Di seluruh pelosok Indonesia aneka produk teh bisa dijumpai dan dinikmati sehari-hari dalam bentuk minuman teh panas atau dingin, sebagai minuman penyegar atau obat. Penduduk Indonesia yang berjumlah 230 juta adalah pangasa pasar yang besar. Selain itu komoditi teh memiliki arti penting dalam perekonomian Indonesia karena merupakan sumber kehidupan bagi banyak orang dan pemerintah sekaligus teh juga sebagai sumber devisa yang cukup besar. Saat ini Industri teh Indonesia semakin berkembang, karena dalam produksi, Indonesia termasuk dalam kelompok besar dunia seperti India, Cina, Srilanka, Rusia, Kenya dan Turki. Penggunaan klon teh unggul sekarang sudah umum di perkebunan baik perkebunan besar atau perkebunan rakyat. Klon adalah tanaman yang didapat dari hasil perbanyakan vegetatif. Tanaman yang berasal dari klon mempunyai kelebihan yaitu: 1) tanaman lebih seragam; 2) produksinya lebih cepat; 3) jumlah pucuk teh yang dihasilkan jauh lebih banyak. Selain itu, tanaman klon juga mempunyai kekurangan antara lain ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit serta adaptasi terhadap lingkungan berbeda-beda. Klon Unggul Klon-klon teh yang dianggap unggul antara lain: TRI 2024, TRI 2025, PS I, Kiara 8, SA 35, RB 1, RB 3, GB 1, GB 2, GB 3, GB 4, GB 5. Gambaran produksi masing-masing klon adalah sebagai berikut : TRI 2024 dan TRI 2025, mampu menghasilkan teh sebanyak 3.000 kg kering/ha/th dengan produktivitas rata-rata 2.000 kg teh kering. RB 3 (Rancabali), mampu menghasilkan produksi teh kering sampai 4.000 kg/ha. GB (Gambung) 1 s.d. 5, klon ini mampu menghasilkan produksi lebih besar dari klon-klon terdahulu yaitu mampu menghasilkan 6.000 kg teh kering. Kelebihan klon ini antara lain dapat ditanam di daerah dataran tinggi, medium dan rendah. Deskripsi teh GB1 dan GB2 Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} No. Diskripsi Varietas GB1 Varietas GB2 1 Asal Persilangan KP4XPS1 Persilangan PS1XKP4 2 Golongan Varietas assamica Varietas assamica 3 Bentuk batang Silinder Silinder 4 Permukaan batang Beralur agak kasar Beralur sedikit berkerak 5 Sistem percabangan Baik Baik 6 Ruas tunas 1,5 “ 1,9 cm 1,4 “ 4,2 cm 7 Warna batang Cokelat keabu-abuan Cokelat 8 Bangun batang eleptico (2,3:1) eleptico oblongus 9 Ukuran daun 39,22 cm2 41,15 cm2 10 Tangkai daun 0,4 “ 0,8 cm 0,3 “ 0,7 cm 11 Kedudukan daun 43-52 derajat 39-55 derajat 12 Pangkal daun Runcing Tumpul runcing 13 Tulang daun 18-26 buah (9-13 pasang) 20-28 buah (10-14 pasang) 14 Tepi daun Bergerigi besar, tajam, beraturan Bergerigi agak tum-pul dan beraturan 15 Ujung daun Meruncing Meruncing 16 Muka daun bergelombang licin bergelombang hampir rata 17 Warna daun Hijau muda Hijau muda 18 Daging daun 0,19 mm 0,23 mm 19 Bulu pada peko Banyak banyak 20 Pertumbuah tunas-tunas setelah di pangkas Cepat Sedang 21 Rata-rata hasil umur 3 tahun 4,02 ton/ha/th 4,02 ton/ha/th 22 Perakaran Baik Baik 23 Ketahanan terhadap hama Agak tahan thd tungau Tahan thd tungau 24 Ketahanan terhadap penyakit Tahan thd cacar daun Tahan thd cacar daun 25 Keterangan Baik ditanam di daerah sedang sampai tinggi Potensial produksi diperkirakan masih akan meningkat sekitar 40% Baik ditanam di daerah sedang sampai tinggi Potensial produksi diperkirakan masih akan meningkat sekitar 40% 26 Pemulia Wenten Astika, D.Muchtar dan Sutrisno Wenten Astika, D.Muchtar dan Sutrisno 27 Sumber Lampiran SK Men-tan RI No.260/Kpts/ KB.230/4/1988, tanggal 21 April 1988 Lampiran SK Men-tan RI No.260/Kpts/ KB.230/4/1988, tanggal 21 April 1988 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}