SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pelaksanaan penyuluhan bagi para petani di lapangan. Oleh karena itu para penyuluh harus cerdas, kreatif, ulet, trampil dan peka terhadap apa yang terjadi di lapangan. "Penyuluh itu harus "Ethes" (sigap-red) jika penyuluhnya ethes, maka petaninya juga menjadi "ethes", tandas Bibit Waluyo. Penyuluh harus peka dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan, sehingga tidak menyebar dan merugikan petani. Penyuluh mempunyai tugas pendampingan kepada petani dan pelaku usaha mulai dari persiapan sampai dengan pemasaran hasil pertanian, sehingga petani menjadi semakin sejahtera. Hal itu diungkapkan Gubernur Bibit Waluyo pada Apel Siaga dan Pembinaan Penyuluh, Selasa (5/6), di Gedung sasana widya praja Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, Srondol Semarang. Dari jumlah 35 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 573 kecamatan dan 8.577 desa sebagai penyangga ketahanan pangan di Jawa Tengah, saat ini memiliki Penyuluh PNS sebanyak 3.235 orang, meliputi Pertanian 2.319 penyuluh, Kehutanan 669, Perikanan 247, Penyuluh THL TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) 2.713 penyuluh. Sehingga total penyuluh sebanyak 5.948 orang. Untuk memenuhi harapan 1 desa sama dengan 1 penyuluh, maka sesuai arahan Gubernur yakni terus meningkatkan peran penyuluh swadaya, baik berasal dari dunia usaha, kelompok swadaya maupun masyarakat, dalam upaya peningkatan swasembada pangan berkelanjutan serta pengamanan ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah. Pihak penyelenggara dari Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa apel siaga dan pembinaan penyuluh bertujuan untuk mensinergikan gerak langkah bagi para penyuluh beserta jajarannya dalam pengawalan dan pendampingan petani guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi pilar penyangga pangan nasional. Penyelenggaraan Apel Siaga Tahun 2012 ini merupakan kali ketiga, dan direncanakan diselenggarakan pada setiap Bakorwil. dihadiri oleh 350 peserta yang terdiri dari Kepala Bapelluh dan Koordinator Penyuluh Kabupaten/Kota, Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan, Penyuluh Kehutanan, Penyuluh Provinsi Jawa Tengah, dan penyuluh swadaya, yang berada di wilayah Bakorwil I serta para pejabat struktural SKPD Provinsi Jawa Tengah. *Kontributor Sekretariat Bakorluh_www.jatengprov.go.id/berita utama