Loading...

JAGUNG ORGANIK

JAGUNG ORGANIK
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan input produksi yang berasal dari bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Produk pertanian organik semakin diminati masyarakat seiring dengan tumbuhnya tren gaya hidup sehat yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian telah memiliki atribut aman dikonsumsi, bernutrisi tinggi, dan ramah lingkungan. Keinginan dan permintaan konsumen inilah yang menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia semakin meningkat. Saat ini, sebagian besar produk pertanian organik dunia dipasok oleh negara barat, seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea. Di Indonesia, pertanian organik sudah dikenal, meskipun masih dalam skala kecil dan hanya di beberapa daerah saja. Belum populernya pertanian organik di Indonesia, dikarenakan: 1) petani belum berminat mengerjakan praktek pertanian organik, 2) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, sehingga petani menganggap pasar dan harga produk pertanian organik belum jelas, dan 3) pertanian organik memerlukan investasi awal yang tidak sedikit, terutama untuk menyiapkan lahan yang harus bersih dari cemaran bahan kimia. Menyiapkan lahan untuk pertanian organik memerlukan waktu transisi paling sedikit 2-3 tahun, dan petani tidak cukup sabar menunggu waktu transisi ini. Meskipun belum banyak dikenal, namun petani pertanian organik mengatakan bahwa produk pertanian organik yang dihasilkan sangat laku dijual di pasaran. Salah satu produk pertanian organik yang semakin banyak diminati masyarakat adalah jagung organik. Berikut adalah cara menanam jagung organik yang mudah diterapkan. Perhatikan kondisi tanah Siapkan lahan atau tanah yang terbebas dari bahan kimia. Amati kondisi iklim di lokasi pertanaman. Jagung merupakan tanaman yang mudah beradaptasi di segala kondisi lingkungan, namun kondisi lingkungan yang tepat membuat tanaman jagung dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kondisi lingkungan yang panas dan terpapar sinar matahari yang panjang sangat cocok bagi pertumbuhan jagung organik. Pengolahan lahan Benih jagung dapat ditanam langsung tanpa pengolahan tanah, namun apabila dilakukan pengolahan tanah sebelumnya, akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Penelitian memperlihatkan bahwa lahan yang diolah dengan baik dan benar memberikan produksi jagung yang lebih tinggi. Lahan perlu dibersihkan dari rumput liar dan semak belukar, dilanjutkan dengan penggemburan menggunakan cangkul atau traktor yang berguna untuk memperbaiki sirkulasi udara dalam tanah. Setiap jarak 4 meter, perlu dibuatkan saluran untuk irigasi dan drainase. Pengolahan tanah dikerjakan minimal 15 hari sebelum tanam. Pemilihan benih unggul Pastikan benih jagung yang digunakan adalah unggul, yaitu bermutu secara genetik, fisik, dan fisiologi. Lebih baik pilih benih yang bersertifikat, sehingga kualitas tanaman dan hasil panen dapat dijamin. Benih bermutu memiliki daya tumbuh lebih dari 90%. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam larutan anti semut dan hama. Benih yang digunakan ada dua macam yaitu benih tanaman jantan yang nantinya akan dimanfaatkan serbuk sarinya, dan benih tanaman betina yang akan dimanfaatkan tongkolnya untuk benih. Kebutuhan benih jantan adalah 3 kg/ha, sedangkan benih betina sebanyak 9 kg/ha. Saat ini, benih bermutu sudah banyak dijual di pasaran. Penanaman benih Buat lubang tanam dengan menggunakan kayu atau sering disebut tugal, sedalam 3 – 4 cm. Benih Jantan ditanam lebih dahulu dan diberi tanda, 6 hari kemudian baru benih betina ditanam. Perbandingan populasi Jantan dan betina adalah 1:4. Jarak tanam antar betina adalah 75 x 25 cm, dan jarak baris betina dengan baris Jantan adalah 50 cm. Masukkan 1-2 benih per lubang, kemudian ditutup dengan tanah, abu atau sekam. Penyulaman