Rhizoctonia solani Kuhn (Thanatephorus cucumeris [FR] Donk) Hawar pelepah, merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit ini merusak pelepah, sehingga untuk menemukan dan mengenali penyakit, perlu dibuka kanopi pertanaman. Penyakit menyebabkan tanaman menjadi mudah rebah, makin awal terjadi kerebahan, makin besar kehilangan yang diakibatkannya. Penyakit ini menyebabkan gabah kurang terisi penuh atau bahkan hampa. Hawar pelepah terjadi umumnya saat tanaman mulai membentuk anakan sampai menjelang panen. Namun demikian, penyakit ini juga dapat terjadi pada tanaman muda . Penyakit disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani, dengan gejala awal berupa bercak oval atau bulat berwarna putih pucat pada pelepah . Dalam keadaan yang menguntungkan (lembab), penyakit dapat mencapai daun bendera. Patogen bertahan hidup dan menyebar dengan bantuan struktur tahan yang disebut sklerotium. Penyakit ini sangat sulit dikendalikan karena pathogen bersifat poliphag (memiliki kisaran inang yang sangat luas). Pemupukan tanaman dengan dosis 250 kg urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per ha dapat menekan perkembangan penyakit ini. Cara pencegahan penyakit a.l.: ¢ atur pertanaman di lapang agar jangan terlalu rapat; ¢ keringkan sawah beberapa hari pada saat anakan maksimum; Gejala hawar pelepah daun yaitu bercak keabu-abuan berbentuk oval memanjang atau elips di antara permukaan air dan daun. ¢ bajak yang dalam untuk mengubur sisa-sisa tanaman yang terinfeksi; ¢ rotasi tanaman dengan kacang-kacangan untuk menurunkan serangan penyakit; ¢ buang gulma dan tanaman yang sakit dari sawah; ¢ gunakan fungisida (bila diperlukan) antara lain yang berbahan aktif: heksakonazol, karbendazim, tebukanazol, belerang, flutalonil, difenokonazol, propikonazol, atau validamisin A. Sumber Balai Pengkajian Kalsel dan IRRI