Loading...

Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya

Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya
Hama dan Penyakit Jagung Manis Beserta PengendalianyaBudidaya jagung manismerupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan bagi petani. Pasalnya varietas jagung yang menghasilkan rasa manis ini banyak digemari oleh masyarakat. Selain direbus atau dibakar, jagung manis dapat dijadikan menjadi berbagai olahan baik sayuran maupun cemilan.Penjualan jagung manis dipasaran tergolong lebih cepat laku jika dibandingkan dengan jagung biasa. Selain itu harga jual jagung manis pun lebih tinggi dibandingkan jagung biasa. Akan tetapi dibalik kelebihan tersebut,budidaya jagung manisterbilang agak sulit karenajagung manislebih rentan terhadapserangan hama dan penyakit. Kehadiranhama dan penyakit dalambudidaya jagung manismenjadi acaman yang serius bagi petani.Oleh karena itu, banyak petanijagung manisharus belajar lebih terkaitHama dan Penyakit Jagung Manis Beserta Pengendalianya.1. Hamaa. Hama Ulat Tongkol (Heliothis armigera)Tanaman jagung manis yang terserang hama ulat tongkolini dicirikan dengan adanya bekas gigitan pada biji, dan pada bagian tongkol juga terdapat lubang bekas gigitan. Ulat ini masuk kedalam tongkol melalui klobot dengan cara melubanginya, kemudian memakan biji dan bagian yang dilaluinya. Cara pengendalian hama ulat tongkol, yaitu dengan cara menyemprotkan Furada 3G, atau insektisida yang sesuai dan dengan dosis yang sesuai pula.b. Hama Ulat Tanah (Agrotis epsilon)Hama ulat tanah (Agrotis epsilon)memiliki warna hitam dan kecoklatan, dan sering ditemui di dataran tinggi maupun dataran rendah. Ulat grayak ini biasa bersembunyi pada bagian celah-celah tanah sekitar pangkal tanaman. Hama ulat tanahmenyerang tanaman jagung yang masih muda dengan cara memakan batang, sehingga batang akan putus dan mati. Hama ulat tanah ini biasa menyerang tanaman pada waktu malam hari, sedangkan pada waktu siang bersembunyi. Pengendalian hama ulat tanahini dapat dilakukan dengan cara rotasi tanam, pengolahan tanah yang tepat, dan menjaga kebersihan lahan (sanitasi). Selain itu juga semprotkan insektisida curacron, lannet, atau prevaton. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada waktu malam hari.c. Hama Penggerek Batang (Ostrina fumacalis)Hama penggerek batangmenyerangtanaman jagung manispada semua fase pertumbuhan, baik fasevegetatifmaupunfase generatif.Hama penggerek batangmerupakan larva dari telur ngengat yang menetas, dan biasanya telurnya diletakan pada permukaan daun bagian bawah. Kemudian setelah telur menetas, maka akan menyerang seluruh bagian tanaman. Dimana serangan tersbut mengakibatkan kerusakan pada bunga jantan, daun berlubang, dan batang berlubang. Cara pengendalianya, yaitu lakukan rotasi tanam. Dapat juga memanfaatkan musuh alami sepertibacillus thuringiensis, predatoreuborellia annulata, danTrichogrammaspp. Selain itu dapat menyemprotkan insektisida berbahan aktifkarbofuran, triazofos, diklhrofos,danmonokrotofos.d. Hama Lalat bibit (Atherigona sp.)Larvadari lalat bibit menyerang dari daun-daun atau pucuk-pucuk yang masih muda dengan cara mengigitnya, dan pada akhirnya tanaman akan mati. Hama ini akan berkembang biak dengan pesat pada waktu musim hujan, sehingga tingkat serangan paling parah ketika musim hujan. Tanaman yang terseranghamaini menjadi kuning, dan kerdil lalu akan mati. Cara pengendalian hama ini, yaitu menjaga kebersihan lahan (sanitasi), dan