Penyulaman dilakukan pada umur 7-10 hari, yaitu untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau mati. Caranya dengan memotong tanaman yang tidak tumbuh dengan baik atau mati menggunakan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Jangan mencabut tanaman secara langsung karena dapat melukai akar tanaman lain yang sehat. Jumlah dan jenis benih pengganti dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyiangan Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali, yaitu pada tanaman jagung yang masih muda dengan menggunakan tangan, cangkul kecil, garpu, dan lain-lain. Tindakan penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum kuat mencengkeram tanah. Pemeliharaan a. Pemupukan Pupuk yang digunakan yaitu pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk bokashi, dan pupuk organik cair. Pupuk organik dapat menyimpan unsur hara dalam waktu yang cukup lama. b. Pengairan Tiga hari sebelum tanam lahan diairi agar tanah lembab dan hangat, sehingga mempercepat perkecambahan benih serta menjaga ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, tujuannya menjaga tanaman tidak kekurangan atau kelebihan air, sehingga tanaman tidak layu. Menjelang tanaman berbunga diperlukan banyak air, sehingga perlu dialirkan air pada parit di antara bumbunan tanaman jagung. Selanjutnya, pengairan dilakukan setiap kali selesai pemupukan. Jadual pengairan yang dianjurkan adalah pada umur 3, 15, 30, dan 45 hari. c. Dangir dan bumbun Pendangiran adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi gulma di areal tanaman. Dangir dilakukan sebelum pemupukan yaitu pada umur 21 dan 28 hari. Pembumbunan adalah tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki sirkulasi udara serta membantu pertumbuhan perakaran tanaman. d. Cabut bunga (detaseling) Cabut bunga adalah mencabut bunga jantan di tanaman betina, kira-kira saat tanaman berumur antara 40-50 hari. Dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai selesai selama 7-10 hari sampai tidak ada lagi bunga jantan di tanaman betina. Jangan biarkan kuncup bunga jantan sampai mekar dan pollen sudah pecah, karena akan mengakibatkan self-pollinations. Selanjutnya, tanaman Jantan juga harus dibabat bila proses serbuk silang sudah selesai dan menghindarkan tercampurnya buah jantan pada saat panen. Tanda waktu pembabatan tanaman jantan dilihat dari rambut pada tongkol jagung sudah kering dan berwarna kecoklatan. Pencabutan tanaman jantan dilakukan cukup sekali yaitu pada umur 65 hari. e. Rouguing Rouguing adalah membuang tanaman yang bersifat menyimpang dari tanaman yang diharapkan, ciri utamanya yaitu penampilan tanaman yang terlalu subur ditandai dari daun yang lebar, warna pangkal batang yang merah, serta warna bunga yang merah. Rouging dilakukan pada tanaman jantan dan betina, dimaksudkan untuk menjaga kemurnian induk sebagai penghasil benih. Lakukan pengontrolan setiap minggu. f. Pengendalian hama dan Penyakit Pestisida alami membuat tanaman jagung lebih sehat, selain sangat ramah bagi lingkungan. Pembuatan pestisida alami tidak sulit, dapat menggunakan bahan yang ada di sekitar rumah seperti daun mimba, bawang putih, cabai rawit, jahe, dan lain sebagainya. Panen Tanaman jagung dapat dipanen pada umur 2 hingga 4 bulan setelah tanam, tergantung dari jenis jagung yang ditanam. Jagung manis dapat dipanen pada umur 95-100 hari. Tanaman jagung siap panen dicirikan tanaman mulai layu, daun berwarna kuning, tongkol berukuran besar, kelobot mengering dan bila dibuka biji sudah tampak kisut, serta ada black layer pada area titik tumbuh. Panen dilakukan dengan mematahkan tongkol jagung dari batang. Selanjutnya, kelobot pembungkus dibuka dengan cara disobek menggunakan tangan. Pisahkan buah normal, buah muda dan buah busuk. Buah mudah dijemur dahulu, sementara buah busuk langsung dibuang. Buah normal dikumpulkan dalam karung.