Loading...

Jajar Legowo Sederhana, Hasil Luar Biasa

Jajar Legowo Sederhana, Hasil Luar Biasa
Sistem tanam legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Pada awalnya tanam jajar legowo umum diterapkan untuk daerah yang banyak serangan hama dan penyakit. Pada baris kosong, di antara unit legowo, dapat dibuat parit dangkal. Parit dapat berfungsi untuk mengumpulkan keong mas, menekan tingkat keracunan besi pada tanaman padi atau untuk pemeliharaan ikan kecil (muda). Namun kemudian pola tanam ini berkembang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi akibat dari peningkatan populasi dan optimalisasi ruang tumbuh bagi tanaman. Ciri-Ciri Utama Jajar Legowo Pola Tanam Rapat dan Longgar: Pola tanam jajar legowo umumnya menggunakan perbandingan 2:1, 4:1, atau 6:1. Pola 2:1 berarti setiap dua baris tanaman yang rapat akan diselingi satu baris kosong (lorong). Pola 4:1 berarti setiap empat baris tanaman yang rapat akan diselingi satu baris kosong. Adanya Barisan Kosong (Lorong): Jarak antara baris kosong ini biasanya dua kali lebih lebar dari jarak antar baris tanaman yang rapat. Lorong ini berfungsi sebagai jalan untuk masuknya sinar matahari dan sirkulasi udara. Jumlah Tanaman Pinggir Lebih Banyak: Setiap baris tanaman yang berbatasan dengan lorong disebut "tanaman pinggir". Tanaman pinggir ini mendapatkan sinar matahari dan nutrisi lebih optimal, sehingga pertumbuhan anakan dan hasil panennya cenderung lebih baik. Mengapa Jajar Legowo Begitu Ampuh? Sinar Matahari Melimpah: Dengan adanya lorong, sinar matahari bisa masuk dan menyinari setiap tanaman padi, terutama yang berada di pinggir lorong. Lebih banyak sinar matahari berarti proses fotosintesis lebih optimal, sehingga pertumbuhan anakan lebih banyak dan bulir padi lebih berisi. Sirkulasi Udara Lebih Baik: Lorong juga memastikan udara segar bisa bersirkulasi dengan baik. Ini sangat penting untuk mengurangi kelembaban di sekitar tanaman, yang merupakan penyebab utama munculnya penyakit jamur. Memudahkan Perawatan: Bapak/Ibu akan lebih mudah bergerak di area persawahan. Penyiangan gulma, pemupukan, atau penyemprotan hama jadi lebih cepat dan efisien. Tanaman Lebih Kuat: Karena mendapatkan sinar matahari dan udara yang cukup, setiap anakan padi akan tumbuh lebih sehat dan kokoh, membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Manfaat Jajar Legowo Penerapan metode jajar legowo memberikan banyak keuntungan bagi petani: Peningkatan Hasil Panen: Peningkatan hasil panen bisa mencapai 10-30% dibandingkan pola tanam konvensional. Hal ini karena tanaman pinggir yang mendapat lebih banyak sinar matahari dan sirkulasi udara memiliki pertumbuhan anakan dan produksi gabah yang lebih tinggi. Pengendalian Hama dan Penyakit: Lorong yang tersedia memudahkan petani untuk melakukan perawatan, penyemprotan, dan pengamatan terhadap hama maupun penyakit. Sirkulasi udara yang baik juga mengurangi kelembaban, sehingga pertumbuhan jamur penyebab penyakit dapat diminimalisasi. Efisiensi Pemupukan dan Pengendalian Gulma: Jarak antar baris yang lebih lebar mempermudah proses penyiangan gulma dan pemupukan. Pupuk dapat disebar dengan lebih merata dan efektif. Penggunaan Lahan Lebih Efisien: Meskipun ada lorong, jumlah populasi tanaman pada metode jajar legowo tetap optimal, bahkan bisa lebih banyak dibandingkan pola tanam biasa pada luasan yang sama. Pertimbangan Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan jajar legowo memerlukan ketelitian saat menanam agar pola barisan tetap rapi. Namun, dengan alat tanam yang tepat dan sedikit latihan, petani dapat dengan mudah menguasai metode ini. Jajar legowo menjadi salah satu rekomendasi utama dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi padi nasional. Penulis: Chandra, Tumpal, Rometha, Lisna PP BPP Adiankoting Tapanuli Utara Sumut Sumber pustaka https://ppid.pertanian.go.id/doc/1/BBPADI/Buku%20Legowo%20FINAL%20rev%2002.pdf