Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, jagung merupakan salah satu komoditas strategis, selain beras, yang menjadi unggulan di daerah tersebut. "Prospeknya lebih menjanjikan serta adanya jaminan penyerapan hasil panen oleh Bulog," ujar Mirza, sapaan akrabnya, dalam rilis yang diterima pada Kamis (9/10/2025). "Kami akan mulai memigrasikan beberapa luasan lahan singkong menjadi jagung. Untuk itu, kami memohon dukungan terutama untuk bantuan bibit jagung dan pompa air," tambahnya.
Gubernur menjelaskan bahwa jagung memiliki prospek yang lebih menjanjikan, terutama karena adanya kepastian pembelian hasil panen oleh Bulog. Pemerintah daerah juga siap memberikan dukungan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan Bank Lampung serta menjalin kemitraan dengan off-taker dari industri pakan ternak.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2025/10/09/174711378/harga-singkong-anjlok-pemprov-lampung-minta-petani-pindah-tanam-jagung.
BUDIDAYA JAGUNG (Zea mays)
Budidaya jagung meliputi pemilihan lokasi dan waktu tanam yang tepat, persiapan lahan dan pemilihan benih unggul, proses penanaman, pemeliharaan tanaman melalui pemupukan dan penyiraman, serta pemanenan pada waktu yang ideal. Jagung memerlukan sinar matahari langsung, suhu ideal 23-27 °C, dan pH tanah 5,6-7,5.
1. Pemilihan Lokasi dan Waktu Tanam
- Lokasi: Pilih lahan yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Lahan sebaiknya memiliki aerasi baik dan ketersediaan air cukup.
- Waktu Tanam: Tentukan waktu tanam yang tepat untuk mendukung keberhasilan panen.
2. Persiapan Lahan dan Benih
Pengolahan Lahan:
Bersihkan lahan dari gulma. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan metode konvensional atau metode Tanpa Olah Tanah (TOT) pada lahan gembur, yang dapat menghemat waktu dan biaya.
Pemilihan Benih:
Pilih benih unggul dan berkualitas baik untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.
Setelah lahan siap dan benih disiapkan, lakukan penanaman benih di lahan. Jarak tanam yang umum adalah 70 cm x 20 cm atau 70 cm x 40 cm.
Pemupukan: Lakukan pemupukan secara berkala untuk mendukung pertumbuhan akar dan tanaman.
Penyiraman: Lakukan penyiraman secara berkala, terutama saat tanaman masih muda atau saat tanah terasa kering.
Pengendalian Gulma dan Hama: Jaga kelembapan tanah dan lindungi tanaman dari gulma serta serangan hama.
Tanaman jagung dapat dipanen saat berumur sekitar 65 hingga 75 hari setelah tanam.
Jika menanam jagung manis, panen jagung muda yang ada di bagian paling pangkal terlebih dahulu untuk memaksimalkan hasil.