Sebagaimana daging hewan yang lain, daging kambing memiliki kelebihan tersendiri. Disamping dapat diolah menjadi berbagai menu masakan yang lezat, daging hewan yang jarang mandi ini, juga mempunyai ciri khusus terutama baunya yang khas sehingga menggugah selera penggemarnya. Selain rasanya yang lezat, daging kambing juga mempunyai banyak manfaat dan khasiat. Misalnya saja, daging kambing, konon dipercaya bisa meningkatkan tekanan darah. Sehingga, kepada orang yang menderita penyakit tekanan darah rendah (hipotensi) misalnya, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi daging ini. Daging kambing juga merupakan salah satu sumber zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Misalnya saja kandungan zat besi, vitamin B, kolin, dan selenium terbaik. Vitamin B akan membantu tubuh membakar lemak, sedangkan kolin dan selenium mampu menangkal kanker. Setiap 100 gram daging kambing memiliki kandungan 154 kalori, 9,2 mg lemak, 3,6 mg lemak jenuh. Daging kambing konon juga dipercaya bisa meningkatkan potensi seksualitas kaum pria. Untuk yang satu ini, selain daging yang paling banyak diburu oleh kaum pria adalah bagian torpedo kambing. Selain bagian torpedo, empedu kambing juga dipercaya berkhasiat untuk meningkatkan kemampuan seksualitas. Hanya saja jika torpedo kambing dikonsumsi dengan dimasak/disate, maka untuk empedu kambing harus ditelan mentah-mentah. Daging kambing yang bagus memiliki aroma yang khas. Potongan daging kambing dapat dibedakan berdasarkan bagian-bagian karkasnya. Bagian karkas tersebut adalah berupa pundak (shoulder), pinggang (loin), paha (leg), dada (breast) dan sengkel (fore shank). Tidak semua bagain dari kambing cocok untuk disate. Ada bagian-bagian tertentu yang lebih enak untuk digulai, sup, atau digoreng. Ada bagian tubuh yang membutuhkan waktu lama untuk memasaknya sampai empuk. Akan tetapi, ada juga bagian daging yang justru memerlukan waktu singkat dalam memasaknya. Secara rinci dapat dijelaskan: 1).Kaki kambing; Kaki kambing terkenal enak bila dibuat hidangan berkuah seperti sup kaki kambing. Selain itu, kaki kambing juga sangat cocok direbus atau dipanggang. Lemak pada bagian kaki sangat sedikit dan mudah dibuang. 2).Daging pinggang; Daging dibagian pinggang sangat lunak dan empuk Waktu memasaknya juga sangat singkat. Cara memasak daging pinggang yaitu direbus, digoreng, atau dipanggang. Daging ini sangat cocok untuk steak, sup, dan sate. 3). Daging iga; Daging di bagian iga diambil dari rusuk yang ditempeli banyak lemak (50%). Pengolahan daging ini sangat beragam dan lama waktu memasaknya pun bermacam-macam sesuai selera. Cara memasaknya dapat direbus, digoreng serta dipanggang. Bisa secara langsung atau tidak langsung terkena api. Daging ini cocok untuk steak, sup, dan sate. 4).Daging bahu dan daging pinggang; Kadar lemak pada daging dibagian bahu dan pinggang sebesar 40%. Bagian yang tidak berlemak adalah dada dan sengkel. Semua daging ini cocok untuk digoreng, dikukus atau direbus. Air yang digunakan untuk merebus sedikit, tetapi proses memasaknya agak lama. Bila dimasak menggunakan api kecil dan air sedikit, daging ini akan lebih cepat lunak. 5).Daging paha; Daging paha agak alot (liat) dan kandungan lemaknya sebesar 30%. Merebus adalah cara yang paling cepat dan mudah dalam memasak daging ini. Air yang dibutuhkan merendam daging setinggi 7,5-15 cm, daging direbus sampai berwarna coklat dibagian luar, sementara dibagian dalam tetap merah muda. Tiap bagian tertentu membutuhkan waktu perebusan yang berbeda, paling cepat 7 menit dan paling lama 30 menit. Contoh masakan hasil perebusan, misalnya sup, dan gulai kambing. Masakan paling populer untuk daging kambing adalah sate. Untuk mendapatkan daging yang empuk dan lezat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu daging harus bersih dari kotoran, daging kambing tidak dicuci, sebelum dipotong kecil-kecil daging kambing dibungkus dengan daun papaya atau dilumuri parutan nenas, lalu didiamkan selama 15-30 menit. Selain itu, daging diambil dari kambing muda yang berumur kurang dari 1,5 tahun. Kualitas daging juga mempengaruhi kelezatan daging. Daging kambing yang baik berwarna merah jambu atau merah keputihan, berserat halus, lemaknya keras dan beraroma khas. Kandungan gizi setiap 100 gram berat daging kambing yang dapat dimakan, yaitu kalori 154 kal; protein 16,6 g, lemak 9,2 g, kalsium 11 mg, fosfor 184 mg, besi 1,0, vitamin B 0,09, dan air 70,3 g. (Inang Sariati) Sumber: 1. Subangkit Mulyono dan Sarwono B, "Penggemukan Kambing Potong", Jakarta, Penebar Swadaya, 2007 2. http://www.manfaatnya.com/manfaat-dan-khasiat-daging-kambing-untuk-kesehatan/