Loading...

INPARI 42 AGRITAN GSR VS TROPIKO dI KECAMATAN GAPURA, SUMENEP

INPARI 42 AGRITAN GSR VS TROPIKO dI KECAMATAN GAPURA, SUMENEP
Sukses mengenalkan varietas unggul baru padi Inpari 42 Agritan GSR di Kecamatan Gapura sejak tahun 2017, akhirnya musim tanam ini kami mengenalkan kembali kepada petani di Kecamatan Gapura pada khususnya salah satu varietas unggul baru padi inbrida yaitu Tropiko. Lokasi penanaman tersebar di empat desa yaitu Desa Andulang, Mandala, Gapura Timur dan Gapura Barat. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat adaptasi dan produksi dari varietas ini di Kecamatan Gapura yang 80% wilayahnya notabene merupakan daerah pantai. Dari aspek morfologi dan umur tanaman, kedua varietas ini juga hampir sama. Inpari 42 Agritan GSR dan Tropiko sama-sama berasal dari golongan Cere dengan umur berkisar 112-114 HSS. Tinggi tanaman juga hampir sama berkisar 93-106 cm (sepinggang orang dewasa). Jumlah anakan produktif sama sekitar 18 malai/rumpun, namun untuk potensi jumlah bulir per malai masih lebih tinggi Tropiko (±135 butir) dibandingkan Inpari 42 Agritan GSR (±123 butir). Oleh karena itu, tanaman ini harus diberi nutrisi yang cukup terutama unsur P dan K, agar potensi hasil dapat tercapai dan tanaman tidak rebah. Berdasarkan deskripsi varietas dan informasi yang didapat, bahwa Tropiko memiliki potensi produksi yang hampir sama dengan Inpari 42 Agritan GSR. Potensi hasil Inpari 42 Agritan GSR dan Tropiko masing-masing 10,58 ton/Ha GKG dan 10,53 ton/ha GKG. Demikian juga untuk rata-rata riil produktivitas di lapangan yaitu ±7,11 ton/Ha GKG (Inpari 42 Agritan GSR) dan ±7.47 ton/ha GKG (Tropiko). Kedua varietas ini di lapang terbukti memiliki produktivitas diatas rata-rata padi inbrida umumnya dan sedikit dibawah hibrida. Kualitas berasnya pun juga tidak kalah. Keduanya sama-sama memiliki tekstur nasi pulen, namun bila dilihat dari kadar amilosanya, Tropiko memiliki rasa lebih pulen dari Inpari 42. Kadar amilosa Tropiko (±20,4% ) dan Inpari 42 Agritan GSR (±18,84%). Bila dilihat performa keduanya dilapang saat ini, Inpari 42 Agritan GSR memang lebih tahan terhadap kekeringan dan lebih respon terhadap pemupukan. Dengan aplikasi pupuk serta lokasi yang sama, tanaman Inpari 42 Agritan GSR tampak lebih hijau. Demikian juga dengan ketahanan terhadap penyakit Blast dan Hawar Daun Bakteri (Kresek), Inpari 42 Agritan GSR lebih tahan dibandingkan Tropiko. Semoga harapan kami bahwa kedua varietas ini mampu tumbuh prima dan memberikan hasil terbaik bagi petani dapat tercapai dimusim ini, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan di wilayah yang lain. Jika Inpari 42 Agritan GSR musim kemarin bisa mencapai 9 ton/Ha GKP, semoga musim ini mengalami peningkatan. Petani pun memiliki banyak alternative varietas padi untuk dibudidayakan, tentunya yang sesuai dengan kondisi agroklimat dan memiliki produksi tinggi. Oleh : DELLY HOS KAPILA, SP Penyuluh Pertanian Kec. Gapura