Loading...

hama ulat grayak jadi ancaman petani jagung dikecamatan sumberejo

hama ulat grayak jadi ancaman petani jagung  dikecamatan sumberejo
hama ulat grayak jadi ancaman petani jagung dikecamatan sumberejo ulat grayak merupakan hama invasif penyuluh pertanian bpp sumberejo tidak tinggal diam dalam mengamankan produksi jagung dari ancaman serangam organisme pengganggu tumbuhan opt. apalagi, baru-baru ini sedang dihebohkan adanya hama ulat grayak pada jagung yang sudah mewabah di beberapa wilayah. penyuluh pertanian juga sudah beberapa kali sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang serangan hama tersebut. agar dalam menjalankan budidaya jagung dapat panen sesuai dengan harapan sehingga kesejahteraaan petani dan keluarganya dapat terwujud. ulat grayak atau nama latinnya spodoptera frugiperda atau fall army worm merupakan hama invasif. "dia menyerang tanaman jagung pada beberapa desa/pekon di kecamatan sumberejo. dan serangan ini sudah cukup memprihatinkan banyak petani yang mengeluh karena tanaman jagungnya habis dimakan ulat. hama ini sudah menyebar keberbagai wilayah . dalam satu malam, ngengat s. frugiperda mampu terbang sejauh ratusan kilometer dengan bantuan angin sementara negara asalnya di amerika, s. frugiperda dapat berpindah sejauh 1700 km dari texas ke florida pada musim semi hingga musim gugur. “jadi kita jangan main-main dengan ancaman hama ini. bahkan, hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil pada produksi jagung sebesar 40 % di tegal binangun serangan ada yang mencapai 100% di beberapa petani. kita upayakan betul jangan sampai terjadi seperti itu lagi agar petani tidak trauma dalam budidaya jagung. "masyarakat harus tahu bagaimana ciri-ciri gejala serangan hama s. frugiperda yang menyerang tanaman jagung," perlu diperhatikan dan pengamatan berkala serta pengendalian yang cepat sesuai anjuran . pada serangan awal, larva s. frugiperda memakan lapisan epidermis daun. pada serangan lanjutan, larva s. frugiperda memakan daun-daun hingga ke pucuk tanaman serta terlihat lubang-lubang pada daun jagung. selanjutnya pada tingkat serangan yang tinggi, kita dapat menemukan kotoran dari larva pada tanaman jagung seperti serbuk gergaji. “selain menyerang daun, larva s. frugiperda juga dapat menyerang tongkol jagung. sedangkan hasil pemantauan di lapangan, serangan s. frugiperda lebih banyak ditemukan pada tanaman jagung yang masih muda dibandingkan dengan tanaman jagung yang sudah memasuki fase generatif," . langkah pengendalian seperti halnya di kecamatan sumberejo melakukan pengamatan dan memang sudah ditemukan serangan s. frugiperda pada padi umur 10-70 hst. varietas yang ditanam petani saat itu bisi 18 dan pertiwi di areal seluas 25 ha. dan diketemukan intensitas serangan sekitar 25,92%,. langkah yang perlu kita lakukan? menyebutkan pada tingkat serangan tinggi maka lakukan pengendalian kimiawi dengan insektisida. tapi ingat, secara bijaksana dan hindari penggunaan berspektrum luas. aplikasi insektisida ini diberikan di pucuk tanaman jagung karena larva s. frugiperda umumnya ditemukan di sekitar pucuk tanaman jagung. kalau untuk di wilayah di kecamatan sumberejo tersebut dilakukan pengendalian dengan racun bahan aktif bpmc. bpp sumberejo samsudin