Loading...

JAMBORE VARIETAS BAWANG MERAH TAHUN 2012

JAMBORE VARIETAS BAWANG MERAH TAHUN 2012
Brebes - Jambore Varietas Bawang Merah Tahun 2012 dilaksanakan di Desa Randusari Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Jawa Tengah Tanggal 18 Juli 2012 dengan tema Menuju Mandiri Benih Bawang Merah 2013. Dalam kegiatan tersebut ditampilkan 23 varietas dan galur unggulan yaitu : Bauji, Bima Brebes, Bima Maja Cipanas, Katumi, Keta Monca, Kuning Brebes, Lembah Palu, Manjung, Mentes, Palasa, Pancasona, Pikatan, Rubaru, Sembrani, Super Philip, Tinombo, Tiron, Trisula, Tuk Tuk, dan beberapa galur unggulan yaitu : Bali Karet, Kuning, Ilokos, dan Thailand. Dalam sambutannya Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian PertanianDr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, Sp.I. menyampaikan, bahwa tujuan dari pelaksanaan jambore varietas kali ini adalah sebagai ajang promosi dan memperlihatkan salah satu kegiatan hortikultura, karena hortikultura hingga saat ini belum banyak dikenal dibandingkan dengan komoditas lain seperti padi, kelapa sawit, dan ternak. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan motivasi dan apresiasi kepada peneliti, penangkar, dan petani yang kreatif dan inovatif dalam menemukan sesuatu yang baru khususnya yang ada kaitannya dengan bawang merah. Selanjutnya tujuan yang lainnya adalah sebagai pengenalan kepada petani bawang merah, bahwa varietas bawang merah itu ternyata cukup banyak, dan sebagai ajang tukar menukar informasi antara petani, penangkar, peneliti, pelaku usaha dan instansi terkait lain di bidang bawang merah. Sementara Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heryawan dalam sambutannya menyoroti masalah fluktuasi harga bawang merah ini sebagai akibat dari adanya politik, bukan partai (politik) tapi politik dalam berbisnis. Wamen mempertanyakan kenapa fluktuasi harga bawang merah selalu berulang-ulang. Menurutnya hal ini terjadi karena adanya faktor "supply" dan "demand". Dalam agribisnis bawang merah supply-nya selalu berubah sesuai dengan ketersediaan produk, disaat panen raya supply-nya meningkat tinggi sekali sedangkan di saat tertentu supply-nya sangat kurang, sedangkan demand-nya sepanjang tahun relatif stabil tanpa lonjakan atau penurunan yang berarti, hal inilah yang dimanfaatkan oleh para spekulan untuk mempermainkan harga. Selanjutnya dikatakan Wamen bahwa produksi bawang merah nasional mencapai satu juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional hanya 948 ribu ton. Dari segi perbandingan antara jumlah produksi dengan kebutuhan konsumsi nasional per tahun memang terlihat ada kelebihan dan tidak perlu ada impor, namun ternyata kalau dilihat perbandingan bulan per bulan maka perbandingan "supply" dan "demand" tidak ada pada pada kondisi yang konstan, saat musim panen ketika produksi melimpah sangat bertolak belakang dengan saat stok kurang karena dari bulan ke bulan kebutuhan untuk konsumsi bawang merah relatif stabil. Maka untuk itu Wamen merasa perlu ada suatu terobosan agar ketersediaan bawang merah sepanjang tahun selalu terpenuhi yaitu dengan penggunaan teknologi atau pengadaan fasilitas penyimpanan yang bisa memperpanjang daya tahan kesegaran bawang merah. Dalam kesempatan Jambore kali ini Perhimpunan Penyuluh Pertanian (PERHIPTANI) Kabupaten Brebes ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai produk hasil proses pembelajaran petani. Partisipasi ini sebagai bentuk dukungan PERHIPTANI Kabupaten Brebes terhadap kegiatan Jambore Varietas Bawang Merah tahun 2012 untuk meningkatkan kesejahteraan petani.