[ JAKARTA ] Teknologi pupuk organik berkembang pesat dewasa ini. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, sampai masalah ketergantungan petani terhadap pupuk. Oleh karena itu, pemakaian pupuk organik kembali diinstruksikan untuk digunakan dalam rangka mengatasi berbagai masalah tersebut. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk sendiri alias pupuk organik. Menurutnya, pupuk organik sangat dibutuhkan oleh para petani. Sebab, jumlah ketersediaan pupuk subsidi yang ada saat ini sangat terbatas. "Belum lagi bahan baku pupuk seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya. Jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik,” ujar SYL. Setiap kabupaten, lanjut SYL, minimal harus menjadi percontohan produksi pupuk organik dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terus melakukan sosialisasi kepada petani untuk menggunakan pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Salahsatu sosialisasi yang diberikan melalui agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 31, Jumat (26/08/2022) yang bertemakan pupuk organik yuks yang dilaksanakan secara virtual di AOR BPPSDMP. Pada arahannya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kita harus genjot ekspor, pangan lokal genjot produksi, perbaiki kualitas, perbagus packaging dan pengemasan, sehingga ekspor pangan lokal bisa ditingkatkan terus. Saat ini sarana dan prasarana produksi pertanian mahal, benih mahal, pupuk kimia mahal, di saat yang sama subsidi pupuk kimia turun, kita harus bisa mengatasi ini, yang melejit bukan hanya pangan, harga pupuk pun melejit karena climate change, perang rusia ukraina”. ujar Dedi. Sementara itu pada paparan materinya Dedi menjelaskan bahwa Bahan penyubur tanah dan tanaman, yang pertama adalah pupuk, lalu pembenah tanah, pupuk organi, anorganik dan hayati. Pembenah tanah ada penetral asam dan pengikat karbon. Yang harus kita genjot adalah pupuk organik dan pupuk hayati. Bahan penyubuh tanah dan tanaman yang utama adalah pupuk dan amelioran. Untuk menyehatkan tanah, tanaman, pangan, manusia-manusia, bangsa yang kuat dan hebat diawali dari penggunaan pupuk organik. Pupuk organik yang berasal dari tumbuhan yang sudha mati,kotoran hewan, limbah organic lainnya, bisa juga dari bahan-bahan mineral yang alami. Pupuk organik menganduk unsur hara yang lengkap”. jelas Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut dedi mengatakan Bahan baku pupuk organik bisa berasal dari sisa-sisa pertanian. Limbah pertanina, limbah ternak, limbah industry (berbasis pertanian), limbah kota (ada bahan organic, ada bahan yang bukan anorganik jadi harus dipisah-pisah). Kandungan hara beberapa jenis pupuk kendang, paling bagus adalah kotoran ayam. Keunggulan pupuk oganik karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Bisa memperbaiki sifat fisik tanah, menstimulir aktifitas mikroorganisme tanah yang memproduksi pitohormone, kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus, sebagi agen hayati pengendali hama, sebagai biofertilizer, sebagai bioremediasi tanah tercemar”. pungkas Dedi.hvy