Jeruk keprok (citrus nobilis) dibudidayakan untuk diambil hasilnya berupa buah yang pada umumnya dikonsumsi langsung berbentuk segar. Oleh karena itu, tanaman jeruk keprok harus tumbuh normal dan sehat, agar menghasilkan buah yang bergizi tinggi dan sehat. Tanaman yang tumbuhnya tidak normal dapat disebabkan karena terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa hama tanaman. Beberpa jenis hama tanaman yang menyerang jeruk keprok adalah kutu loncat, kutu daun, tungau, kutu dompolan, ulat penggerek buah, kutu daun, dan lalat buah. Kutu Loncat (Diaphorina citri Kuw) Gejala tanaman jeruk keprok terserang hama ini terlihat daun-daunnya berkerut dan menggulung, lalu kering. Pada tunas-tunas muda daun yang terserang terdapat kotoran kutu berupa benang-benang putih seperti spriral. Pengendalian hama ini dapat dengan cara: 1) Menggunakan musuh alami parasitoid, predator dan pathogen; 2) Memusnahkan/eradikasi tanaman inang seperti kemuning dan tapak dara; dan 3) Jika cara 1) dan 2) tersebut tidak dapat mengurangi serangan hama ini, maka dapat menggunakan insektisida berbahan aktif yang sesuai anjuran. Kutu Daun Gejala terlihat dari daun mengkerut dan keriput. Bila serangan tinggi, pertumbuhan tanaman terhambat. Permukaan daun berwarna hitam akibat sekresi serangga. Cara pengendalian hama kutu loncat, antra lain: 1) Menjaga kebersihan kebun dengan sanitasi terhadap gulma; 2) Menggunakan mulsa jerami di bedengan pembenihan jeruk; 3) Menggunakan predator Coccinellidae, Syrhidae, Lycosidae, dan parasitoid Aphytis sp; 4) Bila dengan cara pengendalian no. 1) - 3) tidak mengurangi serangan, dapat menggunakan insektisida yang efektif sesuai anjuran. Tungau Gejala serangan tungau terlihat tangkai daun dan buah yang terserang berwarna perunggu. Pada kulit buah yang terserang terdapat retakan-retakan coklat. Permukaan daun terdapat titik kuning atau coklat. Bagian bawah daun terjadi kerusakan mesofil dan transpirasi (penguapan air) daun meningkat. Cara pengendalian serangan hama tungau dapat dilakukan: 1) Melakukan sanitasi/eradikasi gulma inang tungau; 2) Pemanfaatan predator/musuh alami Phytoseilus persinilis dan Stetorus sp; dan 3) Bila dengan cara pengendalian no. 1) dan 2) tidak mengurangi serangan, dapat menggunakan Akarisida yang sesuai anjuran. Kutu Dompolan (Cytrus Mealy bug) Gejala serangan hama kutu dompolan terlihat tangkai daun berwarna kuning dan kering. Daun dan bagian tanaman lain yang terserang ditumbuhi cendawan jelaga warna hitam dan kutu putih seperti kapas. Buah banyak yang gugur. Cara pengendalian serangan hama kutu dompolan, antara lain: 1) Menjaga kebersihan kebun dengan sanitasi terhadap gulma; 2) Cabang-cabang dan buah yang terserang dipangkas dan dibakar; 3) Mengurangi kepadatan tajuk tanaman dan kepadatan buah; 4) Mengoleskan kapur pada batang untuk mencegah serangan semut; (5) Memanfaatkan predator Symnus apiciflavus Nuts dan Parasitoid Anagrus Green How dan Leptomastik trilongifasciatus Gir. Ulat Penggerek Buah (Citripestis Sagitiferalla) Gejala serangan ulat penggerek buah dapat dilihat dari buah muda membusuk, berlubang dan di dalamnya terdapat ulat berwarna kuning kemerah-merahan. Cara pengendaliannya, antara lain: 1) Buah yang terserang dipetik dan dikumpulkan bersama buah yang gugur, lalu dibakar atau dibenamkan di dalam tanah sedalam 30 cm; 2) Buah dibungkus dari kecil sampai menjelang panen; 3) Pada saat buah berumur 2 - 5 hari, disemprot dengan insektisida berbahan aktif sesuai anjuran. Kutu Penggerek Daun (Phyllochnistis citrella) Gejala terlihat pada daun-daun muda berubah bentuk menggulung/pilin. Pada tunas dan daun muda terdapat koloni kutu. Pengendaliannya dengan cara antara lain: 1) Pada saat tanaman bertunas dan tumbuh daun muda, diawasi sekali seminggu dan jika ditemukan kutu langsung matikan secara manual; 2) Tanamlah tanaman kemuning sebagai perangkap kutu; dan 3) Jika serangan sedang sampai berat dapat disemprotkan insektisida yang sesuai anjuran. Lalat Buah Gejala hama lalat buah terlihat pada permukaan buah terdapat banyak ulat lalat dan membentuk lubang pada bagian tengah, akhirnya buah menjadi busuk dan gugur. Bagian dalam buah terdapat alur atau ulat berwarna putih. Cara pengendalian serangan hama lalat buah, antara lain: 1) Buah dibungkus dari kecil sampai menjelang panen; 2) Buah yang terserang dipetik dan dikumpulkan bersama buah yang gugur, lalu dibakar atau dibenamkan di dalam tanah sedalam 30 cm; 3) Gunakan perangkap lalat buah dengan memakai zat yang disebut feromon, yaitu metal eugeno/ekstrak tanaman Melaleuka sp; dan 4) Jika cara 1) - 3) tidak mengurangi serangan sampai batas ambang ekonomi/akan merugikan, dapat digunakan insektisida yang sesuai anjuran. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Jeruk (Citrus sp.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 3. Jeruk Keprok. Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2002.