Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Jagung A. LATAR BELAKANGPenggerek batang (Ostrinia furnacalis) termasuk salah satu hama utama pada tanaman jagung di asia tenggara. Serangga ini mempunyai lebih dari satu generasi dalam setahun karena didukung oleh curah hujan yang memberikan pengaruh penting pada aktivitas ngengat dan oviposisinya. Tingkat kehilangan hasil pada tanaman akibat serangan hama penggerek batang dapat mencapai 80 %. Bioekologi hama penggerek batang adalah Ngengat, ngengat aktif malam hari, dan menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari. Telur, telur diletakkan berwarna putih, berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur di letakkan pada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9, umur telur 3-4 hari. Larva, larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah pindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari. Pupa, pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 6-9 hari. Teknik pengendalian yang digunakan yaitu pengendalian secara kultur teknis (tanam serempak, tumpang sari, pengolahan tanah yang baik), pengendalian secara hayati (menggunakan agens hayati) dan pengendalian kimiawi (menggunakan pestisida kimia). Proses pengamatan dan identifikasi serangga hama perlu dilakukan untuk memudahkan dalam tindakan pengendalian agar tepat sasaran, sesuai dengan organisme sasaran yang akan dikendalikan. Identifikasi dapat dilakukan dengan mengamati gejala serangan dan melihat bentuk morfologi hama penggerek batang jagung yang ditemukan di lapangan.B. DEFINISIHama penggerek batang (Ostrinia furnacalis) merupakan salah satu dari beberapa jenis hama yang menyerang tanaman jagung, menimbulkan kerusakan secara fisik dan mengakibatkan kerugian secara ekonomi sehingga memerlukan tidakan pengendalian,C. TUJUAN1. Petani dapat mengenal hama penggerek batang (Ostrinia furnacalis) berdasarkan bioekologi dan gejala serangannya2. Petani dapat mengetahui cara pengendalian hama penggerek batang (Ostrinia furnacalis)D. MANFAATPetani mampu mengendalikan hama penggerek batang jagungE. METODECeramah, Praktek, DiskusiF. ALAT DAN BAHANLCD, Laptop, jaring serangga, kantong plastik, pingset, Cutter, Karet gelang, sarung tangan, masker, handsprayer, ember, air, pestisida, petlapG. TEMPATLahan pertanaman JagungH. LANGKAH KERJA1. Menyiapkankan alat dan bahan2. Mengumpulkan hama penggerek batang (telur, larva, pupa,ngengat) pada lahan pertanaman jagung3. Mengambil beberapa sampel tanaman yang terserang hama penggerek batang4. Melakukan pengamatan dan identifikasi hama penggerek batang 4. Melakukan tindakan pengendalian hama penggerek batangNo Tahapan Uraian kegiatan Alat bantu1 Persiapan alat dan bahan - Menyiapkan jaring serangga, kantong plastik, pingset, karet gelang, sarung tangan, masker, handsprayer, ember, air, pestisida 2.Pengumpulan hama penggerek batang - Petani berpencar di sekitar lokasi pertanaman jagung- Petani mencari dan mengumpulkan hama penggerek batang dan beberapa sampel tanaman yang terserang hama penggerek batang- Hama dan bagian tanaman yang ditemukan dimasukkan ke dalam plastik yang telah disiapkan kemudian diikat dengan karet gelang 3. Pengamatan dan identifikasi hama penggerek batang 4. Pengendalian hama penggerek batang Siklus hidup hama penggerek batang Telur ? larva ? pupa - ngengat Bioekologi hama penggerek batangTelurtelur diletakkan berwarna putih, berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi dan telur di letakkan pada permukaan bagian bawah daun utamanya pada daun ke 5-9, umur telur 3-4 hari. Larva,larva yang baru menetas berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah pindah, larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari.Pupa, pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 6-9 hari.Ngengat / Imago, Menyerupai kupu-kupu, ngengat aktif malam hari, dan menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari. Secara Kultur Teknis - Waktu tanam yang serentak- Tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah- Pengolahan tanah yang baik Secara HayatiPemanfaatan musuh alami seperti : Parasitoid (Trichogramma spp) Bakteri Bacillus thuringiensis Kurstaki mengendalikan larva O. furnacalis, Cendawan adalah Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae Secara KimiawiPenggunaan insektisida yang berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, dan karbofuran efektif untuk menekan serangan penggerek batang jagung Kelompok telur - Larva - Pupa - Ngengat/imago