Jamur Tiram a. Taksonomi Super Kingdom : Eukaryota Kingdom : Myceteae (fungi) Divisio : Amastigomycota Sub Divisio : Basidiomycotae Kelas : Basidiomycetes Ordo : Agaricales Farnilia : Agaricaeae Genus : Pleurotus Spesies : Pleurotus sp b. Morfologi Nama jamur tiram (Pleurotus sp.) diberikan karena bentuk tudung jamur ini agak membulat lonjong, dan melengkung menyerupai cangkang tiram. Permukaaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak jika lembap, dan tepiannya bergelombang. Diarneternya mencapai mencapai 3-15 cm. Batang atau tangkai jamur tiram tidak tepat berada di tengah tudung, tetapi agak ke pinggir. Tubuh buahnya membentuk rumpun yang memiliki banyak percabangan dan menyatu dalam satu media. Jika sudah tua, daging buahnya akan menjadi liat dank eras. Warna jamur yang sering disebut dengan oyster mushroom ini bermacam-macam, ada yang putih, abu-abu, cokelat, dan merah. Di Indonesia, jenis yang paling banyak dibudidayakan adalah jamur tiram putih. Sama dengan jamur kuping yang merupakan kerabat dekatnya, jamur tiram juga memiliki inti plasma dan spora yang berbetuk sel-sel lepas atau bersambunganmembentuk hifa dan miselium. Pada titik-titik pertemuan percabangan miselium akan terbentuk bintik kecil yang disebut dengan pin head atau calon tubuh buah jamur yang akan berkembang menjadi tubuh buah jamur. c. Lingkungan Tumbuh Jamur tiram dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut di lokasi yang memiliki kadar air sekitar 60 dan derajat keasaman atau pH 6-7. Jika tempat tumbuhnya terlalu kering atau kadar airnya kurang dari 60, miselium jamur ini tidak bisa menyerap sari makanan dengan baik sehingga tumbuh kurus. Sebaliknya, jika kadar air di lokasi tumbuhnya terlalu tinggi, jamur ini akan terserang penyakit busuk akar. Secara alami jamur tiram banyak ditemukan tumbuh di batang-batang kayu lunak yang telah lapuk seperti pohon karet, damar, kapuk, atau sengon yang tergeletak di lokasi yang sangat lembap dan terlindung dari cahaya matahari. Pada fase pembentukan miselium, jamur tiram memerlukan suhu 22_28ºC dan kelembapan 60-80%. Pada fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu 16-22º C dan kelembapan 80-90 dengan kadar oksigen cukup dan cahaya matahari sekitar 10%. Sumber : Budi Daya Jamur, AgroMedia