Loading...

HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-40 DI PROVINSI JAMBI

HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-40 DI PROVINSI JAMBI
Hari Krida Pertanian tingkat Provinsi Jambi yang ke-40 yang diadakan di Desa Koto Panap, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh pada tanggal 4 Juli - 5 Juli 2012. Dihadiri oleh utusan dari 9 Kabupaten dan 2 Kota dalam lingkup Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Sarolangon, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tebo, Kota Jambi, dan Kota Sungai Penuh. Utusan Kabupaten Batanghari berangkat pada hari Selasa, 3 Juli 2012 dari Ibu kota Kabupaten yaitu Kota Muara Bulian, menuju tempat penginapan, di Desa Jujun Kabupaten Kerinci. Rombongan berjumlah 20 orang, yang terdiri dari pejabat struktural Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Batanghari, para penyuluh, para petani yang terdiri dari ketua KTNA Kabupaten, Ketua KTNA Kecamatan dan Ketua Gapoktan. Pada tanggal 4 Juli 2012 rombongan peserta Kabupaten Batanghari menuju tempat acara untuk mengikuti beberapa perlombaan, diantaranya lomba memasukkan belut ke dalam botol dengan mendapat juara 2, lomba menentukan jenis kelamin anak itik, lomba mengupas kelapa yang mendapat juara 1, lomba memipil jagung, lomba cerdas cermat petani, lomba lari karung, dan lomba tarik tambang. Kemudian tanggal 5 Juli 2012 adalah puncak peringatan Hari Krida Pertanian yang dihadiri oleh Bapak Gubernur Jambi, Bapak Drs. H. Hasan Basri Agus, MM. dan Ibu Yusniana Hasan Basri Agus beserta rombongan pemerintahan Tingkat 1 Provinsi Jambi dan jajaran pemerintahan dan pejabat Kabupaten dan Kota se-Provinsi Jambi. Diawali dengan sambutan dari walikota Sungai Penuh, Bapak Prof. Dr. H. Asafri Jaya Bakri, MA., dalam sambutannya menyatakan bahwa tradisi Hari Krida Pertanian dalam masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci telah dilaksanakan sejak beberapa abad silam. Tradisi HKP tersebut berasal dari tradisi Kenduri Sko yang dikenal saat ini. Warisan budaya masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci tersebut merupakan wujud rasa syukur pada saat panen dan semangat gotong royong di berbagai kegiatan dalam masyarakat. Beliau juga menekankan arti penting Hari Krida Pertanian adalah hari bersyukur dan hari berbangga hati, hari berbangga hati dan mawas diri, instropeksi atas darma bakti bersama masyarakat pertanian kepada bangsa dan negara. Kemudian sambutan dari gubernur Jambi, Bapak Drs. H. Hasan Basri Agus, MM. Dalam sambutannya juga mengharapkan agar semua pihak dapat memahami makna dan arti penting HKP dan tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata. Beliau juga mengharapkan agar program pengembangan bisa ditindak lanjuti. Beliau juga berharap agar ke depan Provinsi Jambi swasembada kedelai, jagung, dan komoditas pangan lainnya. Beliau mengharapkan agar semua dinas-dinas terkait dan masyarakat mampu bekerja sama untuk mewujudkannya. Setelah mengikuti rangkaian acara pembukaan HKP, rombongan mengunjungi stand pameran hasil pertanian kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Stand pameran Kabupaten Batanghari membawa salak yang dibudidayakan di Desa Karmeo, Kecamatan Bathin XXIV, makanan-makanan yang dibuat oleh pengrajin Kabupaten Batanghari seperti kacang goreng, kue semprong, keripik labu, dan lainnya. Ada juga beberapa hasil pertanian seperti terong, kisik, yang dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Batanghari. Stand Kabupaten Batanghari juga adalah stand yang laris karena dalam waktu singkat semua hasil pameran habis dibeli pengunjung. Setelah itu, rombongan pun bersiap pulang ke Kabupaten Batanghari. Satu hal yang menjadi kekaguman rombongan adalah Kota Sungai Penuh adalah Kota yang indah dengan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata dan sungguh dirindukan untuk berkunjung kembali. Ditulis oleh Merlin Manalu, S. Pi (Penyuluh Perikanan Kabupaten Batang Hari)