Loading...

INOVASI VARIETAS UNGGUL PADI BERAS MERAH DI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG

INOVASI VARIETAS UNGGUL PADI  BERAS MERAH  DI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG
Pendahuluan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi berkembang, yang masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai petani. Dewasa ini dengan adanya program UPSUS (Upaya Khusus) Peningkatan Produksi PJK (Padi Jagung dan Kedelai) menjadikan 3 (tiga) komoditas tanaman pangan tersebut menjadi salah satu pusat perhatian bagi pemerintah dan masyarakat di Provinsi Kep. Bangka Belitung. Saat ini diantara tiga komoditas dalam program UPSUS tersebut yang potensinya dimiliki dan bisa untuk dikembangkan adalah tanaman padi. Preferensi (kesukaan) sebagian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap padi yang akan dibudiadayakan adalah padi dengan karakteristik beras berwarna merah (beras merah). Kebiasaan dan budaya menyebabkan padi beras merah ini dibeberapa kabupaten cenderung memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras biasa (putih). Di Kabupaten Belitung Timur sebagai contoh, beras biasa (putih) ditingkat pedagang rata-rata Rp. 10.000,-/kg sedangkan beras merah 12.000,-/kg. Beras merah dikenal karena memiliki pigmen merah yang mengandung senyawa antioksidan yang dipercaya baik bagi kesehatan tubuh. Antioksidan adalah molekul yang menghambat oksidasi molekul lain. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas berantai yang dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel. Antioksidan menghentikan reaksi berantai ini dengan menghapus intermediet radikal bebas, dan menghambat reaksi oksidasi lainnya. Kandungan Beras Merah Berdasarkan hasil penelitian, antioksidan dalam beras dapat dikelompokkan menjadi enam kelompok: asam-asam fenolik, flavonoids, antosianins dan proantosianidins, tokoferols dan tokotrienols (vitamin E), ?-orizanol dan asam fitik. Diantara ke-enam kelompok tersebut, dibandingkan dengan serealia lain (jagung, gandum, oat, barley, rye, sorgum dan millet), beras memiliki kadar ?-orizanol dan antosianins yang lebih tinggi. Lebih lanjut, di kelompok antosianins biasanya Cyanidin-3-O-glucoside ditemukan kadarnya paling tinggi dalam beras merah/hitam diikuti Peonidin-3-O-glucoside. Berbeda dengan beras putih, beras merah biasanya dipasarkan dalam bentuk beras pecah kulit atau beras sosoh sebagian untuk mempertahankan pigmen merahnya yang berada dalam lapisan kulit (bekatul). Beras merah biasanya diolah menjadi bubur beras merah untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Selain itu, beras merah juga dapat ditepungkan menjadi tepung beras merah sebagai bahan baku untuk membuat kue-kue basah atau kering sebagaimana layaknya tepung beras putih. Varetas Padi Beras Merah Kementerian Pertanain telah melepas Beberapa varietas padi merah yang saat ini sudah banyak diadopsi oleh petani khususnya di Provinsi Kep. Bangka Belitung. Varietas padi tersebut antara lain Aek Sibundong, Inpari 24 Gabusan 7, Inpago 7 dan Inpara 7. Karakteristik masing-masing varietas memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari potensi hasil hingga ketahanan terhadap hama penyakit tanaman. Berikut deskripsi singkat mengenai empat (4) varietas padi beras merah tersebut. 1. Aek Sibundong Potensi hasil varietas Aek Sibundong adalah 8 ton/ha GKG, umur 108 s.d 125 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah Agak tahan terhadap hama wereng coklat biottipe 2 dan 3 serta agak tahan terhadap bakteri hawar daun daun strain IV. Padi jenis ini cocok ditanam dengan ketinggian 700 m dari permukaan laut. 2. Inpari 24 Gabusan Potensi hasil varietas Inpari 24 Gabusan adalah 7,7 ton/ha GKG, umur 111 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV, agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII. Padi jenis ini cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-600 m dari permukaan laut. 3. Inpago 7 Potensi hasil varietas Inpago 7 adalah 7,4 ton/ha GKG, umur 111 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah agak tahan terhadap wereng batang coklat bio tipe 1 dan 2, agak rentan terhadap wereng batang coklat bio tipe 3, Tahan terhadap penyakit blas ras 133, agak tahan blas ras 033, 173, dan 73. patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV, agak rent1an terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII. Padi jenis ini Baik ditanam di lahan kering dataran rendah sampai sedang 4. Inpara 7 Potensi hasil varietas Inpaga 7 adalah 5,1 ton/ha GKG, umur 114 hari dengan rasa nasi yang pulen. Ketahanan varietas Aek Sibundong terhadap hama dan penyakit tanaman adalah agak tahan terhadap tungro isolat subang, Tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 173, agak tahan blas ras 133, patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV, agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe VIII. Padi jenis ini Baik ditanam di lahan sawah pasang surut dan lebak. Ditulis oleh : Feriadi, S.P. Sumber Bacaan : Suprihatno, Bambang et al. 2010. Deskripsi Varietas Padi. 105 hal. http://bbpadi.litbang.deptan.go.id Sumber Gambar : BBPadi Subang-Jawa Barat