Loading...

JAMUR TIRAM MENJADI ANDALAN KEGIATAN BUDIDAYA KELOMPOK WANITA TANI

JAMUR TIRAM MENJADI ANDALAN KEGIATAN BUDIDAYA KELOMPOK WANITA TANI
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur yang banyak diminati dalam dunia kuliner. Selain rasanya yang lezat, budidaya jamur tiram juga menjadi alternatif yang menjanjikan bagi para petani atau individu yang tertarik dalam dunia pertanian. Kemudahan dalam melakukan budidaya jamur tiram menarik minat para kelompok tani terkhusus Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Mandu. Saat ini tercatat tiga KWT sedang melakukan budidaya jamur tiram melalui program bantuan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis. Ketiga KWT tersebut adalah KWT Sumber Rezeki dan KWT Srikandi di Kelurahan Gajah Sakti, serta KWT Muslimah di Kelurahan Babussalam. Dalam kegiatan ini, kelompok Wanita tani telah mendapatkan kumbung dan baglog sehingga dalam proses budidayanya hanya untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan saja. Dalam hal ini, petani perlu memperhatikan : Tempat dan suhu yaitu baglog berada di tempat yang gelap, hangat, dan lembab. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan jamur tiram adalah antara 24-28 derajat Celsius. Kelembaban yaitu pastikan kelembaban di sekitar baglog selalu terjaga, idealnya sekitar 70-90%. Penyiraman: Siram baglog secara berkala untuk menjaga kelembaban. Dalam masa satu atau dua bulan perawatan, maka jamur sudah dapat berproduksi. Kalau baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam waktu 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun, tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau) April 2024