Loading...

Hama pada tanaman Kedelai

Hama pada tanaman Kedelai
HAMA PADA TANAMAN KEDELAI DAN PENGENDALIANNYAOPT merupakan resiko yang harus dihadapi dalam budidaya/peningkatan produksi kedelai. Serangan OPT kedelai dapat terjadi sejak tumbuh sampai panen. Jika tidak ditanggulangi OPT dapat menurunkan produksi baik dalam kualitas maupun kuantitasnya.Yang dapat menurunkan produksi dapat dikelompokkan menjadi :a. Hamab. Penyakit (Virus,Jamur dan Bakteri)c. Gulma (Daun lebar,Daun sempit,Rimpang,Teki)d. Defisiensi (kekurangan atau kelebihan Hara)e. Bencana alamSalah satu OPT yang paling banyak menimbulkan kerusakan adalah Hama. Pada tanaman kedelai hama dikelompokkan menjadi 2 yaitu :a. Tipe L (Low)Kemampuan berpindah tempat rendah, walaupun dapat memproduksi keturunan tinggi tetapi tidak mudah membuat koloni serangan di pertanaman baru. Termasuk dalam tipe ini adalah kutu daun,kepik coklat.b. Tipe H (High)Kemampuan berproduksi, migrasi dan membentuk koloni serangan tinggi. Serangan meningkat dengan meningkatnya luas pertanaman. Termasuk dalam tipe ini adalah lalat kacang, kumbang kedelai, kepik hijau, ulat grayak, ulat penggulung daun.Hama utama dalam tanaman kedelaiFase Pertumbuhan Hama yang menyerangFase tanaman muda ( Tumbuh – 11 HST) Lalat kacang, Kumbang daun, Ulat tanah, Penggerek batangFase pertumbuhan daun /Fase vegetative (13 -30 HST) Kumbang daun, Ulat grayak, Ulat jengkal, ulat penggulung daunFase berbunga dan pembentukan polong (31-50 HST) Kumbang daun, ulat grayak, penggerek polong dan penghisap polongPertumbuhan polong dan biji ( 51-70 HST) Ulat buah, penggerek polong, penghisap polongFase pemasakan polong Penghisap polong dan penggerek polong Hama utama pada tanaman kedelaiA. Lalat kacang1. Ukuran kecil, warna hitam mengkilat2. Menyerang tanaman muda < 14 HST3. Gejala serangan terlihat bercak pada keping biji (daun pertama), selanjutnya gerekan pada daun kebatang menuju pangkal akar. Kemudian tanaman layu dan matiPengendalian :1. Tanam serempak dalam hamparan luas2. Rotasi tanaman bukan inang3. Penutupan lubang tanam dengan abu dapur4. Pemberian mulsa jerami rapat5. Gunakan insektisida anjuran jika mencapai ambang pengendalian (2 ekor imagi per 30 rumpun pada umur 6 HST, Intensitas serangan ≥ 2,5 % pada umur 7-8 HST).Insektisida yang dianjurkan al; Decis 2,5 EC, Lannate 25 WP, Dursban 20 EC, Lebaycid 500 EC. B. Kumbang daun kedelai1. Biasa disebut wereng kedelai2. Dewasa, aktif pada pagi dan sore hari3. Berpupa dalam tanah4. Merusak tanaman muda sampai panen, pucuk daun, bunga dan polongPengendalian:1. Tanam serempak hamparan luas.2. Mengumpulkan dan memusnahkan larva dan imago pada pagi hari.3. Penggunaan insektisida anjuran dengan ambang pengendalian (1ekor per 10 tanaman, intensitas serangan daun atau polong ≥ 2,5 % dan ditemukan populasi)4. Insektisida anjuran antara lain: Decis ,5 EC, Hopcin 50 EC, Larvin 75 WP, Sumithion 50 EC, Elsan 60 EC. C. Ulat grayak1. Warna Ulat muda kehijauan, yang dewasa kecoklatan2. Aktif malam hari dan pada siang hari bersembunyi3. Berpupa didalam tanah4. Induk mampu bertelur 2000 butir5. Telur ditempatkan didaun bagian bawah dengan diselimuti selapur warna merah sawo6. Telur menetas 2-5 hari7. Menyerang daun dan polong mudaPengendalian :1. Tanam serempak dalam hamparan luas2. Pengumpulan dan pemusnahan