Loading...

Jagung Hibrida Varietas BIMA 8

Jagung Hibrida Varietas BIMA 8
Salah satu varietas unggul jagung hibrida dari hasil persilangan yang dilakukan para ahli peneliti di pusat penelitian yaitu varietas jagung hibrida G06 dari hasil persilangan antara galur murni CML 252 sebagai tetua betina dengan galur murni GJ15 sebagai tetua jantan (CML 252 x GJ15). Berdasarkan keunggulan yang dimiliki meliputi ; umur pendek, produksi tinggi, tahan rebah. Menteri Pertanian dengan keputusan SK Nomor 3797/kpts/SR.120/11/2010. melepas galur jagung hibrida G06 sebagai varietas unggul dengan nama Bima 8. Varietas unggul jagung Bima 8 juga seperti varietas unggul jagung lainnya yang secara bertahap mempunyai keunggulan dari varietas unggul jagung sebelumnya, secara rinci deskripsi varietas unggul jagung Bima 8 dapat dilihat di bawah ini: Deskripsi Jagung Hibrida Varietas BIMA 8 Asal : Persilangan antara galur murni CML 252 sebagai tetua betina dengan galur murni GJ15 sebagai tetua jantan (CML 252 x GJ15). Golongan : Hibrida silang tunggal (single cross) Umur : Berumur genjah 50 % keluar rambut ± 49 hari setelah tanam Masak fisiologis ± 88 hari setelah tanam Tinggi tanaman : ± 187 cm Keseragaman tanaman : Seragam Batang : Besar dan kuat Warna Batang : Hijau Kerebahan : Tahan rebah Warna daun : Hijau Bentuk malai : Besar dan Terbuka Warna malai (anther) : Ungu Kehijauan Warna sekam : Ungu Kehijaun Warna rambut : Putih kekuningan Perakaran : Kuat Bentuk tongkol : Panjang dan silindris Kedudukan tongkol : Pertengahan tinggi tanaman Kelobot : Menutup dengan baik Baris Biji : Lurus dan rapat Jumlah baris biji per tongkol : 14 - 16 baris Warna biji : Orange Tipe Biji : Mutiara Berat 1000 butir (KA 15%) : ± 316 gram Rata - rata hasil : 10,1 ton / ha pipilan kering Potensi hasil : 11,7 ton / ha pipilan kering Kandungan karbohidrat : ± 73,2 % Kandungan protein : ± 8,6% Kandungan lemak : ± 5,1 % Ketahanan terhadap hama Dan penyakit : Toleran terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), toleran terhadap penyakit karat daun (Puccinia sorghi), dan penyakit bercak daun (Helminthospororium maydis). Pemulia : Muhammad Azrai, Sri Sunarti, Aviv Andraini, Amin Nur dan Andi Takdir Makkulawu. Penguji : Roy Efendi, Idris, Wen Langgo, Sampara,Wasmo Wakman dan Demaks Masoara. Pengusul : Balai Penelitian Tanaman Serelia. Dari deskripsi tersebut di atas terlihat bahwa umur tanam genjah, produksi tinggi dapat mencapai 11,7 ton / ha pipilan kering bila budidaya yang dilakukan cukup baik, tetapi bila budaidaya kurang baik dilakukan maka produksi akan menurun dari 11,7 ton / ha pipilan kering tersebut. Untuk menghindari serangan penyakit bulai, karat daun dan bercak daun sebaiknya dilakukan pencegahan sedini mungkin dengan menggunakan pestisida organik atau jika terpaksa menggunakan pestisida anorganik gunakanlah pestisida anorganik yang ramah lingkungan. Oleh ; Dr. H. Ibrahim Saragih / Penyuluh pertanian Sumber : SK Menteri Pertanian No 3797/ kpts/ SR.120/11/2010