Loading...

Pemupukan Jagung

Pemupukan Jagung

Pemupukan berimbang pada tanaman jagung adalah pemberian unsur hara sesuai kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan target hasil. Pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produksi, efisiensi penggunaan pupuk, dan menjaga kesehatan tanah.

Tujuan Penyuluhan:
1. Memberikan pemahaman tentang prinsip pemupukan berimbang.
2. Mendorong petani menggunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
3. Meningkatkan produktivitas jagung secara berkelanjutan.

Manfaat Pemupukan Berimbang:
- Pertumbuhan tanaman lebih optimal.
- Efisiensi biaya pupuk.
- Mengurangi kerusakan struktur tanah.
- Hasil panen meningkat.

Unsur Hara yang Dibutuhkan Jagung:
1. Nitrogen (N): Memacu pertumbuhan vegetatif dan pembentukan klorofil.
2. Fosfor (P): Merangsang pertumbuhan akar dan pembentukan bunga.
3. Kalium (K): Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan memperkuat batang.

Rekomendasi Pemupukan (Umum):
- Pupuk Dasar (saat tanam): 100-150 kg/ha Urea + 100 kg/ha SP-36 + 50-100 kg/ha KCl.
- Pupuk Susulan I (umur 10-15 hari): 150 kg/ha Urea.
- Pupuk Susulan II (umur 35-40 hari): 100 kg/ha Urea + 50 kg/ha KCl.

Cara Aplikasi:
- Pupuk dasar ditabur di sekeliling lubang tanam atau larikan.
- Pupuk susulan diberikan 5-10 cm dari batang dan ditutup tanah.
- Hindari pemupukan saat hujan deras.

Penggunaan Pupuk Organik untuk Efisiensi:
- Berikan pupuk kandang matang 2-3 ton/ha.
- Pupuk organik meningkatkan kadar C-organik dan memperbaiki struktur tanah.

Tanda Kekurangan Unsur Hara:
- Kekurangan N: Daun menguning.
- Kekurangan P: Daun keunguan.
- Kekurangan K: Ujung daun mengering.

Kesimpulan:
Pemupukan berimbang meningkatkan produktivitas jagung, efisiensi pupuk, dan kesehatan tanah sehingga usahatani lebih menguntungkan dan berkelanjutan.