Padi gogo tumbuh baik di didaerah dengan curah hujan 875-1.000 mm per 3,5-4 bulan. Padi gogo dapat ditanam didataran rendah hingaan pada ketinggian 800 m dari permukaan laut. Lahan yang banyak digunakan untuk pengembangan padi gogo adalah yang bertopografi datar, bergelombang dengan rincian sebagai berikut: topografi datar dengan kemiringan kurang dari 3 %, bergelombang dengan kemiringan 3-15 %, berbukit dengan kemiringin 15-30 % dan bergunung pada kemiringan lebih dari 30%. Untuk meningkatkan produksi padi gogo, perlu diterapkan inovasi teknologi sebagai berikut:1. Pengolahan lahanLahan yang dapat digunakan untuk penanaman padi gogo ada empat tipe yaitu lahan perladangan berpindah, lahan perladangan perpindah modern, lahan perladangan tumpangsari dan lahan perladangan tetap. a. Lahan perladangan berpindah cara pengolahan lahan ini dilakukan dengan menebang, membakar lalu menanami. Setelah 2-3 tahun kesuburan tanahnya menurun, lahan tersebut ditinggalkan untuk berpindah ke lain tempat dengan cara yang sama;b. Lahan perladangan perpindah modern, pengolahannya dilakukan pada lahan hutan tanaman Industri (HTI) atau tanaman perkebunan yang secara periodik ada peremajaan. Sebelum lahan ditanami tanaman hutan industri atau perkebunan, lahan tersebut dapat ditanami padi gogo; c. Lahan perladangan tumpangsari, pengolahan lahan ini merupakan lanjutan dari Lahan perladangan perpindah modern yang lahannya telah ditanami hutan tanaman industri sampai tanaman hutan industri atau perkebunan tersebut telah berumur tiga tahun atau tanaman pokok menutup 50%; d. Lahan perladangan tetap, pengolahannya dipersiapkan untuk lahan ladang tetap yang ditanamai padi gogo. 2. Pengolahan tanah Pengolahan tanah pada lahan perladangan berpindah dan lahan perladangan perpindah modern dapat dilakukan tanpa pengolahan namun cukup dilakukan dengan membersihkan rumput atau alang-alang dengan herbisida. Sedang lahan perladangan tumpangsari dan lahan perladangan tetap dilakukan dengan menggunakan alat sederhana atau mesin. Pengolahan tanah yang paling baik adalah dengan garpu yang diakukan pada saat musim kering. Tanah dibalik untuk mengurangi gulma, dengan cara ini pertumbuhan gulma dapat dihambat selama dua bulan setelah tanam. Bila gulma dua bulan setelah tanam tidak tumbuh, pertanaman padi gogo tidak perlu disiang. 3. Pemilihan benihVaritas unggul padi gogo yang direkomendasikan untuk ditanam adalah Batulegi, Situ Bagendit, Situ Patenggang, Limboto, Way Rarem, Jatiluhur dan Towuti. Hasil varietas unggul baru tersebut berkisar antara 3-5 ton/ha, jika dibandingkan dengan varietas lokal hasilnya berkisar 1,5-2,5 ton/ha. sehingga jika dibandingkan antara varietas unggul dan varietas lokal, varietas unggul produksinya lebih tinggi sekitar 0,5-3,5 ton/ha. 4. Perlakukan benihAgar bibit dapat tumbuh dengan baik, benih perlu dilakukan perlakuan dengan pestisida agar benih tidak terinfeksi penyakit/jamur yang akan mengganggu saat perkecambahan dan saat pertumbuhan bibit. Ada tiga cara perlakuan benih yaitu: a) pencelupan/ perendaman dalam larutan pestisida; b) pencampuran benih dengan tepung pestisida sehingga tepung pestisida tersebut dapat menyelimuti benih; c) perlakuan basah yaitu yaitu pestisida dicampur dengan sedikit air kemudian dicampurkan dengan benih yang kering, sehinga benih tersebut diliputi cairan insektisida. Benih padi yang sudah mendapat perlakuan kemudian dikeringkan. 5. Waktu dan cara tanam . Waktu tanam dapat dilakukan bila curah hujan sudah mencapai 200 mm/bulan. Penentuan waktu tanam padi gogo dapat juga didasarkan kepada kedalaman basah tanah yaitu bila tanah telah basah pada kedalaman 10 - 20cm dari permukaan tanah, maka padi gogo sudah dapat ditanam.Penanaman padi gogo di daerah datar, padi gogo dapat ditanam dengan cara larikan dengan jarak tanam 20 cm x 30 cm x 20 cm dengan kedalaman 3-5 cm Sedang di daerah berlereng, cara tanam padi gogo dengan cara tugal dengan kedalaman 4-5 cm pada kelembaban tanah yang cukup, kemudian lubang tugalan ditimbun. Dengan cara ini dapat terhindar dari hilangnya benih karena run off saat terjadinya hujan. 