Kementrian Pertanian telah melakukan terobosan dalam memenuhi kebutuhan pangan padi (beras) dalam negeri melalui Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Untuk mempertahankan keberlanjutan swasembada pangan yang telah dicapai tersebut, program P2BN ini tidak hanya didukung dari aspek sarana produksi saja, tetapi harus dibarengi dengan informasi tentang tehnik pengendalian salah satu hama padi sawah yaitu kepinding tanah kepada penyuluh pertanian. Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum. Pembangunan pertanian memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi serta menjamin bahwa pembangunan menyeluruh itu (overall development) akan benar-benar bersifat umum, dan mencakup penduduk yang hidup dari bertani, yang jumlahnya besar dan yang untuk tahun-tahun mendatang ini di berbagai negara akan terus hidup dari bertani (Mosher, 1991). Sedangkan menurut Khairuddin (1992), pembangunan pertanian merupakan bagian sektoral dari pembangunan masyarakat desa, mau tidak mau harus merupakan titik tekan dalam pembangunan nasional karena pada dasarnya di sektor inilah yang sebagian besar kehidupan masyarakat Indonesia bergantung. Untuk itu, kementrian Pertanian melakukan terobosan dalam memenuhi kebutuhan pangan khususnya padi dalam negeri melalui Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Aspek penunjang lain juga perlu diperhatikan terutama dalam pembangunan pertanian khususnya yang menyangkut kebijaksanaan perangsang berproduksi. Pada prinsipnya kebijaksanaan perangsang produksi tersebut dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu kebijaksanaan harga dan kebijaksanaan non-harga. Adapun kebijaksanaan non-harga antara lain meliputi : kebijaksanaan infrastruktur, irigasi, program intensifikasi, padat karya, subsidi desa, dan program desa yang lain. Berkaitan dengan hal tersebut, penyuluh pertanian di lapangan perlu dibekali dengan informasi bagaimana cara mengatasi serangan hama kepinding tanah pada tanaman padi disamping sudah tersedianya sarana pendukung yang lain. Seperti kita ketahui bersama, bahwa hama kepinding tanah ini hampir selalu ada pada setiap musim tanam padi, hanya saja tingkat serangannya yang bervariasi dan masih kurang menjadi perhatian bagi para petani kita. Memang hama kepinding tanah ini kelihatannya kurang berbahaya namun merupakan salah satu hama yang perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi hasil padi bahkan sampai isi padi hampa. Seperti kita ketahui bahwa pada ekosistem padi di Asia, terdapat dua spesies kepending tanah, yaitu : (1) kepinding tanah Malaya, Scotinophara (= Podops) coarctata; dan (2) kepinding tanah Jepang Scotinophara (=Podops) lurida. Banyak lagi spesies yang mirip kedua kepinding tanah tersebut, tetapi keberadaanya jarang mencapai jumlah yang melimpah. Kedua jenis kepinding tanah ini sering mencapai jumlah melimpah dan karena penegndalian dengan pestisida sulit dilakukan, hama ini serang menimbulkan kerugian besar. Ciri-Ciri Aktivitas Kepinding Tanah 1. Pada siang hari, kepinding tua hitam coklat mengkilat bergerombol di pangkal batang padi, persis di batas genangan air. 2. Pada malam hari mereka naik batang padi dan mengisap cairan dari dalam jaringan tanaman. 3. Selama musim kemarau, kepinding tanah menghabiskan waktunya di belahan tanah-tanah yang ditumbuhi rumput. 4. Kepinding tanah dapat dapat terbang ke pertanaman padi dan berkembang biak dalam beberapa generasi. 5. Mereka kembali ke fase dormannya setelah padi di panen. 6. Kepinding dewasa dapat berpindah menempuh jarak yang jauh. 7. Kepinding dewasa tertarik pada sinar dengan intensitas yang kuat dan penangkapan tertinggi diperoleh pada saat bulan purnama. Serangan Kepinding Tanah 1. Pengisapan cairan oleh kepinding tanah menyebabkan warna tanaman berubah menjadi coklat kemerahan atau kuning. 2. Buku pada batang padi merupakan tempat isapan yang disukai karena menyimpan banyak cairan. 3. Pengisapan oleh kepinding tanah pada fase anakan, menyebabkan jumlah anakan berkurang dan pertumbuhan terhambat (kerdil). 4. Apabila serangan terjadi setelah pas bunting, tanaman menghasilkan malai yang tidak lengkap, dan gabah hampa. 5. Dalam kondisi populasi kepinding tinggi, tanaman yang dihisap dapat mati atau mengalami bugburn, seperti hopperburn oleh wereng coklat. Pengendalian Kepinding Tanah Cara pengendalian kepinding tanah dapat dilakukan dengan cara : 1. Membersihkan lahan dari berbagai gulma atau tanaman pengganggu padi agar sinar matahari dapat mencapai dasar kanopi tanaman padi. 2. Menanam varietas padi berumur genjah, untuk menghambat peningkatan populasi kepinding tanah. Sumber : 1. Mahyuddin Syam, dkk. 2008. Masalah Lapang; Hama, Penyakit dan Hara, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta Penulis: ediana wayan. Email :http://edianawayan@yahoo.com