Selama ini bahan pakan unggas masih banyak diimpor dari luar negeri. Oleh karena itu perlu diupayakan agar usaha peternakan kita tidak tergantung pasokan dari luar negeri. Mengingat pakan lokal mempunyai potensi yang tinggi dalam ketersediaan pakan ternak bila dikelola dengan baik. Salah satu solusi untuk memanfaatkan pakan lokal dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak dengan memasukkan ternak-ternak unggas peliharaan khususnya ayam kampung/lokal atau itik ke dalam lahan tanaman pertanian atau perkebunan sehingga dapat terjadi interaksi bagi kedua komoditi secara terpadu untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani dengan tetap memelihara kelestarian lingkungan. Manfaat integrasi ternak unggas dengan tanaman : 1) mengefisiensikan pemeliharaan dengan mengurangi biaya pembelian pakan untuk meminimalkan biaya produksi; 2) mengurangi ketergantungan impor bahan baku pakan dengan pemanfaatan hasil samping tanaman pertanian/ perkebunan. Berbagai sinergi yang dapat dilakukan ternak unggas dengan tanaman yaitu dengan tanaman padi, tanaman jagung, tanaman singkong dan tanaman sawit. Integrasi unggas dengan tanaman padi Ayam lokal dan itik mampu memanfaatkan hasil samping tanaman padi. Demikian juga tanaman padi memberi keuntungan bagi ternak unggas. Banyak manfaat pemeliharaan unggas di dalam dan sekitar areal tanaman padi yaitu ¢ mampu memanfaatkan limbah pinggilingan padi, dimana hasil ikutan saat penggilingan padi berupa dedak padi dan menir sebagai sumber energi bahan pakan ternak unggas yang dapat dimanfaatkan oleh ayam maupun itik. Demikian juga dengan sekam dapat berfungsi sebagai litter kandang. ¢ Mendukung sumber bahan pakan lokal ¢ menghemat lahan pemeliharaan itik di sawah; ¢ memanfaatkan biota penganggu tanaman, jika itik di lepas ke tanaman padi dapat menekan pertumbuhan gulma dan populasi belalang, siput serta keong yang menganggu pertumbuhan padi.; ¢ Ayam dan itik menghasilkan kotoran untuk pupuk yang mampu menjaga kesuburan tanah pertanian, sehingga dalam usaha tanaman padi tidak tergantung kepada pupuk kimia . yang jika secara terus menerus digunakan dapat mengurangi produktivitas lahan. Selain itu dapat mengurungi pembelian pupuk. ¢ Ayam dan Itik menghasilkan nilai tambah dari telur dan daging.. Integrasi unggas dengan tanaman jagung Biji jagung merupakan salah satu bahan campuran pakan unggas.yang mempunyai kandungan energi yang tinggi dengan adanya kandungan pati > 60 %. Bahkan di beberapa pedesaan digunakan sebagai bahan pakan utama. Ternak unggas yang cocok di areal penanaman jagung yaitu ayam petelur, broiler/pedaging dan puyuh. Sedangkan semi intensif adalah ternak itik. Untuk lebih meningkatkan produktivitas, tanaman jagung dikombinasikan dengan tanaman ketela pohon. Ransum itik dapat dibuat dengan mencampurkan daun ketela pohon dan jagung. Kotoran itik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan lahan penanaman jagung dan ketela pohon sehingga dapat meningkatkan produktivitas jagung dan ketela pohon. Integrasi unggas dengan tanaman singkong Pemeliharaan unggas di sekitar perkebunan singkong , Satu hektar tanaman singkong mampu mensupplai pakan (ubi kerring dan daun singkong) untuk 500 - 1000 ekor ayam petelur dengan pemakaian maksimal dalam ransum sebanyak 10 %. Sedangkan jumlah kotoran yang dihasilkan unggas sekitar 25 -30 % dari ransum yang dikonsumsi.atausetara 11 ton pupuk organik/tahun. Kotoran yang dihasilkan dapat digunakan sebagai penambah unsur hara dan kesuburan tanah. Integrasi unggas dengan tanaman tanaman kelapa sawit Tanaman sawit mampu memproduksi bahan baku minyak goreng CPO, sebagai sumber energi untuk unggas.Selain itu dapat juga digunakan sebagai sumber energi dan protein. Ternak yang cocok pada areal kebun sawit adalah ayam kampung Dengan melepas ayam di perkebunan sawit dapat mengurangi gulma di kebun. Kotoran unggas dan kotoran yang dihasilkan berpotensi menyediakan unsur hara bagi tanah yang mampu meningkatkan produktivitas sawit. Sistem integrasi unggas dengan tanaman sawit mempunyai keuntungan timbal balik diantara keduanya.yaitu bagi industri/ perkebunan sawit menghemat tenaga kerja, mengurangi biaya pemupukan dan penyiangan; dan bagi usaha peternakan mengurangi biaya produksi Penyunting : Asia (BPPSDMP) Sumber informasi, .Direktorat pakan ternak; Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan 2012. Integrasi Unggas-Tanaman.