Kesuburan tanah merupakan faktor penting dalam peningkatan produktivitas pertanian. Namun, penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan menyebabkan kerusakan kualitas tanah, menurunkan aktivitas mikroorganisme tanah, serta meningkatkan ketergantungan petani terhadap input sintetis yang mahal (Imanda et al., 2025).
Kondisi ini mengakibatkan degradasi lahan dan penurunan hasil pertanian sehingga diperlukan alternatif pemupukan yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Imanda et al. (2025), pemanfaatan limbah rumah tangga seperti air cucian beras dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kesuburan tanah. Limbah ini mengandung unsur hara dan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Salah satu produk inovasi pemanfaatan air cucian beras adalah Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba), yaitu pupuk organik cair yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Jakaba terbukti dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, dan K pada tanah serta memperbaiki aktivitas biologi tanah melalui mikroorganisme fungsional seperti Azotobacter dan Bacillus (Ibnusina et al., 2024).
Dengan demikian, penggunaan Jakaba dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik, namun tetap mendukung pertumbuhan tanaman dan produktivitas lahan.
Lebih lanjut, Ibnusina et al. (2024) menyatakan bahwa kombinasi pemupukan Jakaba dan NPK dapat menyamai efektivitas pemberian pupuk kimia 100% pada tanaman selada, terutama dalam meningkatkan jumlah daun dan mempertahankan bobot segar hasil panen.
Sejalan dengan upaya pembangunan pertanian berkelanjutan, pemanfaatan Jakaba merupakan teknologi yang sederhana, murah, dan dapat diaplikasikan langsung oleh petani sebagai solusi ramah lingkungan dalam meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Kandungan Jakaba
Jakaba merupakan pupuk organik cair yang dihasilkan dari fermentasi air cucian beras sehingga kaya akan unsur hara dan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Menurut Imanda et al. (2025), Jakaba mengandung Nitrogen (N) dan Fosfor (P) yang tinggi sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan merangsang perkembangan akar tanaman. Selain itu, Jakaba memiliki pH tinggi sehingga dapat memperbaiki keadaan tanah masam, seperti tanah podsolik, yang sering memiliki keterbatasan hara.
Jakaba juga mengandung fitohormon, enzim, vitamin, serta mikroba fungsional seperti Azotobacter, Bacillus subtilis, Lactobacillus, dan Streptomyces yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara dan aktivitas biologi tanah (Ibnusina et al., 2024).
Dengan adanya mikroorganisme tersebut, proses dekomposisi bahan organik di tanah dapat berlangsung lebih cepat sehingga unsur hara lebih mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, kandungan nutrisi pada air cucian beras yang difermentasikan menjadi Jakaba dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan akibat adanya substrat alami yang kaya nutrisi mikro dan makro (Imanda et al., 2025).
Secara umum, kandungan penting pada Jakaba meliputi:
Dengan komposisi tersebut, Jakaba dapat meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
· Ember atau jerigen tertutup
· Blender atau alat penghancur
· Pengaduk
· Wadah penyimpanan kedap cahaya
B. Bahan
· Air cucian beras (± 15 liter)
· Air kelapa (± 5 liter)
· Air bersih (± 2 liter)
· Cangkang telur yang dihancurkan
· EM4 sebagai inokulum mikroba
· Molase / gula merah sebagai sumber energi fermentasi
1. Siapkan air cucian beras 15 liter dalam ember atau jerigen tertutup.
2. Tambahkan 5 liter air kelapa dan 2 liter air bersih.
3. Haluskan cangkang telur menggunakan blender lalu campurkan ke dalam larutan.
4. Tambahkan EM4 dan molase secukupnya sebagai aktivator fermentasi.
5. Aduk seluruh bahan hingga merata.
6. Simpan larutan pada tempat tidak terkena sinar matahari langsung.
7. Fermentasikan selama 2–3 minggu hingga muncul jamur berwarna kecokelatan–kehijauan (ciri khas Jakaba).
8. Jakaba siap diaplikasikan ke tanaman.
Fermentasi dilakukan secara anaerob untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme fungsional dalam pupuk.
DAFTAR PUSTAKA
Imanda, dkk (2025). Pemanfaatan Air Cucian Beras sebagai Pupuk Organik Cair (Jakaba) untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Montong Beter, Sakra Barat, Lombok Timur. Jurnal Wicara Desa, 3(1), 126–133.
Ibnusina, dkk (2024). Penggunaan Jakaba untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan pada Tanaman Selada (Lactuca sativa) di Lahan Organosol. Jurnal Pertanian Terpadu, 12(2), 199–206.