Loading...

Indonesia dan Jerman Melakukan Kerjasama Produksi Kopi Ramah Lingkungan

Indonesia dan Jerman Melakukan Kerjasama Produksi Kopi Ramah Lingkungan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian. Cq Direktorat Perkebunan bekerja sama dengan Pemerintah Jerman melaksanakan Kerjasama dibidang produksi kopi yang berwawasan lingkungan berkelanjutan (tanpa menebang hutan) di Provinsi Jawa Barat. Salah satu yang dilirik oleh Jerman adalah kopi produksi Korporasi Java Preanger Lestari Mandiri (JPLM), Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korporasi ini masuk dalam salah satu major projec pengembangan korporasi Kementerian Pertanian yang pada tahun 2023 lalu telah dibekali bimbingan teknis dari Pusat Penyuluhan Pertanian terkait pengelolaan kelembagaan ekonomi petani. Kegiatan Bimtek tersebut dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober- 1 November 2023 di BPP Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebagai wujud perhatian dan tindak lanjut pendampingan dan pengawalan melalui sosialisasi dan bimbingan teknis di Korporasi JPLM, dilakukan sosialisasi rencana kegiatan kerjasama antara Korporasi JPLM dan GIZ Jerman yang dilaksanakan di BPP Pacet, Kecamatan Cikoneng, Jawa Barat. Peserta pertemuan berasal dari pengurus dan anggota Korporasi Java Preanger Lestari Mandiri (JPLM), Kementerian Pertanian (Dirjen BUN, Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP), Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, dan Komite GIZ Jerman, dengan PT Indo Cafco sebagai penanggungjawab teknis di lapangan. Sosialisasi kegiatan Kerjasama antara Korporasi JPLM dengan komite GIZ dilaksanakan dengan menghadirkan Direktur GIZ ; Mr. Dominic beserta jajaran. Hasil dari Proyek yang akan dikerjasamakan antara Korporasi JPLM dengan GIZ dengan dukungan dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen BUN terdapat 4 result area . Meningkatkan pendapatan petani kecil melalui peningkatan kompetensi penanganan GAP (Good Agrikultural praktis), dengan aktivitas proyek pemberian pengetahuan mengenai penanganan GAP, Training of Trainer GAP, mentoring pertanaman kopi, Demplot pertanaman kopi yang memperkenalkan F1 hibrid Arabica, hama penyakit dan monitoring carbon pada perkebunan kopi. Pada result area 1, diharapkan dukungan dari Perhutani, KLHK, Disbun Jabar dan Kementan. Waktu : tahun 2023- 2025 Meningkatkan kekuatan organisasi/ kelompok tani , dengan aktivitas proyek assessment kelompok tani, Pelatihan petani, strategi bagi kelompok tani, training pelatihan gender dan persiapan kelompok tani untuk memperoleh sertifikat Rainforest Alliance. Pada result area 1, diharapkan dukungan dari Disbun Jabar. Waktu : 2023 – 2024 Memproduksi kopi pada lahan perkebunan tanpa menebang hutan/ deforestation (petani diarahkan untuk memperoleh sertifikat Rainforest Alliance), dengan aktivitas proyek memastikan deforestation (tidak ada penebangan hutan) dan memproduksi kopi secara legal melalui pemetaan resiko deforestation, pemetaan petani dan lahannya, standar sertifikat petani dibawah Rainforest Alliance Certification. Pada result area 3, diharapkan dukungan dari Perhutani, KLHK, Disbun Jabar dan Kementan. Waktu : tahun 2023- 2025 Memproduksi kopi dengan tetap melestarikan lingkungan dan tidak menebang hutan, Peningkatan kapasitas petani dan berbagi pengetahuan diantara sesama petani , dengan aktivitas proyek lingkungan pertanaman kopi bebas penebangan hutan melalui rencana aksi untuk korporasi JPLM, Kerjasama dengan komite GIZ untuk kopi arabika dan regulasi kopi EUDR. Pada result area 4, diharapkan dukungan dari Disbun Jabar, Kementan, Kementerian Hukum HAM, komite GIZ Waktu : 2023 – 2025 Hasil pertemuan ini selanjutnya akan disosialisasikan lebih lanjut kepada seluruh pengurus dan anggota. (Lani.Dwi)