Bahan organik tanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan produksi pertanian. Kadar bahan organik tanah yang rendah menyebabkan pemberian pupuk anorganik/sintetik menjadi tidak efektif dan efisien. Pemberian pupuk organik ke dalam tanah akan memperbaiki sifa-sifat fisik, kimia dan biologi tanah, selain menambah ketersediaan hara tanaman. Perangkat Uji Pupuk Organik (PUPO) adalah alat bantu untuk menetapkan kadar C-organik dan hara pupuk organik dalam bentuk remah secara cepat di lapangan. Alat ini merupakan penyederhanaan dari analisis pupuk di labortorium. Alat ini bermanfaat untuk membantu pelaku pasar dan petani untuk mengetahui kualitas pupuk organik secara cepat di lapangan. PUPU dapat digunakan pula oleh pengawas pupuk untuk monitor kualitas pupuk yang beredar di pasaran. Pada versi 1.1 ini parameter uji PUPO meliputi: C, Ph, N, P, K dan Fe. Cara pengambilan contoh pupuk merupakan upaya untuk mendapatkan contoh yang mewakili, menghindari kontaminasi dari peralatan dan bahan lain serta mencegah perubahan sifat-sifat contoh. Keadaan-keadaan yang dapat mempengaruhi sifat-sifat contoh dicatat sebagai keterangan contoh. Dalam pengambilan contoh pupuk, identitas pupuk seperti jenis pupuk, merek dagang, jumlah, dan keterangan lainnya dicatat dengan baik. Contoh pupuk dapat diambil di tempat penyalur, gudang, pengecer, pelabuhan, truk, pabrik. PENGAMBILAN CONTOH PUPUK BUTIRAN TERBUNGKUS Karung berisi pupuk diletakkan mendatar. Tusukkan alat pengambil contoh secara diagonal dari sudut kesudut dihadapannya, posisi celah pada alat menghadap ke bawah. Putarkan alat setengah putaran dan tarik perlahan. Masukkan contoh pupuk kedalam kantong plastik. Pengambilan contoh pupuk dilakukan beberapa kali secara acak untuk mendapatkan sebuah contoh komposit dengan ketentuan sebagai berikut: a). Jumlah pupuk lebih dari 10 karung. Dipilih secara acak 10 karung pupuk, dan tiap karung diambil sebuah anak contoh; b). Anak-anak contoh diaduk secara merata dan diambil ± 0,5 kg sebagai contoh pewakil. Contoh pupuk dimasukkan kedalam kantong plastik dan diberi label. PENGHALUSAN CONTOH PUPUK Contoh pupuk organik diambil kurang lebih 10 g contoh pewakil untuk dihaluskan dengan lumpang. Contoh halus dianalisis dengan PUPO. Sisa contoh dimasukkan ke dalam kantong plastik, diberi label dan ditutup rapat agar dapat digunakan untuk pengujian bila diperlukan. CARA PENETAPAN KADAR BAHAN ORGANIK a). Contoh pupuk diambil sebanyak satu sendok takar kecil (sekitar 0,5 gram); b). Contoh dimasukkan kedalam tabung reaksi, ditambahkan 5 ml pereaksi C-1 lalu dikocok, diamkan selama 5 menit (setiap 1 menit dihomogenkan dengan mengocok selama 10 detik); 3). Kemudian ditambahkan 1 ml pereaksi C-2. Kocok hingga pereaksi bercampur dan homogen. Biarkan selama 10 menit; 4). Pindahkan sebanyak 1 ml ekstrak jernih (cairan bagian atas) ke dalam tabung lain. Tambahkan air bebas ion sebanyak 1 ml. Kocok hingga homogen (warna merata); 5). Amati warna pada menit ke 15 kemudian bandingkan dengan bagian warna C. Catat kadar C pada bagan warna yang paling cocok dengan warna ekstrak. CARA PENETAPAN Ph a). Masukkan 0,5 g contoh ke dalam gulungan kertas saring. Gulungan yang berisi contoh tersebut dimasukkan kedalam tabung; b). Tambhakan pengekstrak pH-1 hingga 5 ml, biarkan 1 menit. Goyangkan tabung beberapa kali hingga 2 menit; c). Teteskan 1 tetes pereaksi pH-2. Goyangkan kembali tabung perlahan sampai homogen; d). Amati warna larutan (maksimum hingga 15 menit), bandingkan dengan bagan warna pH. Nilai pH pada bagan warna yang memiliki warna yang sama dengan larutan