kelompok telur dan ulat instar muda3. Aplikasi agensia hayati NPV (25 ulat mati lalu digerus ditambah 500 liter air kemudian semprotkan)4. Gunakan insektisida anjuran, jika mencapai ambang pengendalian. Insektisida yang dianjurkan antara lain : Actara 25 WG, Curacron 500 EC, Lannate 25 WP, Matador 25 CS D. Ulat penggulung daun1. Ulat kecil, transparan kekuningan2. Merusak dalam gulungan daun, yang direkatkan satu sama lain3. Umumnya merusak pada umur 3-4 MST4. Serangan berat, seluruh daun digulung. Dari jauh kelihatan putihPengendalian :1. Tanam serempak dalam hamparan luas2. Rotasi tanaman bukan inang3. Pemantauan secara rutin4. Gunakan insektisida anjuran jika mencapai ambang pengendalian - 30 ulat per 10 rumpun atau intensitas serangan ≥ 2,5 % pada tanaman 11-30 HST- 30 ulat per 10 rumpun atau intensitas serangan ≥ 12,5 % pada tanaman 30-70 HST5. Insektisida yang dianjurkan antara lain : Bassa 50 EC, Buldog 25 EC, Larvin 75 WP, Matador 25 EC, Spontan 400 SL, Fastac 15 ECE. Ulat jengkal1. Hama polifag, menyerang tanaman kacang –kacangan2. Ulat hijau, kepala kecil, mempunyai 3 kaki3. Bergerak seperti jari tangan menjengkal4. Serangan ringan daun berlubang, serangan berat daun gundulPengendalian :1. Tanam serempak dalam hamparan luas2. Pengumpulan dan pemusnahan larva3. Aplikasi agensia hayati NPV4. Penggunaan insektisida anjuran bila mencapai ambang pengendalian- 30 larva instar 3/10 rpm pada 31-50 HST- 50 larva instar 3/10 rpm pada 51-70 HST- 25 % kerusakan daun pada umur 11-30 HST- 12,5 % kerusakan daun pada umur 31-60 HST5. Insektisida anjuran antara lain :Curacron 500 EC, Dursban 25 EC, Lannate 25 WP. F. Penggerek polong1. Mempunyai banyak inang2. Kerusakan pada daun sulit dibedakan dengan perusak daun lainnya3. Kerusakan pada polong berupa lubang pada kulit polongPengendalian1. Tanam serempak dalam hamparan luas2. Pergiliran tanaman3. Pengumpulan dan pemusnahan larva instar 4-6 HST4. Pelepasan parasitoid trichograma sp5. Penggunaaan insektisida anjuran bila mencapai ambang pengendalian :- 50 ekor larva instar 1/10 tanaman pada 11-30 HST- 15 ekor larva instar 2/10 tanaman , 10 ekor larva instar 3/10 tanaman pada 31-70 HST- Intensitas serangan polong ≥ 2,5 % 6. Insektisida anjuran antara lain : Fenval 200 EC, Poksindo 200 EC, Matador 25 CS G. Kepik Hijau1. Mudah dikenali, warna hijau2. Merusak polong dan biji dengan menusuk kulit polong dan biji kemudian menghisap cairan polong3. Kerusakan polong tergantung oleh umur biji atau polong yang diserangPengendalian :1. Tanam serempak dalam hamparan luas2. Rotasi tanaman bukan inang3. Insektisida anjuran bila mencapai ambang pengendalian- 2 ekor imago per 10 rumpun pada 31-50 HST- 2,5 % polong terserang pada 51-60 HST4. Insektisida anjuran antara lain : Atabron 50 EC, Dursban 20 EC, Larvin 75 WP, Matador 25 EC, Fastac 15 EC Pengendalian hama kedelai secara PHT (Pengendalian Hama Terpadu)1. Budidaya tanaman sehat dengan menerapkana. Pancausaha tanib. !0 langkah peningkatan produksi kedelai2. Pelestarian musuh alami dengan caraa. Mengendalikan hama dengan menggunakan cara pengendalian gabungan beberapa cara yang cocokb. Penanaman tanaman perangkapc. Penggunaaan pestisida secara bijaksana. Pestisida digunakan apabila semua cara pengendalian yang lain sudah dilakukan3. Pengamatan rutinby.Tri Widodo