LANGKAH SUKSES MEMULAI AGRIBISNIS, Itulah tema yang diangkat oleh Ketua KTNA Kabupaten Tabanan dalam pelaksanaan kursus tani Pendidikan dan Pelatihan KTNA yang diadakan dalam rangka memperingatan hari ulang tahun KTNA di Kabupaten Tabanan yang ke 40. Pelatihan ini diadakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya ( P4S ) Sri Wijaya, yang terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, dengan para instruktur yang berasal dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Tabanan, Fakultas Pertanian Universitas Udayana, FK-P4S Provinsi Bal, KTNA dan HKTI, serta nara sumber dari Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, yang pembukaannya dilakukan oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tabanan. Dalam pelatihan ini berbagai teori dan praktek yang diberikan pelatih yang berkaitan dengan pengelolaan usaha tani yang berbasis agribisnis. Adapun tujuan dari pelaksanaan pelatihan tersebut adalah untuk menciptakan SDM petani yang handal dan mampu mengimbangi persaingan dalam usaha tani yang semakin ketat, dengan penerapan secara utuh sub-sub system agribisnis dalam pengelolaan usaha tani. Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan usaha tani, dalam rangka mensiasati pemilikan lahan yang sempit. Lahan pertanian yang sempit ini harus dioptimalkan dalam pengelolaannya agar dapat memberikan hasil yang optimal, dengan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pelestarian alam dan lingkungan. Pelatihan ini diikuti oleh 32 orang petani termasuk juga peserta yang berasal dari luar Kabupaten Tabanan. Dalam pembukaan pelatihan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tabanan, berpesan kepada para peserta bahwa dalam menghadapi kondisi iklim yang kurang menentu diharapkan ketekunan dan kesabaran serta kerjasama dan koordinasinya dengan berbagai pihak, khususnya dengan para penyuluh. Dengan adanya lembaga P4S yang merupakan tempat petani untuk menimba pengetahuan dan keterampilan agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengantisifasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha taninya, serta sebagai sumber informasi dan teknologi . Dalam rangka memperingati hari ulang tahun KTNA yang ke 40, Ketua KTNA Kabupaten Tabanan mengatakan bahwa kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa, sehingga Kabupaten Tabanan sebagai daerah agraris dan daerah maritim yang mempunyai potensi untuk dikembangkan pada masa-masa yang akan datang. Anugrah Tuhan tersebut senantiasa disikapi dengan memanggil setiap putra daerah untuk mendayagunakan, melindungi, melestarikan dan mengelola sumber-sumber daya tersebut secara bertanggung jawab dalam mewujudkan cita-cita, mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat khususnya petani dan nelayan, sekaligus membangun kehidupan bersama yang jujur, adil, rukun, aman, damai dan sejahtera, yang mana hal ini adalah merupakan impian para petani “nelayan, sesuai program yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu menuju Tabanan SERASI ( sejahtera, aman dan berprestasi). Sebagai patner pemerintah, KTNA telah 40 tahun ikut berperan aktif dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Tabanan. Banyak kemajuan, serta prestasi yang pernah diraih, namun banyak juga permasalahan dan hambatan yang dihadapi petani “ nelayan yang belum terselesaikan. Oleh karena itu melalui momen peringatan hari ulang tahun ini Ketua KTNA mengajak seluruh petani “ nelayan Kabupaten Tabanan untuk menundukkan kepala sejenak untuk merenung tentang apa yang telah dilaksanakan selama ini dan selanjutnya mengevaluasi diri, berkaca dan bercermin, menghitung kelebihan dan kekurangan, mengukur kekuatan dan kelemahan, kemudian menyinsingkan lengan baju untuk berbuat dan berjuang demi kepentingan mayoritas masyarakat Kabupaten Tabanan. Disamping kegiatan pelatihan, beberapa kegiatan lainnya yang dilaksankan dalam rangka peringatan hari ulang tahun KTNA di Kabupaten Tabanan seperti lomba mancing, yang diikuti oleh berbagai kalangan dan masyarakat umum, kegiatan bakti social berupa mengadakan pasar murah yang dirangkaikan kegiatan seremonial berupa pelantikan Pengurus DPC HKTI Kabupaten Tabanan dan pelantikan Pengurus Wilayah FK-P4S Provinsi Bali. Sehingga kegiatan ini merupakan kegiatan yang special, karena baru pertama kali terjadi dimana tiga organisasi petani dapat bersatu padu dalam satu kegiatan. Acara yang lain berupa Tirta Yatra ( perjalanan ke tempat-tempat suci oleh umat beragama hindu) yaitu ke Pura Pulau Manjangan, Kabupaten Buleleng. ( Widiada, Bapeluh Kabupaten Tabanan, Bali).