gulma adalah tanaman yang tidak di kehendaki yang tumbuh bersama tanaman kedelai yang sedang diusahakan, serta sisa tanaman sebelum pelaksanaan penangkaran benih. tanaman-tanaman tersebut merupakan competitor atau pesain dalam pemanfaatan air, zat hara tanah, sinar matahari, dan ruangan disekitar tanaman kedele, bahkan berperan sebagai inang hama serta penyakit tanaman tertentu.akumilasi dari tingkat persaingan oleh gulma tersebut tampak nyata di lahan. pada tempat-tempat yang telah ditumbuhi gulma, tanaman kedelai tidak dapat tumbuh dengan baik. Ragam dan pertumbuhan gulma disetiap lahan dipengaruhi oleh keadaan, milieu, dan perlakuan lahan. Gulma yang biasa tumbuh pada lahan penanaman kedelai terdiri atas lebih dari 56 macam, meliputi jenis rerumputan, teki-tekian, dan jenis gulma berdaun lebar. pada lahan dengan indeks penananman 300% atau tidak mengalami masa istirahat lama, ragam dan jumlah gulma relatif sedikit. sebaliknya, pada lahan yang mengalami masa istirahat lama, ragam dan jumlah gulma relatif banyak. Tanaman pengganggu yang tumbuh pada areal pertanaman dapat mempengaruhi tingkat produktivitas tanaman, karena terjadi persaingan penyerapan unsur hara, air, cahaya, ruang pertanaman. Gulma dapat pula berperan sebagai inang bagi hama dan penyakit tanaman kedele. Jenis gulma penting pada tanaman kedele : 1. Rumput-rumputan (digitaria ciliaris) 2. Teki (Cyprus ky Hinges) 3.Jekingkunyit (Cyperusiria) 4.Bayam berdaun lebar (Amarantus sp) 5.Gelang 6.Wedusan dan 7.Daun mutiara Pengendalian terhadap pertumbuhan gulma dilakukan antara lain : -Tanah terlebih dahulu diolah, - Lakukan penyiangan secara teratur, - Aplikasi herbisida bilamana perlu sumber: Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian pitojo, setijo.2007. Seri Pengakaran:Benih Kedelai. Yogyakarta: Kanisius