Loading...

Gropyokan Salah Satu Teknik Pengendalian Hama Tikus

Gropyokan Salah Satu Teknik Pengendalian Hama Tikus
Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan salah satu jenis hama utama yang sering menimbulkan kerugian besar, bahkan dapat menimbulkan gagal panen pada budidaya padi. Perkembang biakannya yang cukup cepat serta kemampuan adaptasi yang cepat menjadikan hama tikus sawah ini sebagai hama yang meresahkan bagi petani, apa lagi ketika populasi tikus sawah cukup banyak. Tapi tenang saja, ada banyak teknik pengendalian tikus sawah, dan salah satunya dengan gropyokan. Seperti yang dilakukan oleh kelompok tani wanoro nugroho Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh ini. Bertempat di hamparan Kelompok Tani Wanoro Nugroho tepat pukul 06.00 WIB, para anggota berkumpul dan melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus (gropyokan) dengan cara membongkar lubang-lubang yang diduga sebagai sarang tikus dan dibunuh secara langsung. Selain membongkar sarang tikus, pengendalian hama tikus juga dilakukan emposan menggunakan racun Alpostran. Menurut Ghufron Ketua Poktan Wanoro Nugroho, kegiatan ini rutin dilakukan menjelang musim tanam karena jika gropyokan ini dilakukan pada saat tanaman padi sudah ditanam ditakutkan akan mengganggu bahkan merusak tanaman padi tersebut. Dengan adanya pengendalian hama tikus ini juga diharapkan akan menekan populasi tikus dimasa tanam mendatang, dengan asumsi terbunuhnya 2 ekor tikus akan menghilangkan 2000 ekor tikus dalam kurun waktu satu tahun kedepan, dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8 – 12 ekor setiap bulan dan umur reproduksi tikus sangat singkat, tikus siap kawin setelah berusia 35 hari dengan masa bunting 21 hari dan akan kawin lagi 2 hari setelah melahirkan, karena itu populasi tikus sangat cepat sekali berkembang, sehingga diharapkan petani/ kelompok tani kompak melakukan pengendalian hama tikus secara rutin. author : aa’ v-Q (p4 di BPP Kec. Singojuruh Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi)