1. Pengertian
Sistem tanam jajar legowo adalah pola tanam padi dengan cara mengatur jarak antar barisan (tanaman utama) dan menyediakan satu barisan kosong (lorong) di antara beberapa barisan tanaman.
2. Tujuan
1. Meningkatkan populasi tanaman per hektar.
2. Memaksimalkan pemanfaatan cahaya matahari.
3. Meningkatkan hasil gabah.
4. Memudahkan pemeliharaan (pemupukan, penyemprotan, penyiangan).
5. Mengurangi serangan hama & penyakit.
3. Kelebihan Sistem Jajar Legowo
- Populasi tanaman meningkat 15–30%.
- Tanaman pinggir lebih banyak → fotosintesis maksimal.
- Pengairan lebih mudah diatur.
- Jalur kosong memudahkan petani saat pemeliharaan.
- Produksi gabah bisa naik 10–20% dibanding sistem tegel.
4. Jenis Pola Jajar Legowo
· Legowo 2:1 → 2 baris tanam + 1 lorong kosong.
· Legowo 4:1 → 4 baris tanam + 1 lorong kosong.
· Legowo 6:1 → 6 baris tanam + 1 lorong kosong.
Semakin kecil pola (2:1), semakin tinggi populasi dan hasil potensialnya.
5. Dasar Pemilihan Pola Jajar Legowo
a. Kondisi Lahan
Subur: cocok Legowo 2:1 (populasi tinggi, hasil maksimal).
Kurang subur: lebih baik 4:1 atau 6:1 agar tanaman tidak saling berebut hara.
b. Luas Lahan
Lahan sempit: Legowo 2:1 → hasil tinggi, efisien.
Lahan luas: Legowo 4:1 / 6:1 → mudah diatur & cocok untuk mekanisasi.
c. Ketersediaan Tenaga Kerja
Tenaga kerja banyak (manual): bisa pakai 2:1.
Tenaga kerja terbatas (mekanisasi): pilih 4:1 atau 6:1.
d. Tujuan Budidaya
Ingin hasil maksimum: Legowo 2:1.
Ingin efisiensi tenaga & waktu: Legowo 4:1 atau 6:1.
e. Kemampuan & Kebiasaan Petani
Petani berpengalaman: Legowo 2:1 (butuh ketelitian lebih).
Petani pemula: Legowo 4:1 (lebih mudah diterapkan).