Jamur Kuping a. Taksonomi Super Kingdom : Eukaryota Kingdom : Myceteae (fungi) Divisio : Amastigomycota Sub Divisio : Basidiomycotae Kelas : Basidiomycetes Ordo : Auriculariales Familia : Auriculariae Genus : Auricularia Spesies : Auricularia sp b. Morfologi Jamur ini disebut dengan jamur kuping karena memang bentuknya mirip telinga (kuping) dengan warna cokelat muda hingga kemerah-merahan. Tubuh buah (bosidiocorp) jamur yang di Cina disebut dengan be munk o atau telinga pohon ini berlekuk-lekuk selebar 3-8 cm. Permukaan atas jamur kuping agak mengilap,berurat,dan berbulu halus mirip beludru di bagian bawahnya. Tangkaibuahnyapendek,menempeldi media tumbuh (subtrat) dengan cara membuat lubang di permukaannya.Tubuh buah jamur kuping dalam keadaan basah bersifat kenyal (galatinous), licin, dan lentur, tetapi dalam keadaan kering akan berubah melengkung dan kaku. Jamur kuping memiliki inti plasma dan spora yang berupa sel-sel lepas atau bersambungan membentuk benang yang tidak bersekat atau bersekat. Dalam bentuk tunggal benang tersebut disebut hifa, dan kumpulannya disebut dengan miselium. Miselium ini bercabang-cabang dan pada titik-titik pertemuannya membentuk bintik kecil yang disebut dengan sporangium. Sporangium inilah yang akan tumbuh menjadi calon tubuh buah (pin head) dan berkembang terus menjadi tubuh buah. c. Lingkungan Tumbuh Sebagai salah satu jenis jamur kayu,jamur kuping secara alami dapat tumbuh di berbagai jenis kayu di berbagai lokasi. Namun, lokasi tumbuh yang paling baik adalah di kayu-kayu lapuk yang ada di dataran rendah bersuhu hangat sampai pegunungan berhawa sejuk. Besaran suhu yang dapat ditoleransi oleh jamur kuping adalah 16-36º C, tetapi idealnya 26-28º C. Pada fase pembentukan miselium, jamur kuping memerlukan kadar air sekitar 62%, kelembapan udara 60-75%, dan kadar oksigen yang tidak terlalu tinggi. Saat memasuki pertumbuhan tubuh buah, jamur ini memerlukan suhu 16-22º C dengan kelembapan udara 80-90% dengan kadar oksigen tinggi. Sumber : Budi Daya Jamur, AgroMedia