contoh adalah pH contoh pupuk. CARA PENETAPAN KADAR HARA NITROGRN (N) 1) contoh pupuk halus diambil sebanyak satu sendok takar kecil (0,5 gram); 2). Contoh dimasukkan kedalam tabung reaksi, ditambahkan 5 ml pereaksi N-1, lalu dikocok ±10 detik (hingga homogen), didiamkan 5 menit dan disaring; 3). Pindahkan sebanyak 1 ml filtrat (ekstrak jernih) ke dalam tabung reaksi lalu ditambah 1 ml pereaksi N-2, dikocok dan didiamkan 5 menit dan disaring; 3). Pindahkan 1 ml ekstrak ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 1 ml pereaksi N-3, dikocok, ditambahkan beberapa butir N-4, dikocok, diamkan 5 menit; 5). Pindahkan 1 ml ekstrak ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 1 ml pereaksi N-5, dikocok, ditambahkan 2 ml pereaksi N-6 dan kocok; 6). Amati perubahan warna, bandingkan dengan bagan warna N pada menit ke 5. Kadar N (% N) contoh pupuk dibaca dari kadar N bagar warna yang memiliki warna paling sesuai dengan warna larutan contoh. CARA PENETAPAN KADAR HARA FOSFOR (P) Tahapan penetapan kadar hara fosfop (P); 1). Contoh pupuk diambil sebanyak satu sendok takar kecil (0,5 g); 2). Contoh dimasukkkan ke dalam tabuang reaksi, ditambahkan 10 ml pereaksi P-1, lalu dikocok hingga homogen (± 10 detik). Biarkan 5 menit sambil sesekali dikocok, lalu disaring; 3). Pindahkan 1 ml ekstrak jernih kedalam tabung lain. Tambahkan air bebas ion hingga volume ekstrak menjadi 10 ml. Kocok suoaya homogen; 4). Pindahkan 1 ml ekstrak ke dalam tabung reaksi lain, tambahkan 1 ml pereaksi P-2 dan dikocok; 5). Tambahkan beberapa butir pereaksi P-3, kemudian dikocok sampai butiran larut; 6). Amati perubahan warna larutan, bandingkan dengan bagan warna P. Catat kadar P pada bagan warna biru yang paling cocok dengan warna larutan pada menit ke 15. CARA PENETAPAHAN KADAR HARA KALIUM (K) Cara penetapahan Hara Kalium (K); 1). Contoh pupuk diambil sebanyak satu sendok takar kecil (0,5 gram); 2). Contoh dimasukkan ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 5 ml pereaksi K-1, lalu dikocok hingga homogen, didiamkan selama 15 menit dan disaring; 3). Pindahkan 1 ml ekstrak jernih ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 1 ml pereaksi K-2, kocok hingga homogen; 4). Ditambahkan 1-2 tetes pereaksi K-3 perlahan-lahan melalui dinding tabung (jangan dikocok); 5). Amati pembentukan endapan putih berbentuk kabut di atas larutan kuning pada menit ke 15. Kadar K dalam contoh ditentukan dengan cara sebagai berikut; a. Pada < 1 % K2O tiddak ada endapan putih, b. Pada 1-2,5 % K2O endapan putih terlihat dengan ketebalan sekitar 1 mm dipermukaan larutan kunin; c. Pada > 2,5% K2O endapan putih terbentuk lebih tebal (>1 mm). CARA PENETAPAN KADAR BESIH (Fe) Cara penetapan kadar besih (Fe) antara lain: 1). Contoh pupuk diambil sebanyak satu sendok takar kecil (sekitar 0,5 gram); 2). Contoh dimasukkan ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 5 ml pereaksi Fe-1, lalu di kocok, diamkan selama 5 menit sambil sesekali dikocok, kemudian disaring; 3). Pindahkan 1 ml ekstrak jernih ke dalam tabung lain, ditambahkan 1 ml pereaksi Fe-2, kocok dan diamkan selama 5 menit; 4). Pindahkan 1 ml larutan tadi ke tabung reaksi lain, ditambahkan 1 ml pereaksi Fe-3, kocok dan diamkan 5 menit; 5) ditambahkan 1 ml pereaksi Fe-4, kocok; 6). Bandingkan warna lrutan contoh dengan bagan warna Fe pada menit ke 5; 7). Kadar Fe dalam contoh sesuai dengan kadar Fe bagan warna yang memiliki intensitas warna merah yang sama. Sumber Informasi: Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Disusun oleh Yesika Resonya Silitonga, SP(Penyuluh BSIP Sulbar)