Loading...

HIDROPONIK APUNG, INOVASI BARU YANG COBA DIKEMBANGKAN PETANI DI PEMATANG PUDU

HIDROPONIK APUNG, INOVASI BARU YANG COBA DIKEMBANGKAN PETANI DI PEMATANG PUDU
Hidroponik adalah metode pertanian yang ramah lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan pestisida dan air, serta memanfaatkan ruang yang terbatas, hidroponik membantu menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan penanaman secara berkelanjutan sepanjang tahun tanpa tergantung musim. Hidroponik apung atau floating raft system adalah teknik budidaya tanaman dengan media air yang terapung di atas larutan hara. Hidroponik ini memiliki prinsip menanam tanaman dengan media air dalam keadaan terapung di atas larutan hara. Di Kecamatan Mandau sebelumnya telah banyak dikembangkan hidroponik sistem NFT, sehingga hidroponik sistem apung ini adalah inovasi baru yang cukup menarik perhatian. Hidroponik rakit apung sangat mungkinditerapkan di lahan sempit seperti pekarangan rumah.Pembuatan rakit apung juga sangat sederhana dan dapatmemanfaatkan bahan yang ada disekitar kita. Kelebihannya antara lain biaya pembuatan murah, bahan mudah dicari, pertumbuhan tanaman lebih cepat, suhu air lebih stabil, aman dari dehidrasi saat listrik mati. Sebagai petani yang baru mencoba sistem ini, David mengungkapkan memilih mencoba hidroponik apung karena hidroponik rakit apung tergolong sederhana dan lebih aman dari hidroponik lain seperti aeroponik dan NFT. Pembuatannya lebih gampang dengan menggunakan kolam penampungan air, styrofoam atau sejenisnya sebagai rakit agar tetap mengapung, rockwool, dan netpot sebagai wadah untuk penyangga tanaman. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah ketersediaan larutan nutrisi dalam kolam. Dalam praktiknya, ia mengalami kendala dimana dalam sistem rakit apung sebagian besar akar tanaman terendam dalam air secara terus menerus, sehingga rentan terjadi pembusukan akar. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau)Agustus 2024