inovasi pengelolaan bank sampah oleh kelompok tani di desa jenawi kec. jenawi
inovasi pengelolaan bank sampah oleh kelompok tani di desa jenawi kec. jenawi persoalan sampah di desa jenawi kecamatan jenawi menjadi masalah pelik yang belum terpecahkan sampai sekarang, hal tersebut ditandai dengan banyaknya sampah yang menggunung di titik tertentu sampah tersebut akan menjadi permasalahan jika pengelolaan sampah belum baik dan benar. jika di setiap daerah sudah memiliki bank sampah tentunya produksi sampah menjadi lebih terkendali karena bank tersebut akan mengelola sampah dengan baik dan benar. oleh sebab itu kwt resik mandiri desa jenawi berinisiatif untuk mendirikan bank sampah. cara pengelolaan bank sampah adalah diantaranya: buku administrasi pengelola bank sampah harus memiliki buku administrasi yang lengkap. buku yang harus dimiliki tersebut adalah buku tabungan khusus untuk anggota, daftar anggota, buku induk besar keuangan bank sampah, buku rekapan penyetoran anggota dan yang terakhir adalah buku yang berisi daftar hadir anggota yang menyetorkan sampah. pemilihan petugas awalnya dibutuhkan beberapa petugas saja, namun ketika jumlah sampah semakin banyak barulah pekerja bisa ditambah lagi. setiap petugas sampah memiliki tugasnya masing-masing. dalam bank sampah terdapat petugas yang bekerja menimbang sampah, petugas yang mencatat berat sampah yang disetorkan anggota, pengelola tabungan yang mencatat hasil setoran, dan yang terakhir adalah petugas yang melakukan negosiasi terhadap pengepul sampah kemudian menerima uang dari pengepul. mengumpulkan sampah dengan prosedur yang benar cara mengelola bank sampah dengan benar yang paling penting adalah proses pengumpulan sampah. jika pengumpulan sampah tidak terjadwal dengan baik maka bank sampah tersebut tidak akan berjalan dengan baik. proses penyetoran sampah ini bisa dijadwalkan selama seminggu atau bisa dua minggu sekali. saat menyetorkan sampah, ada beberapa proses yang harus dilakukan yaitu berikut ini: daftar hadir setiap anggota yang akan menyetorkan sampah wajib mengisi daftar hadir yang menjadi tanda bahwa anggota tersebut telah menyetorkan sampahnya. setelah anggota sudah mengisi daftar hadir, anggota tersebut harus memperlihatkan sampah yang disetorkannya kepada petugas bank sampah tersebut. memilah sampah jika anggota yang menyetorkan sampahnya belum memilah sampah tersebut petugas harus memilah sampahnya sesuai dengan jenis sampah tersebut. misalnya saja mencampurkan sampah plastik dengan plastik lainnya. sebaiknya petugas juga memberikan instruksi kepada anggota sebelum disetorkan ke bank sampah harus dipilah terlebih dahulu. penimbangan sampah yang disetorkan harus ditimbang oleh petugas sesuai dengan jenisnya. hal ini berguna untuk menghitung berat sampah berdasarkan jenisnya dengan akurat sebab harganya pun berbeda. setelah ditimbang hasilnya akan dicatat oleh petugas di dalam catatan kecil kemudian diserahkan kepada anggota. tabungan anggota yang sudah mendapatkan catatan harus menyetorkannya pada petugas khusus tabungan. pencatatannya di dalam buku induk bank sampah. dijual ke pengepul atau dibuat kerajinan untuk dijual sampah yang sudah disetorkan oleh anggota akan dimasukkan ke dalam wadah besar barulah kemudian jika sudah banyak akan diambil oleh pengepul atau dijadikan sebagai berbagai macam barang daur ulang sampah yang menarik dan unik. demikianlah beberapa cara mengelola bank sampah dengan benar yang patut untuk diperhatikan, semoga informasi ini bermanfaat.