6. PemupukanAgar pertumbuhan tanaman bagus, pemupukan dilakukan tiga kali. Pada saat pemupukan kedua dan ketiga sebaiknya menggunakan ukuran standar yaitu dengan bagan warna daun (BWD). Bila warna daun daun dibawah 3 maka pertanaman harus segera dipupuk Pelaksanaan pemupukan kedua dilakukan dalam larikan selanjutnya pemupukan ketiga biasanya disebar. Yang perlu diperhatikan dalam pemupukan adalah waktu pemupukan, pada pertanaman padi gogo pemberian pupuk harus pada saat tanah lembab atau setelah hujan. 7. PenyianganPada lahan yang diolah dengan cangkul, untuk menekan pertumbuhan gulma, pada 1-2 hari sebelum tanam benih atau 1-2 hari setelah tanam benih, lahan diaplikasi dengan herbisida. Sedang pada lahan yang diolah dengan garpu untuk membalik tanah, gulma biasanya tidak tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam, sehingga tidak perlu pertanaman tidak perlu disiangi. 8. Pengendalian Hama dan PenyakitHama yang biasa menyerang padi gogo adalah penggerek batang padi putih (Schirpophaga innotata), penggerek batang kepala hitam (chilo polychrysus), penggerek batang bergaris (chilo suppressalis), pemakan daun (belalang padi, belalang kembara, lalat bibit (Atherigona sp), tikus, wereng coklat (Nilaparvata lugens), wereng hijau dan walang sangit (Leptocorisa sp). Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan pestisida apabila populasi hama sudah mencapai ambang ekonomi. Salah satu cara pencegahan adalah dengan menggunakan perlakuan benih dan pada setiap saat pemupukan dicampur dengan insektisida bentuk butiran yang sistemik. Penyakit yang banyak menyerang padi gogo adalah blas (Prycularia grisea). Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan fungisida pada saat anakan maksimum dan 5% tanaman berbunga. Fungisida yang dapat digunakan adalah yang berbahan aktif edifenphos, tetrachlorophthalide, kasugamysin,benomyl, isoprotionalane dan thiophanat methyl. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, dapat dilakukan dengan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu antara lain: a) menggunakan varietas yang tahan hama/penyakit; b) bibit sehat; c) menerapkan pola tanam yang sesuai; d) rotasi tanaman; e) waktu tanam yang sesuai; e) pembersihan pertanaman dari gulma; f) menerapkan trap barier system (TBS); dan g) penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir. 9. Panen dan pasca panenPelaksanaan panen padi gogo adalah sama dengan panen padi sawah. Panen padi gogo varietas unggul baru (VUB padi gogo) dapat dilakukan dengan arit di pangkal batang. Sistim pemanenan dapat dilakukan secara individual atau beregu (ceblokan atau kelompok). Bila dibandingkan dengan pemanenan secara individu, sistim beregu lebih menguntungkan apalagi bila dipadukan dengan kelembagaan Unit Pengelola Jasa Alsintan) yang dapat mengurangi kerugian akibat kehilangan hasil panen. Untuk cara perontokan dapat dilakukan dengan cara digiles, gebot atau dengan alat perontok (thresher), keuntungan dengan alat thresher antara lain lebih menguntungkan karena meni ngkatkan hasil karena gabah yang tidak rontok lebih sedikit dan mutu gabah dan beras lebih baik. Pengeringan gabah dapat dilakukan dengan cara dijemur dibawah panas matahari atau dengan mesin pengering. Apabila dijemur dengan memanfaatkan sinar matahari, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut yaitu: a) alas penjemuran yang digunakan berupa terpal atau plastik tebal atau lantai jemur yang bersih dari kotoran (tanah,kerikil, jerami dll); b) ketebalan hamparan gabah diatas alaspenjemuran sekitar 5-7 cm agar laju keringnya optimal; c) pembalikan gabah selama penjemurandilakukan setiap 1-2 jam sekali; d) penjemuran dihentikan apabila kadar air gabah mencapai 14%. Untuk pengeringan gabah dengan alat pengering yang harus diperhatikan antara lain: a) kapasitas atau tebal tumpukan gabah; b) suhu udara panas yang dilairkan;c) kecepatan aliran udara panas; dan c) penghentian pemanasan gabah setelah air mencapai sekitarr 14%. Setelah hasil panen dijemur/dikeringkan gabah disimpan dalam karung. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Baehaki, Husin M.Toha dkk, 2010. Panduan Umum SLPTT Padi Gogo, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian.2) Dihimpun dari beberapa sumber