Loading...

HARI TEMU LAPANG PETANI Dalam Kegiatan Peningkatan produksi Beras Nasional (P2BN) Ds. Hambuku Pasar Kec. Sungai Pandan Kab.HS

HARI TEMU LAPANG PETANI Dalam Kegiatan Peningkatan produksi Beras Nasional (P2BN) Ds. Hambuku Pasar Kec. Sungai Pandan Kab.HS
HARI TEMU LAPANG PETANI Dalam Kegiatan Peningkatan produksi Beras Nasional (P2BN) Desa Hambuku Pasar Kec. Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012 Acara Hari Temu Lapang Petani dilaksanakan pada hari senin tanggal 22 Oktober 2012 di Desa Hambuku Pasar Kecamatan Sungai Pandan dihadiri oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Bpk. Ir. H. Afran Rovaidy HN, MP), Kabid. SDM BP4KKP (Bpk. Ir. Yuli Hertawan), Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) BP4KKP Kab. HSU, BPTP Propinsi Kal-Sel, PHP Kec.Sungai Pandan, Ka UPT Diperta TPH Kec. Sungai Pandan, Kepala BPK Sungai Pandan beserta PPL Kec. Sungai Pandan, Kepala BPK Sungai Tabukan beserta PPL Kec. Sungai Tabukan, Kepala BPK Babirik beserta PPL Kec. Babirik, PPL Kecamatan Amuntai Tengah, Kades Hambuku Pasar dan Kades Hambuku Raya, Ketua Gapoktan "Kayuh Baimbai" desa Hambuku Pasar, Kelompok Tani desa Hambuku Pasar dan Perwakilan Kelompok Tani se Kecamatan Sungai Pandan. Acara Hari Temu Lapang Petani di Desa Hambuku Pasar Kecamatan Sungai Pandan dihadiri oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Bpk. Ir. H. Afran Rovaidy HN, MP, Kabid. SDM BP4KKP (Bpk. Ir. Yuli Hertawan), Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) BP4KKP Kab. HSU, BPTP Propinsi Kalimantan Selatan, Kepala BPK Sungai Pandan beserta PPL Kec. Sungai Pandan, Kepala BPK Sungai Tabukan beserta PPL Kec. Sungai Tabukan, Kepala BPK Babirik beserta PPL Kec. Babirik, PPL Kecamatan Amuntai Tengah, Kades Hambuku Pasar dan Kades Hambuku Raya, Ketua Gapoktan "Kayuh Baimbai" desa Hambuku Pasar, Kelompok Tani desa Hambuku Pasar dan Perwakilan Kelompok Tani se Kecamatan Sungai Pandan. Pada sambutannya Kepala Badan Bapak Ir. H. Afran Rovaidy HN, MP mengatakan bahwa dengan diadakannya Hari Temu Lapang Petani ini, petani dapat mengungkapkan permasalahan yang mereka hadapi dan dipecahkan bersama sehingga kedepannya nanti akan dapat dilaksanakan suatu kegiatan untuk dapat menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Kepala Badan berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun, beliau mengharapkan agar petani lebih berperan aktif didalam kelompok sehingga kelompok tani akan lebih maju lagi. Beliau juga mengatakan dengan berkelompok petani akan lebih mudah mendapatkan Informasi dan bantuan. Anggota kelompok dapat menyampaikan permasalahannya kepada pengurus kelompok, pengurus kelompok menghubungi PPL sehingga permasalahan dapat segera dipecahkan. Beliau juga mengharapkan agar Pusluhdes yang ada dapat diberdayakan / dimanfaatkan sebagai ajang pertemuan petani untuk menyampaikan permasalahannya dan perencanaan kegiatan penyuluhan / programa desa. Selain itu beliau juga berharap agar ada dari petani yang dapat dijadikan sebagai Penyuluh Swadaya, karena dibandingkan dengan kabupaten lain kita sudah jauh tertinggal. Pada akhir kata sambutannya beliau berpesan agar "Benahi Kelompok Tani, Hidupkan Kelompok Tani, sehingga kita bisa lebih baik lagi". Selain Kepala BP4KKP Kab. HSU pada Hari Temu Lapang Petani di desa Hambuku Pasar Kec. Sungai Pandan, perwakilan BPTP Propinsi Kal-Sel Bapak Ir. Abdul Sobur juga menyampaikan sambutannya, beliau mengatakan bahwa apa yang dikatakan Bapak Kepala Badan Ir. H. Afran Rovaidy HN. MP tersebut memang sangat luar biasa, memang kedepannya kelompok tani harus berperan lebih aktif lagi. BPTP dalam hal ini bertugas melakukan