Tanaman bawang merah dapat diperbanyak dengan menggunakan umbi (vegetatif) maupun dari benih/biji/ TSS (generatif). Perbanyakan dengan umbi mempunyai keuntungan yaitu, lebih mudah dan lebih cepat pertumbuhannya dan umur panen yang lebih pendek dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman bawang merah dengan menggunakan benih. Kebutuhan benih dari umbi bawang merah untuk tiap hektar memerlukan 800 s/d 1500 kg. Penyiapan benih bermutu varietas unggul dilakukan untuk menjamin benih yang ditanam berkualitas (memiliki keseragaman, kekuatan tumbuh, dan sehat). Beberapa hal yang harus diperhatukan: a) memilih benih yang benar - benar 7 bermutu b) memilih umbi bawang merah berukuran sedang (3-5 g/umbi) atau besar (5-7 g/umbi), jika terlalu kecil sebaiknya tidak ditanam sebagai bibit, atau ditanam untuk panen konsumsi, c) membersihkan kulit benih yang kering dari kotoran maupun penyakit/ hama, d) memotong pada bagian ujungnya (1/3 bagian) Seleksi bibit bawang merah yang berkualitas merupakan langkah penting untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi bibit bawang merah antara lain ukuran umbi, kondisi fisik, dan kesehatan umbi. Berikut kriteria seleksi bibit bawang merah: Ukuran Umbi Pilih umbi dengan ukuran sedang, sekitar 2-3 cm, karena cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih seragam Hindari umbi yang terlalu kecil atau terlalu besar, karena mungkin kurang sehat atau sulit tumbuh dengan baik Umbi yang baik untuk bibit biasanya berukuran 5-10 gram Kondisi Fisik Pilih umbi yang utuh, tidak ada luka, memar, atau bekas gigitan hama Kulit umbi harus kering, tidak lembek atau berlubang, dan tidak ada tanda-tanda serangan jamur Umbi yang sehat biasanya memiliki warna yang cerah dan mengkilap Kesehatan Umbi Pilih umbi yang bebas dari penyakit, seperti busuk umbi atau bercak daun Hindari umbi yang sudah bertunas, karena bisa jadi umbi sudah mulai membusuk Umbi yang baik untuk bibit harus berasal dari tanaman yang cukup tua, sekitar 60-90 hari setelah tanam Persiapan Bibit Setelah umbi diseleksi, buang kulit luar yang kering dan sisa-sisa akar Potong sedikit bagian ujung umbi (1/3 - 1/4 bagian) untuk merangsang pertumbuhan tunas dan mempercepat pertumbuhan tanaman Pastikan luka bekas potongan dikeringkan sebelum ditanam untuk mencegah pembusukan Penyimpanan Bibit Simpan umbi bibit di tempat yang kering dan sejuk Umbi bibit sebaiknya disimpan selama 2-4 bulan setelah panen sebelum ditanam Penyimpanan bisa dilakukan dengan cara diikat dan digantung atau disimpan di gudang khusus dengan pengasapan Dengan memperhatikan kriteria seleksi bibit bawang merah di atas, diharapkan petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan berkualitas. Manfaat Menggunakan Bibit Unggul Menghasilkan tanaman yang sehat dan vigor Meningkatkan hasil panen secara signifikan Mengurangi risiko serangan penyakit dan hama Mempercepat masa panen Meningkatkan kualitas umbi, baik dari segi ukuran, rasa, dan penampilan Beberapa jenis bawang merah yang sering disebut sebagai pilihan berkualitas Bawang Merah Brebes Terkenal dengan umbi yang berukuran sedang, warna merah tua, dan kulit kering yang membuatnya tahan lama Biasa digunakan untuk membuat bawang goreng karena rasa pedasnya yang khas dan menghasilkan warna cokelat keemasan saat digoreng Varietas ini cocok untuk ditanam di dataran rendah dan memiliki potensi hasil yang tinggi. Bima Brebes Varietas lokal unggulan asal Brebes yang memiliki umbi berwarna merah muda dan berbentuk lonjong Dapat dipanen pada usia 60 hari setelah tanam dan memiliki potensi hasil yang tinggi Resisten terhadap penyakit busuk umbi, tetapi rentan terhadap penyakit busuk daun Lokananta Bibit bawang merah varietas Lokananta dari East-West Seed (Cap Panah Merah) dikenal memiliki vigor yang baik dan cocok ditanam pada musim kemarau Maserati F1 Bibit bawang merah varietas Maserati F1 dari BEJO Seeds tahan terhadap serangan jamur dan cocok ditanam di daerah tropis Sanren F1 Bibit bawang merah varietas Sanren F1 dari East-West Seed menghasilkan umbi berwarna merah dan berukuran besar PERLAKUAN BENIH Perlakuan benih bawang merah sebelum tanam penting untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan hasil panen yang baik. Perlakuan yang umum dilakukan meliputi pemotongan ujung umbi, perendaman dalam larutan fungisida, dan perendaman dalam air hangat. Berikut adalah langkah-langkah perlakuan benih bawang merah sebelum tanam: Pemotongan Ujung Umbi Potong sekitar 1/3 bagian ujung umbi bawang merah Tujuannya adalah untuk memperpendek masa dormansi, merangsang pertumbuhan tunas baru, dan mempercepat perkecambahan Pemotongan juga membantu pertumbuhan umbi yang lebih seragam dan banyak anakan Perendaman dalam Larutan Fungisida Rendam benih bawang merah dalam larutan fungisida yang mengandung Mankozeb dan karbendazim Dosis yang disarankan adalah 100 gram fungisida untuk 100 kg benih Tujuannya adalah untuk mencegah penyakit layu fusarium dan penyakit lainnya Perendaman bisa dilakukan dengan cara disemprot atau direndam dalam larutan Fungisida yang direkomendasikan adalah yang berbahan aktif Mankozeb dan Karbendazim Dosis fungisida yang umum digunakan adalah 1-2 sendok makan per 100 liter air Perendaman dalam Air Hangat Rendam benih bawang merah dalam air hangat (45-50°C) selama 15 menit Tujuannya adalah untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat perkecambahan Air hangat juga dapat membantu mengurangi serangan penyakit seperti moler Air rendaman bisa juga dicampur dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) untuk hasil yang lebih optimal Penulis Yuliana, BPP Kecamatan Muara, Dinas Pertanian Tapanuli Utara Sumber: http://pertanian.magelangkota.go.id/ https://hortikultura.pertanian.go.id/