melakukan rotasi tanam. Selain itu dapat dilakukan perlakuan benih dengan cara mencampurkan benih dengan nematisida sepertifuradan, curater, petrofur,ataupentakur. Setelah tanaman berumur 1 minggu semprotkancuracron, regent,atauprevaton.e. Hama Belalang (Oxya sp.)Hama belalangmenyerang tanaman jagung manis dengan cara memakan tanaman yang masih muda, bahkan dapat memakan daun hingga habis. Hama belalang yang menyerang tanaman jagung manis ini banyak dijumpai pada dataran rendah, sawah, maupun lahan yang dekat dengan padang rumput yang cukup luas. Cara pengendalian hama belalang tersebut, yaitu dapat mengaplikasikan biopestisida yang berbahan aktifMetharizium anisopliae. Selain itu dapat menggunakancuracron, regent,prevaton, atau lannet.2. Penyakita. Penyakit Hawar Daun (Helminthosporium turcicum)Penyakit hawar daun ditandaidengan munculnya bercak kecil berbentuk oval dengan warna hijau tua dan hijau kelabu. Kemudian semakin lama bercak akan memanjang dengan warna coklat. Panjang bercak tersebut dapat mencapai 5-10 cm dan dengan lebar 1-2 cm.Tanaman jagung manisyang terserangpenyakitini secara berat, maka akan tampak seperti terbakar kemudian mengering dan mati. Cara pengendalian penyakit hawar daun, yaitu menggunakan benih yang tahan (resisten) terhadap hawar daun. Mencabut dan memusnahkan seluruh bagian tanaman yang terserang hawar daun. Kemudian Semprotkan fungisida berbahan aktifmankozebataudithiocarbamatesesuai dosis yang dianjurkan.b. Hawar daun (Helminthosporium carbonun)Seranganpenyakit hawar daun(H.carbonum) dicirikan adanya bercak coklat muda atau coklat kekuningan, dan bersudut. Bercak tersebut akan ikut memanjang seiring tumbuh dan memanjangnya daun jagung manis. Panjang bercak dapat mencapai 2,5 cm dengan lebar antara 0,3-0,6 cm. Serangan berat dapat menyebabkan jaringan tanaman mati kemudian pada akhirnya tanaman pun juga akan mati. Penyebab penyakit ini adalah cendawanDreschslera zeicola.Cara pengendalian penyakit hawar daunini, yaitu dengan menyemprotkan fungisida atau dengan menggunkan tiram dan karboxin.c. Penyakit Bulai (Sclerospora maydis)Seranganpenyakit bulaipada jagung manis ini ditandai dengan daun yang terserang berwarna kuning keputih-putihan sejajar dengan urat daun dan kaku. Bahkan penyakit ini menyerang bagian tongkol jagung dan sepanjang musim tanam.Cara pengendalian penyakitini, yaitu dengan cara perlakuan benih dengan memberikan Ridomil 35 SD supaya tidak tumbuh jamur pada biji jagung. Atau dapat menggunakan benih yang resisten terhadap penyakit bulai tersebut. Memusnahkan tanaman yang telah terinfeksi dengan cara mencabut dan membakarnya, dan lakukan rotasi tanam.d. Busuk batangPenyakit busuk batangdisebabkan oleh bakteriColletotricum graminearum, Cephalosporium maydi, Cephalosporium acremonium, diplodia maydis, gibberella zeae, Fussarium moniliformi, dan Macrophomina phaseolina.Penyakit busuk batangbiasa menyerang apabila terjadi banjir ataupun melakukan penyiraman secara berlebihan. Penyakit ini apabila tidak segera ditangani maka akan menyebabkan tanaman menjadi mati.Cara pengendalianya penyakit busuk batang, yaitu rotasi tanam (pergiliran tanaman), mengurangi penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen. Selain itu, mengkondisikan drainase dengan baik dan menggunakan benih yang tahan (resisten) terhadap penyakit busuk batang.PenulisWinartiBPP SintangSumber: https://www.Sedulur tani. Com/hama dan penyakit/jagung manis jagung manisbeserta pengendalianya