pendampingan dalam hal penerapan teknologi pertanian / Varietas Unggul Baru dibeberapa Kecamatan di Kab. HSU diantaranya di kec. Sungai Pandan, Kec. Babirik, Kec. Amuntai Tengah, Kec. Haur Gading dan Kec. Amuntai Selatan. VUB yang diterapkan adalah : Inpara 1, 2, 3, Situpatenggang, Inpari 11, 13, dan 20. Untuk Varietas yang khusus lahan Rawa Lebak seperti Inpara 1, 2, 3; rata - rata hasil produksi 6 ton/Ha ada juga yang mendekati 10 ton/Ha. Keuntungan menggunakan benih VUB dari segi Hama / penyakit lebih tahan, seperti penyakit Blast, lebih tahan / toleran terhadap kekeringan, umur genjah /pendek. Teknik budidaya dengan sistem jajar legowo, karena dengan sistem jajar legowo serangan hama tikus lebih kecil, sirkulasi udara lebih baik sehingga mengurangi serangan hama / penyakit, penyerapan unsur hara oleh tanaman lebih bagus, teknologinya sangat sederhana namun hasilnya tinggi. Dalam acara tersebut Bapak ir. Abdul Sobur juga menyampaikan bahwa petani harus mulai memperhatikan cara penerapan teknologi contohnya saja seperti pemupukan, apabila dilakukan tidak tepat / sesuai anjuran akan mengakibatkan kerugian bagi petani, oleh sebab itu penerapan teknologi seperti pemupukan yang sesuai anjuran seperti tepat waktu, tepat cara dan tepat dosis harus diperhatikan, disinilah peran PPL. Selain pemupukan penerapan teknologi pertanian seperti Pengendalian Hama Terpadu juga harus dilaksanakan. Hama / Penyakit sebelum menyebar luas harus dikendalikan, apabila petani tidak menguasai teknologi PHT seperti penggunaan pestisida secara berlebihan akan berakibat fatal / penyakit akan rentan terhadap pestisida. Pada intinya VUB memerlukan penanganan teknologi secara terpadu mulai dari pemilihan benih unggul bersertifikat, pengolahan tanah, pengairan, pemupukan, sistem tanam, pengendalian Hama / penyakit sampai penanganan panen dan pasca panen. Dalam Acara Hari Temu Lapang Petani Ketua Gapoktan "Kayuh Baimbai"Juga menyampaikan bahwa dengan adanya SL-PTT dapat meningkatkan pengetahuan petani kita, karena sebelumnya petani kita menggunakan benih curahan / bukan benih bersertifikat/berlabel sekarang sudah menggunakan benih berlabel, sistem tanam dulu petani tidak menggunakan jajar legowo sekarang sudah menggunakan sistem tanam jajar legowo, petani sudah melakukan pemupukan, yang dulunya sebelum SL-PTT petani melakukan penyemprotan Hama / Penyakit menggunakan pestisidan tidak sesuai dosis sekarang sudah menggunakan pestisida sesuai anjuran, sebelum SL-PTT produksi padi dilahan petani berkisar 8 - 10 blek per borong (benih curahan), namun Setelah diadakan SL-PTT produksi dilahan petani menjadi 15 - 20 blek per borong (benih unggul berlabel) dan petani juga telah melakukan Analisa Usaha Tani mereka. Pada Acara Hari Temu Lapang Petani ini juga dilakukan diskusi antara petani dengan pemerintah tentang permasalahan yang dihadapi mereka selama melakukan kegiatan usaha tani seperti masalah Hama / Penyakit seperti blast, tikus dll, masalah pemupukan, masalah benih / VUB. Selain itu Ketua PERHIPTANI Bapak Ilhamsyah Noor juga menambahkan bahwa yang diharapkan oleh penyuluh adalah adanya partisifasi dari anggota kelompok untuk mengadakan pemupukan modal kelompok, beliau mengharapkan petani dapat menyisihkan sebagian kecil hasil panen mereka untuk tabungan kelompok. Beliau juga mengatakan bahwa PPL adalah Mitra Kerja Petani, tujuan dari PPL adalah untuk meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keluarganya. Oleh sebab itu beliau mengharapkan agar petani kita dapat mengaktifkan pertemuan kelompok. By: M. Rizqan Mannan, S.Pi (admin Kabupaten HSU) dan Kelompok Jabatan Fungsional BP4KKP Kab HSU