Para ahli peneliti di pusat penelitian telah berhasil menghasilkan varietas jagung hibrida G02 dari hasil persilangan antara galur murni GJ11 sebagai tetua betina dengan galur GJ15 sebagai tetua jantan (GJ11 x GJ15). Keunggulan yang dimiliki meliputi ; umur pendek, produksi tinggi, tahan rebah. Menteri Pertanian dengan keputusan SK Nomor 3796/kpts/SR.120/11/2010, melepas galur jagung hibria X7B445 sebagai varietas unggul dengan nama varietas Bima 7. Varietas unggul jagung Bima 7 juga seperti varietas unggul jagung lainnya yang secara bertahap mempunyai keunggulan dari varietas unggul jagung sebelumnya, secara rinci deskripsi varietas unggul jagung Bima 7 dapat dilihat di bawah ini ; Deskripsi Jagung Hibrida Varietas BIMA 7 Asal : Persilangan antara galur murni GJ11 sebagai tetua betina dengan galur GJ15 sebagai tetua jantan (GJ11 x GJ15) Golongan : Hibrida silang tunggal (single cross) Umur Tanaman : Berumur genjah 50 % keluar rambut ± 49 hari setelah tanam Masak fisiologis ± 89 hari setelah tanam Tinggi Tanaman : ± 189 cm Keseragaman tanaman : Seragam Batang : Tegak dan kuat Warna Batang : Hijau Kerebahan : Tahan rebah Warna daun : Hijau Bentuk malai : Besar dan Terbuka Warna malai (anther) : Putih kekuningan Warna sekam : Hijau kekuningan Warna rambut : Putih kehijauan Perakaran : Kuat Bentuk tongkol : Panjang dan silindris Kedudukan tongkol : Pertengahan tinggi tanaman Kelobot : Menutup rapat Baris Biji : Lurus dan rapat Jumlah baris biji per tongkol : 14 - 16 baris Warna biji : Orange Tipe Biji : Mutiara Berat 1000 butir (KA 15%) : ± 316 gram Rata - rata hasil : 10,0 ton / ha pipilan kering Potensi hasil : 12,1 ton / ha pipilan kering Kandungan karbohidrat : ± 71,0 % Kandungan protein : ± 10,4% Kandungan lemak : ± 4,5 % Ketahanan terhadap hama dan penyakit : Agak toleran terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), toleran terhadap penyakit karat daun (Puccinia sorghi), dan penyakit bercak daun (Helminthospororium maydis). Pemulia : Muhammad Azrai, Sri Sunarti, Muzdalifah Isnaini dan Andi Takdir Makkulawu Penguji : Roy Efendi, Idris, Wen Langgo, Sampara,Wasmo Wakman Demaks Masoara. Pengusul PT. Biogene Plantation. Dari deskripsi tersebut di atas terlihat bahwa umur tanaman jagung lebih kurang 89 hari jadi sampai dapat dipanen lebih kurang 3 bulan, produksi dapat mencapai 12,1 ton/ha pipilan kering, hal ini jika petani dapat melakukan budidaya yang baik akan memberikan hasil yang cukup baik bagi petani, yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Pada daerah yang sering dierang penyakit bulai, penyakit bercak daun dan karat daun sebaiknya jangan dilakukan penanam varietas jagung Bima 7 ini. Oleh ; Dr. H. Ibrahim Saragih / Penyuluh pertanian Sumber : SK Menteri Pertanian No 3796/ kpts/ SR.120/11/2010