Loading...

Jagung Hibrida Varietas P29

Jagung Hibrida Varietas P29
Salah satu varietas unggul jagung hibrida dari hasil persilangan yang dilakukan para ahli peneliti di pusat penelitian yaitu varietas jagung hibrida P29 dari hasil persilangan Persilangan FX7B445 dengan MX7B445 yang merupakan galur murni tropis yang dikembangkan oleh Piooner Hi-Bred Thailand, Inc. Berdasarkan keunggulan yang dimiliki meliputi ; umur pendek, produksi tinggi, tahan rebah dan tahan terhadap hama penyakit, maka Menteri Pertanian dengan keputusan SK Nomor 1228/kpts/SR.120/3/2010, melepas galur jagung hibria X7B445 sebagai varietas unggul dengan nama P29. Varietas unggul jagung P29 juga seperti varietas unggul jagung lainnya yang secara bertahap mempunyai keunggulan dari varietas unggul jagung sebelumnya, secara rinci deskripsi varietas unggul jagung P29 dapat dilihat di bawah ini ; Deskripsi Jagung Hibrida Varietas P29 Asal : Persilangan FX7B445 dengan MX7B445 yang merupakan galur murni tropis yang dikembangkan oleh Piooner Hi-Bred Thailand, Inc. Golongan : Hibrida silang tunggal (single cross) Umur : Dataran rendah 50 % keluar rambut ± 54 hari setelah tanam Masak fisiologis ± 114 hari setelah tanam Dataran tinggi 50 % keluar rambut ± 61 hari setelah tanam Masak fiiologis ± 121 hari setelah tanam Tinggi tanaman : Dataran rendah ± 234 cm Dataran tinggi ± 233 cm Keseragaman tanaman : Sangat seragam Batang : Kokoh Warna Batang : Hijau Kerebahan : Tahan rebah Warna daun : Hijau tua Bentuk malai : Tegak dan terbuka, bercabang Warna malai (anther) : Merah jambu Warna sekam : Kuning Warna rambut : Kuning, ujung merah jambu Perakaran : Baik Bentuk tongkol : Kerucut Kedudukan tongkol : Di pertengahan atas tanaman, dekat dengan batang Kelobot : Menutup dengan baik dan rapat Baris Biji : Lurus dan rapat Jumlah baris biji per tongkol : ± 14 baris Warna biji : Oranye Tipe Biji : Mutiara Berat 1000 butir (KA 15%) : ± 339,6 gram Rata - rata hasil : 8,1 ton / ha pipilan kering Potensi hasil : 10,8 ton / ha pipilan kering Kandungan karbohidrat : ± 56,0 % Kandungan protein : ± 7,5 % Kandungan lemak : ± 4,0 % Ketahanan terhadap hama dan penyakit : Tahan terhadap penyakit busuk tongkol Gibberella, agak tahan terhadap penyakit busuk tongkol Diplodia, tahan terhadap penyakit bercak daun kelabu (Grey Leaf Spot) dan hawar daun Northern Leaf Blight. Keterangan : Cocok dtanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian < 300 m dpl dan beradaptasi baik di lahan marginal. Pemulia : Emmanuel Serrano dan Febri Hendrayana. Pengusul : PT. DuPont Indonesia. Dari deskripsi tersebut di atas terlihat bahwa umur tanaman jagung lebih kurang 53 hari jadi tidak sampai 3 bulan sudah dapat dipanen, produksi dapat mencapai 11,1 ton/ha pipilan kering, hal ini jika petani dapat melakukan budidaya yang baik akan memberikan hasil yang cukup baik bagi petani, yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh ; Dr. H. Ibrahim Saragih / Penyuluh pertanian Sumber : SK Menteri Pertanian No 1228/ kpts/ SR.120/3/2010