Dalam kegiatan budidaya padi untuk dapat memperoleh hasil yang optimal maka petani dituntut untuk memiliki kemampuan mengidentifikasi sekaligus mengendalikan Hama dan Penyakit secara tepat, cepat dan akurat. Untuk itu penulis mencoba untuk merangkum secara singkat Hama dan Penyakit Utama Tanaman Padi yang biasa menyerang diwilayah Kecamatan Tanjung Palas Utara sebaga berikut : HAMA TANAMAN PADI 1. TIKUSHama tikus merusak pada semua fase dan tingkat pertumbuhan tanaman. Tikus menyerang mulai dari tahap penyemaian, pindah tanam hingga panen. Bahkan tikus masih saja menyerang sampai digudang penyimpanan. Kerusakan terparah akibat serangan tikus terjadi ketika hama tikus menyerang tanaman pada fase pertumbuhan generatif. Karena tanaman yang terserang pada fase tersebut tidak akan mampu lagi membentuk anakan baru.Hama tikus menyerang pada malam hari, dan pada siang hari tikus bersembunyi didalam lubang pada tanggul sawah, pematang dan daerah disekitar sawah. Serangan hama tikus akan lebih parah ketika hama tersebut menyerang secara berkelompok dalam jumlah yang sangat banyak. Pada sawah dan lahan padi darat yang berada dekat dengan perkebunan kelapa sawit, serangan hama tikus bahkan dapat menyebabkan gagal panen secara total. Hama tikus menyukai lokasi perkebunan sawit untuk bersembunyi dan memakan buah sawit ketika musim panen padi usai. Dan kembali kesawah atau lahan padi darat ketika tanaman padi memasuki fase generatif.Sebaiknya pengendalian dilakukan sebelum musim tanam, agar saat memasuki musim tanam populasinya sudah berkurang. Pengendalian dapat dilakukan dengan perburuan atau gropyok masal, pemasangan perangkap dan sanitasi disekitar lahan. Membersihkan lingkungan lahan dari gulma dan rumput liar agar tidak dijadikan tempat persembunyian hama tikus. 2. PENGEREK BATANGPenggerek batang merupakan hama yang hidup dan menyerang di dalam batang padi. Penggerek batang adalah larva dari ngengat yang berwarna kuning atau coklat. Ngengat tersebut menempatkan telurnya pada setiap batang padi yang kemudian akan menetas dan menjadi larva. Larva-larva tersebut menyerang dengan memakan batang padi dari dalam dan menyebabkan tanaman rusak, menguning dan mati. Pengendalian :a. Menggunakan varietas unggul yang memiliki kemampuan menumbuhkan anakan baru untuk mengkompensasi anakan yang mati, seperti PB36, IR77, PB32, atau IR66.b. Mengolah dan menggenangi sawah setelah panen.c. Menghamparkan jerami dan menjemurnya agar larva yang ada pada jerami tersebut mati. Menyayat ujung helaian daun sebelum pindah tanam. Telur-telur hama penggerek batang kuning biasanya diletakkan dekat ujung helaian daun. Dengan demikian jumlah larva dapat dikurangi.d. Menaburkan insektisida sistemik yang berbentuk butiran seperti furadan, karbofuran, atau curater. Insektisida tersebut akan diserap oleh akar dan masuk kedalam jaringan tanaman, sehingga larva akan mati ketika memakan batang padi. 3. WERENGHama wereng memiliki beragam jenis, diantarnya wereng cokelat, wereng putih, dan wereng hijau. Wereng menyerang dengan cara menghisap cairan yang ada pada tanaman padi dan dapat menularkan virus kepada tanaman. Serangan ini dapat menyebabkan padi menjadi kering seperti terbakar atau pertumbuhannya menjadi kerdil. Untuk pengendaliannya bisa menggunakan musuh alami seperti Beauveria bassiana. Namun jika terjadi serangan dan tidak bisa dikendalikan maka bakarlah tanaman sehingga diharapkan pada penanaman berikutnya bisa diminimalkan serangannya. 