Loading...

JARAK TANAM DAN DOSIS PUKAN KAMBING PADA TANAMAN JAGUNG MANIS

JARAK TANAM DAN DOSIS PUKAN KAMBING PADA TANAMAN  JAGUNG MANIS
Pupuk merupakan salah satu komponen penting dalam peningkatan produksi tanaman. Dewasa ini penggunaan pupuk mulai bergeser dari penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik. Pergeseran ini salah satu penyebabnya adalah dengan penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan, pupuk organik mempunyai fungsi yang penting dibandingkan dengan pupuk anorganik yaitu dapat menggemburkan lapisan permukaan tanah (topsoil), meningkatkan populasi jasad renik, mempertinggi daya serap dan daya simpan air, yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari berbagai bahan alami seperti kotoran hewan, bagian tubuh hewan, tumbuhan yang kaya akan mineral serta bermanfaat dalam penyuburan tanah. Kotoran ternak dimanfaatkan sebagai pupuk kandang karena kandungan unsur haranya seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang dibutuhkan tanaman dan kesuburan tanah serta unsur hara mikro diantaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, dan tembaga. Salah satu ternak yang cukup berpotensi sebagai sumber pupuk organik adalah kambing. Tekstur dari kotoran kambing adalah khas, karena berbentuk butiran–butiran yang agak sukar pecah secara fisik sehingga sangat berpengaruh terhadap proses dekomposisi dan proses penyediaan haranya. Nilai rasio C/N pupuk kandang kambing umumnya masih di antara 20-25. Pupuk kandang yang baik harus mempunyai rasio C/N kurang dari 20, sehingga kotoran kambing akan lebih baik penggunaannya bila dikomposkan terlebih dahulu. Kadar hara pupuk kandang kambing mengandung kalium yang relatif lebih tinggi dari pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi dan kerbau, namun lebih rendah dibandingkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam, babi, dan kuda. Perbandingan persentase kandungan hara N, P2O5, K2O, dan CaO dari pupuk kandang sapi, ayam dan kambing masing-masing: Sapi : 0,3 : 0,2 : 0,15 : 0,2 Ayam : 1,5 : 1,3 : 0,8 : 4,0 Kambing : 0,7 : 0,4 : 0,25 : 0,4 Pupuk kotoran kambing memberi unsur hara N pada tanaman pada periode pertumbuhan tanaman yang mana unsur hara N akan terakumulasi dengan sejumlah zat hasil fotosintesis yang dapat merangsang terbentuknya tunas daun yang baru. pupuk kandang padat dapat memberikan kerapatan isi tanah lebih rendah dan kandungan C organik yang lebih tinggi sehingga struktur tanah menjadi lebih baik dan akar tanaman mudah berkembang sehingga perkembangan tanaman menjadi lebih baik dan berlangsungnya proses pertambahan jumlah daun. Pengkajian yang dilaksanakan oleh Djawas at al. 2020 di Kecamatan Banguntapan, Bantul Yogyakarta. Pengkajian dilakukan untuk mengetahui produktivitas tanaman jagung manis di dataran rendah dengan ketinggian 78 m dpl yang di perlakuan dengan kombinasi antara dosis pupuk kandang kambing dan jarak tanam jagung manis. Masing-masing dosis pupuk kandang kambing yaitu: 5 ton, 10 ton, dan 15 ton per hektar dan masing-masing jarak tanam 75 x 20 cm, 75 x 25 cm, dan 75 x 30 cm. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kombinasi antara jarak tanam 75 x 20 cm dan 5 ton pupuk kandang kambing menunjukkan hasil tertinggi (11,08 t/ha), tidak berbeda nyata dengan kombinasi antara jarak tanam 75 x 20 cm dan 10 ton pupuk kandang kambing (11,04 t/ha). Hasil ini berbeda dengan kombinasi lainnya (Ahmad Damiri). Sumber: Djawas SH, Yekti M, dan Djoko HP. 2020. Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays var. saccharate Srurt). Jurnal Ilmiah AGROUST. 4(1): 44-54.