Loading...

HARI TEMU DEMFARM DI DS HARUSAN TELAGA KEC.AMUNTAI SELATAN KAB.HSU KALSEL

HARI TEMU DEMFARM DI DS HARUSAN TELAGA KEC.AMUNTAI SELATAN KAB.HSU KALSEL
HARI TEMU DEMFARM (FIELDS DAY) TAHUN 2012 DI DESA HARUSAN TELAGA KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KAB. HULU SUNGAI UTARA Desa Harusan Telaga, Selasa, 30 Oktober 2012. Acara Hari Temu Lapang Demfarm (Farmer Fields Day) Tahun 2012 untuk Kecamatan Amuntai Selatan dilaksanakan di Desa Harusan Telaga. Pada Tahun 2012 Kabupaten Hulu Sungai Utara memperoleh bantuan dana dekon untuk kegiatan Demfarm sebanyak 6 Unit yang dilaksanakan di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Amuntai Selatan 3 Unit dan Kecamatan Amuntai Utara 3 Unit. Untuk Kecamatan Amuntai Selatan Kegiatan Demfarm dilaksanakan di Desa Cempaka, Padang Tanggul dan Harusan Telaga. Acara Temu Lapang Demfarm ini dihadiri oleh Kabid. SDM BP4KKP, Kelompok Jabatan Fungsional BP4KKP, POPT Kecamatan Amuntai Selatan, Kepala BPK Amuntai Selatan, PPL Kec. Amuntai Selatan dan perwakilan kelompok tani yang ada di Kec. Amuntai Selatan. Dalam sambutannya Bpk. Ir. Yuli Hertawan menyampaikan bahwa Hari Temu Lapang ini sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan Penyuluhan Demfarm yang ada di Kec. Amuntai Selatan. Beliau mengatakan Kegiatan Demfarm ini diperuntukkan bagi Kelompok tani yang tidak mendapatkan bantuan SL-PTT. Beliau juga mengatakan Temu Lapang ini sangat bermanfaat bagi petani karena dapat saling berkomunikasi antara petani dan petugas (BP4KKP, POPT, PPL) untuk mengevaluasi permasalahan yang dihadapi petani serta mencari solusinya sehingga pada tahun yang akan datang produktivitas dapat ditingkatkan lagi. Sebelum pelaksanaan kegiatan penyuluhan Demfarm ini dilaksanakan Temu Teknis Tingkat Kabupaten, dan Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kecamatan. Kemudian untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Demfarm ini juga dilaksanakan Forum Petani sebanyak 4 kali dan Kursus Tani sebanyak 6 kali. Pada Acara Temu Lapang ini juga dipaparkan secara sistematik tentang pelaksanaan kegiatan Demfarm yang telah dilaksanakan Di Desa Harusan Telaga oleh Bapak Tamjidillah (petani pelaksana), mulai dari penggunaan varietas yaitu Inpari 13 yang merupakan benih kelas BP. Pengolahan Lahan dengan TOT dan menggunakan Trichoderma cair untuk mempercepat proses pembusukan. Perlakuan benih dengan teknik pengapungan (larutan air garam 30 gr/ liter air). Sedangkan persemaian dilakukan sebanyak 2 kali hal ini disebabkan faktor alam yaitu pada minggu pertama bulan mei dan minggu ketiga bulan mei 2012. Pada persemaian ini diberikan pupuk urea sesuai dosis. Bibit yang ditanam adalah bibit muda < 21 hari hal ini dikarenakan kondisi lahan sudah kering. Sistem tanam menggunakan jajar legowo 4 : 1 dengan jarak tanam 35 x 35 cm; 25 x 25 cm dan 20 x 20 cm. Pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama pada lahan macak-macak menggunakan pupuk urea dan NPK; setelah lahan mulai kekeringan dilakukan pemupukan kembali dengan menggunakan pupuk organik cair. Pemeliharaan / Pengendalian gulma dilahan Demfarm di semprot dengan menggunakan herbisida. Pengendalian H/P terutama tikus dengan menggunakan petrocom. Panen dilakukan setelah gabah (90-95%) gabah berwarna kuning. Dari Hasil ubinan diperoleh hasil rata-rata 5,3 Kg = 8,48 ton / Ha GKP. Hal yang menarik dari apa yang disampaikan oleh Bapak Tamjidillah tersebut adalah bahwa beliau dapat menyimpulkan bahwa sistem tanam jajar legowo 4 : 1 dengan jarak tanam 35 x 35 cm ternyata dapat mengatasi / mengurangi serangan hama tikus dan blast dibandingkan dengn jarak tanam 25 x 25 cm dan 20 x 20 cm. Acara Temu Lapang ini juga diisi dengan diskusi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh petani. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh petani adalah serangan penyakit Blast serta masih rendahnya harga jual gabah. Selain itu kurangnya sarana prasarana (JUT). Dalam acara Temu Lapang itu juga disampaikan tentang pengendalian H/P Blast oleh POPT Kec. Amuntai Selatan Bpk. Alan bahwa yang perlu diperhatikan adalah pemilihan benih / bibit. Gunakan benih / varietas yang tahan penyakit Blast, serta menggunakan sistem tanam jajar legowo untuk mengurangi kelembaban udara karena penyakit Blast berkembang di daerah yang lembab. Pada akhir kata kami selaku Kelompok Jabatan Fungsional BP4KKP berharap agar kegiatan penyuluhan seperti Demfarm ini dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani, serta meningkatnya jumlah petani yang menerapkan inovasi teknologi padi yang sesuai rekomendasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi di lahan petani. Untuk penyuluh yang ada di Kecamatan Amuntai Selatan dengan adanya kegiatan Demfarm ini meningkatkan kinerja penyuluh dalam pengawalan dan pendampingan program P2BN. By: M.Rizqan Mannan, S.Pi (Admin HSU) dan KJF BP4KKP Kab. HSU