maka perlu dilakukan sanitasi lingkungan areal lahan pertanian supaya tidak digunakan sebagai sarang tikus. Sedangkan tindakan kuratif perlu dilakukan gerakan pengendalian (gerdal) massal yaitu dengan gropyokan dan pemasangan perangkap – perangkap. Metode budidaya atau bercocok tanam yaitu dengan melakukan serentak pada suatu hamparan areal pertanian, cara ini bertujuan membatasi dan menghentikan siklus tersedianya sumber makanan yang dibutuhkan oleh hama tikus untuk berkembangbiak. Metode kimiawi yaitu menggunakan fumigasi dan racun pestisida dengan jenis rodentisida, biasanya cara ini terpaksa dilakukan bilamana ledakan populasi hama tikus sudah sangat luar biasa. Metode secara hayati yaitu dengan memanfaatkan musuh alami dengan tujuan menurunkan dan mengendalikan populasi organime pengganggu tanaman (OPT). Musuh alami bisa berupa parasitoid, pathogen, predator dll, terkait hama tikus ini bisa dikendalikan dengan pengembangbiakan predator yaitu ular dan burung hantu (Tyto Alba) pada umumnya. Untuk itu pengendalian hama tikus sawah, BPP bersama dinas pertanian dan POPT mengadakan gerakan pengendalian hama tikus dengan pemasangan tiran di semua lubang-lubang aktif tikus yang ada disekitaran hamparan sawah anggota klp. adapaun teknik pengendalian hama tikus menggunakan tiran adalah : terlebih dahulu memcari keberadaan lobang/sarang tikus disekitaran hamparan sawah (petani wajib membersihkan daerah sekitar lobang dari gulma-gulma yang bisa terbakar karena tiran ini ada sumbu yang akan dibakar), pasang tiran kedalam cerobong yang berbentuk tangkai panjnag pasang korek api lalu sulut api diujung sumbu tiran setelah itu masukkan ujung cerobong tadi kedalam lubang-lubang aktif tikus biarkan sampai beberapa menit sampai apinya padam lalu segera titup lubang aktif agar tikus tidak bisa keluar. teknik pengendalian ini sangat efektif dipraktekkan karena dapat membunuh seluruh tikus mulai dari tikus dewasa sampai dengan tikus kecil(anak tikus) Gerakan Pengendalian hama tikus di Kelompok Tani Lurah Kapuak Nagari Aie Angek Kecamatan Sijunjung diikuti oleh Dinas Pertanian bidang UPTD Laboratorium POPT kabupaten Penyuluh Pertanian WKPP Aie Angek dan anggota kelompok tani pelaksana gerdal. Dengan gerakan pengendalian ini diharapakan petani secara serentak dan bersama-sama memberikan umpan beracun dilahan sehingga populasi tikus dapat diturunkan secara cepat Disusun Oleh : RENI, SP Penyuluh Pertanian Pertama Kab Sijunjung