Loading...

HAMA PENGGEREK BATANG MANGGA DAN CARA PENGENDALIAN

HAMA PENGGEREK BATANG MANGGA DAN CARA PENGENDALIAN
HAMA PENGGEREK BATANG MANGGA DAN CARA PENGENDALIAN PENDAHULUAN Latar Belakang Buah mangga merupakan salah satu jenis buah yang banyak disukai oleh konsumen baik dalam maupun luar negeri. Hal ini disebabkan karena selain rasanya, buah mangga mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan maka konsumsi buah juga akan meningkat. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan buah yang semakin meningkat tersebut perlu diikuti dengan peningkatan produksi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dalam upaya untuk meningkatkan produksi buah mangga di Indonesia, hama merupakan salah satu faktor yang menjadi kendala. Penggerek batang mangga adalah salah satunya, di mana hama ini telah menghancurkan ribuan tanaman mangga terutama di daerah basah. Hama penggerek batang menyerang melalui pucuk yang telah berlubang akibat tusukan hama lain (biasanya penggerek pucuk) dengan jalan memasukkan telurnya ke dalam jaringan yang luka tersebut. Kemudian larvanya makan dan merusak jaringan pucuk sampai batang utama yang menyebabkan kematian pada batang mangga tersebut. Karena mekanisme serangannya, hama ini menyebabkan kerusakan yang sangat berat hingga dapat menghancurkan kebun mangga. Apa sebenarnya penggerek batang mangga Serangga perusak batang mangga ini temasuk dalam golongan kumbang (Ordo: Coleoptera) dengan antenna yang panjang melebihi panjang tubuhnya (Famili : Cerambicidea). Hama ini mempunyai empat stadia hidup, yaitu telur larva, pupa dan dewasa (imago). Telur biasanya diletakan pada pucuk mangga yang telah luka akibat dari bekas cucukan penggerek pucuk atau oleh serangga lain, sehingga luka pada pucuk mangga merupakan entypoint bagi serangga ini untuk masuk ke dadlam jaringan tanaman. Hal ini disebabkan karena kumbang ini tidak memiliki ovipositor maupun maoncong pada mulutnya yang dapat membantu untuk memasukan telurnya ke dalam jaringan tanaman yang cukup keras Stadia telur Telur penggerek batang berwarna kuning kecoklatan berbentuk oval. Panjang telur sekitar 2 mm dan lebar sekitar 1mm. Lama stadia telur sekitar 12 hari. Telur biasanya berada didalam jaringan tanaman yang diletakkan oleh betina melalui luka yang di buat oleh hama lain terutama tuukan penggerek pucuk Stadia Larva Setelah kurang lebih berumur 12 hari telur menetas menjadi larva. Stadia larva inilah yang merusak jaringan tanaman dari bagian pucuk keudian semakin lama semakin masuk ke dalam jaringan batang utama yang dapat menyebabkan batang mangga mati. Hal ini disebabkan lama stadia larva hama ini sangat panjang yaitu sekitar 200 hari tegantung varietas yang diserang, sehingga cukup satu siklus larva bisa mematiakn batang mangga. Larva berwarna putih kekuningan dengan panjang pada stadia awal sekitar 0,5 cm dan stadia akhir mencapai 5 cm. Stadia pupa Larva berubah menjadi pupa dimana stadia ini tidak melakukan aktivitas makan. Pua berwarna kuning kecoklatan. Lama stadia pupa sekitar 20 hari. Sekuruh siklus hidup hama ini di dalam jaringan tanaman Stadia imago Setelah kurang lebih umur 20 hari, pup berubah menjadi imago. Imago ini baru keluar dari dalam batang tanaman yang biasanya sudah mati akibat serangannya, untuk melakukan aktivitas makan, kawin ddan meletakan telur. Selam hidupnya sekitar 50 hari, dewasa mmpu mletakan telur sebanyak kurang lebih 50 butir, sehingga dari sepasang dapat meamtikan 50 butir tanaman mangga dan akan 50 kali lipat lagi pada musim berikutnya apabila tidak dikendalikan Gejala serangan penggerek batang mangga Pada awal serangan, terlihat adanya lubang yang mengeluarkan kotoran berupa gerekan seperti serbuk gergaji pada pucuk atau cabang mangga. Kemudian cabang yang menunjukkan gejala tadi akan mengering dan mati. Karena cabang yang mendapat serangan pertama mati, selanjutnya penggerek menuju ke bagian tanaman yang masih hidup yaitu batang utama sehingga pada batang utama akan timbul lubang-lubang yang disertai juga dengan keluarnya kotoran. Pada serangan lanjut ini keseluruhan tanaman akan mati. Mencegah serangan hama penggerek batang Melakukan monitoring dengan mengamati apakah ada gejala serangan hama penggerek batang pada tanaman mangga jika menemukan penggerek batang dewasa maka segera membunuhnya dan jika menemukan cabang yang sudah diserang maka memotongnya agar hama penggerek batang tidak masuk sampai ke batang utama. Pengendalian hama penggerek batang mangga Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah: Lakukan monitoring secara cermat dan berkala untuk mengetahui apakah ada hama dan gejala serangannya, terutama pada saat tanaman sedang flush. Hindarkan terjadinya serangan penggerek pucuk karena serangan hama ini membantu penggerek batang untuk meletakkan telur, dengan jalan mengendalikan hama penggerek pucuk Apabila menemukan dewasa hama ini segera matikan secara mekanis. Apabila menemukan ada gejala serangan segera pangkas bagian tanaman yang terserang kurang lebih 5 cm di bawah lubang yang masing-masing mengeluarkan kotoran segar. Matikan larva penggerek yang ada di ranting/cabang/batang yang telah dipotong dengan jalan membelah bagian tanaman tersebut atau membakarnya. Aplikasi insektisida pada fase tunas untuk menghidarkan tanaman mangga terserang oleh perusak pucuk sekaligus menghindarkan serangan penggerek batang. Cara Mengatasi Serangan Hama Penggerek Batang Mangga dengan Pestisida Sistemik Bahan aktif insektisida sistemik yang umum dipakai adalah imadikoplorid. Cara penggunaanya harus sesuai dosis yang tertera di label kemasan. Biasanya insektisida sistemik digunakan dengan interval 7-14 hari sekali. Untuk buah yang hendak dipetik maka penggunaan insektisida sistemik harus dihentikan 14 hari sebelum buah dipetik untuk menghindari residu kimia berlebihan pada buah tersebut Cara mengatasi serangan hama penggerek batang mangga dengan agen hayati Untuk mengatasi hama penggerek batang pohon mangga bisa mencoba mengatasinya dengan memanfaatkan agen hayati yang menjadi musuh alami hama penggerek batang pohon mangga ,beberapa musuh alaminya adalah Jamur Beauveria Bassiana, Bakteri NEP dan larva antagonis Gregarius ectoparasit. Untuk yang paling umum dan mudah diaplikasikan adalah jamur beauveria bassiana dan bakteri NEP. Kini sudah banyak dijual di toko pertanian agen hayati pengendali hama serangga tersebut. Untuk aplikasinya rata-rata harus disemprotkan di sore hari atau setelah hujan karena jamur dan bakteri mudah mati oleh terik matahari. Penyusun : Dede Rohayana Sumber : Sinar Tani