Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi. Bahkan dibeberapa tempat, jagung merupakan bahan makanan pokok utama pengganti beras atau sebagai campuran beras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung Indonesia tahun 2002 sebesar 9,65 juta ton pipilan kering. Berdasarkan data dari tahun 1998 - 2002 tidak terjadi kenaikan luas panen jagung. Diperkirakan luas panen jagung hanya 3,8 juta hektar. Untuk mengatasi kekurangan jagung dalam negeri khususnya untuk pakan ternak, tiap tahun terpaksa dilakukan impor sebesar1,5 juta ton sedangkan potensi lahan untuk penanaman jagung masih tersedia, dengan cara pembukaan lahan baru dan peningkatan produktivitaslahan yang ada. Diharapkan imporjagung dapat tergantikan dari produksi dalam negeri. Keuntungan bertanam jagung ternyata sangat besar. Selain biji sebagai hasil utama, batang jagung merupakan pakan ternak yang sangat potensial. Dengan demikian dalam pengusahaan jagung selain mendapat biji atau tongkol jagung masih ditambah lagi denganbrangkasannya yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Dari segi pengelolaan keuntungan bertanam jagung adalah kemudahan dalam budidaya. Tanaman jagung merupakan tanaman yang tidakmemerlukan perawatan intensif (tidak manja). Dan dapat ditanam di hampir semua jenis tanah. Resiko kegagalan bertanam jagung umumnya sangat kecil dibandingkan tanaman palawija lainnya. Hampir seluruh bagian tanaman jagung memiliki nilai ekonomis. Secara umum beberapa manfaat bagian-bagian tanaman jagung dijelaskan sebagai berikut : - Batang dan daun muda untuk pakan ternak - Batang dan daun tua (setelah panen) untuk pupuk hijau atau kompos - Batang dan daun kering untuk kayu bakar - Batang jagung untuk lanjaran (turus) - Batang jagung untuk pulp (bahan kertas) - Buah jagung muda untuk sayuran , perkedel, bakwan dan sambel goreng Jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok sekitar 70% dari hasilproduksi digunakan untuk konsumsi, selain sebagai bahan pangan, jagung juga menjadi campuran bahan pakan ternak, bahan ekspor non migas serta bahan baku pendukung industri. Secara garis besar kegunaan jagung dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. 1. Bahan Pangan Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jagung sudah menjadi konsumsi sehari-hari. Biasanya jagung dibuat dalam bentuk makanan seperti nasi jagung, bubur jagung, jagung campuran beras, danbanyak lagi makanan tradisional yang berasal dari jagung. 2. Bahan Pakan Ternak Bagi sebagian besar peternak di Indonesia jagung merupakan salah satu bahan campuran pakan ternak. Bahkan dibeberapa pedesaan jagung digunakan sebagai bahan pakan utama. Biasanya jagung dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti dedak, shorgun, hijauan, dan tepung ikan. Pakan berbahan jagung umumnya diberikan pada ternak ayam,itik dan puyuh. 3. Bahan Baku Industri Dipasaran banyak beredar produk olahan jagung. Produk olahan jagung tersebut pada umumnya berasal dari industri skala rumah tangga hingga produksi besar. Secara garis besar beberapa industri yang mengolah jagung menjadi produk sebagai berikut : a. Industri giling kering, yaitu menghasilkan tepung jagung b. Industri giling basah yaitu menghasilkan pati, sirup, gula jagung, minyak dan dextrin. c. Industri destilasi dan fermentasi, yaitu industri yang menghasilkan ethyl alkohol, aseton, asam laktat, asam sitrat, gliserol, dan lain-lain. Jagung untuk bahan baku industri (jagung hibrida dan varietas unggul komposite) ditanam pada lahan sawah atau lahan kering beriklim basah dengan menerapkan teknologi maju dengan demikian dapat dikatakan bahwa jagung untuk bahan makan pokok dan jagung untuk bahan baku industri merupakan 2 komoditasyang berbeda. Jagung hibrida tidak terima sebagai makanan pokok, dan jagung lokal (jagung putih) tidak diterima oleh industri. Jagung lokal selama ini luput dari perhatian lembaga penelitian, sedangkan jaung hibrida dan komposite mendapatkan perhatian besar terutama oleh perusahaan swasta. Lebih dari 80% jagung hibrida yang dilepas merupakan hasil penelitian dari perusahaan swasta terutama dari perusahaan multi nasional. Bahkan padatahun 2001 hampir 100% benih pertanaman jagung hibrida berasal dari perusahaan swasta. Agus Hariyadi, Penyuluh Pertanian, e-mail : ahariyadi54@yahoo.com Sumber : - Bertanam Jagung Unggul, Ir. Purwono, MS. Dan Rudy Hartono, SP., tahun 2005 - Ekonomi Jagung Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Achmad Suryana, 2005