4. BURUNGHama burung menyerang tanaman pada fase masak susu sampai padi panen. Burung akan memakan langsung bulir padi yang sedang menguning sehingga menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. Selain itu burung juga mengakibatkan patahnya malai padi. Pengendalian hama burung bisa dilakukan dengan cara pengusiran dengan membuat ajir berwarna merah di sekitar sawah atau dengan menggunakan tali-tali yang digantungi kaleng/plastik untuk membuat suara yang dapat mengusir burung atau dengan menggunakan jaring yang dipasang di atas lahan sawah. PENYAKIT TANAMAN PADI 5. BLASGejala penyakit blas dapat timbul pada daun, batang, malai, dan gabah, tetapi yang umum adalah pada daun dan pada leher malai. Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan biasanya memmpunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Gejala penyakit blas yang khas adalah busuknya ujung tangkai malai yang disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat.Penularan penyakit terutama terjadi melalui konidia yang terbawa angin. Konidia dibentuk dan dilepas waktu malam, meskipun serimg terjadi siang hari sehabis turun hujan. Konidium ini hanya dilepaskan jika kelembaban nisbi udara lebih tinggi dari 90%. Pelepasan terjadi secara eksplosif, karena pecahnya sel kecil di bawah konidium sebagai akibat dari pengaruh tekanan osmotik. Penetrasi kebanyakan terjadi secara langsung dengan menembus kutikula. Permukaan atas daun dan daun-daun yang lebih muda lebih mudah dipenetrasi. Patogen P. oryzae dapat mempertahankan diri pada sisa-sisa tanaman dan gabah dalam bentuk miselium dan konidium. Pengendalian Penyakit Blas :a. Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah.b. Hindarkan penggunaan pupuk N di atas dosis anjuran.c. Hindarkan tanam padi terus-menerus sepanjang tahun dengan varietas yang sama.d. Sanitasi lingkungan harus intensif, karena inang alternatif pathogen khususnya kelompok rerumputan sangat potensial sebagai inokulum awal.e. Hindari tanam padi terlambat dari petani disekitarnya.f. Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 40 hari setelah sebar.g. Penyemprotan fungisida sistemik minimum sekali pada awal berbunga untuk mencegah penyakit blas leher dapat dianjurkan untuk daerah endemik blas.h. Hindarkan jarak tanam rapat (sebar langsung).i. Pemakaian jerami sebagai kompos. 6. PENYAKIT TUNGROTungro adalah penyakit virus pada padi yang menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang sering berwarna kuning sampai kuning-oranye. Wereng hijau adalah serangga utama yang menyebarkan virus tungro. Pengendalian :a. Gunakan varietas padi yang tahan tungro.b. Tanam serempak.c. Rotasi varietas penting untuk mengurangi gangguan.d. Pembajakan di bawah sisa tunggul yang terinfeksi untuk mengurangi sumber penyaki, menghancurkan telur dan tempat penetasan wereng hijau.e. Cabut dan bakar tanaman yang sakit.f. Tanam serempak untuk mengurangi penyebaran tungro.g. Setelah panen, buang jerami dan sisa tanaman yang terinfeksi tungro dengan bajak dan garu.h. Pengendalian juga perlu dilakukan terhadap wereng hijau, menggunakan insektisida berbahan aktif BPMC, buprofezin, etofenproks, imidakloprid, karbofuran, MIPC, atau tiametoksam.Demikian semoga tulisan ini dapat bermanfaat. PUSTAKA1. https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/379-strategi-pengendalian-penyakit-blas-pada-tanaman-padi (Diakses pada 27 November 2018)2. https://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi-mainmenu-47-47/teknologi/525-hama-dan-penyakit-utama-tanaman-padi-di-kalimantan-tengah20 (Diakses pada 27 November 2018)3. https://mitalom.com/hama-dan-penyakit-tanaman-padi-paling-berbahaya/ (Diakses pada 27 November 2018) Ditulis oleh Akhmad Juni Arafat (Penyuluh BPP Tanjung Palas Utara)