Loading...

Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Lokasi Penanamannya

Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Lokasi Penanamannya
Tanaman Hias dalam Tanam Sebagai komponen utama untuk mempercantik dan memperindah taman di lingkungan rumah, perkantoran, atau apartemen, ketepatan pemilihan tanaman hias yang digunakan umumnya disesuaikan dengan desain, kondisi lahan, biaya, dan keinginan si pemilik tempat. Selain itu, tanaman hias yang dipilih harus tergolong mudah perawatannya, mampu tumbuh di tanah terbuka, perakarannya pendek, dan menyenangi matahari penuh. Beberapa contoh tanaman hias yang banyak ditanam dalam taman misalnya bugenvil, heliconia, bunga tasbih, kembang sepatu, alamanda, dan lantana. Tanaman hias-tanaman hias tersebut tergolong rajin berbunga dan tidak mengenal musim, artinya tanpa perlakuan khusus pun proses pembungaannya dapat terus berlangsung sepanjang waktu. Tentu saja, setiap tanaman hias tersebut menuntut dan menghendaki kondisi atau perlakuan yang berbeda satu sama lainnya sesuai kebutuhannya. Bila aspek ini dikuasai dengan baik, niscaya proses pembungaannya tidak akan mendek sehingga warna-warni bunganya dapat terus dinikmati. Sebaliknya, bila aspek ini diabaikan, niscaya sewaktu-sewaktu proses pembungaannya dapat terhenti dalam jangka waktu tertentu. Selain jenis yang telah disebutkan di atas, saat ini di beberapa daerah tertentu banyak pula digunakan tanaman hias yang tergolong sulit perawatannya, misalnya azalea , mawar, krisan, daman amarilis. Tentu saja, pengunaan tanaman hias tersebut harus pula disesuaikan dengan syarat hidupnya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya sejalan dengan harapan dan tujuan yang akan dicapai. Namun, meskipun syarat tumbuhnya telah terpenuhi, proses pembungaannya sangat tergantung pada perawatan yang dilakukan terhadapnya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tujuan yang dikehendaki tercapai, yaitu maraknya suasana tanam oleh aneka ragam bunga sepanjang waktu. Bunga Potong Bunga potong adalah sebutan untuk tanaman hias yang ditanam untuk diambil bunga beserta tangkainya. Pemotongan panjang pendeknya tangkai tergantung pada bunga yang dihasilkannya. Penanamannya dilakukan di rumah kaca atau green house, atau dapat pula di semi rumah kaca. Lokasi penanamannya umumnya di daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 750 meter dari permukaan laut, misalnya di daerah Ciawi dan Puncak, Jawa Barat. Penanaman di dalam rumah kaca atau semi rumah kaca bertujuan untuk menyesuaikan dengan habitatnya sebab umumnya jenis tanaman hias yang ditanam berasal dari luar negeri. Dengan penanaman di dalam rumah kaca atau semi rumah kasa, iklim mikronya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman, misalnya suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya, dan jumlah air. Karena tingginya biaya produksi yang dikeluarkan untuk usaha tersebut, tidak heran bila berbagai jenis bunga potong dijual dengan harga tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sejenis yang ditanam dalam pot. Bunga potong dapat dengan mudah dibeli di took-toko bunga atau florist, dan pasar swalayan. Beberapa contoh tanaman hias yang dikenal sebagai bunga potong adalah berbagai jenis krisan, anyelir, mawar, anggrek, garbera, helionia, dan sedap malam. Bunga dalam Pot Jenis-jenis tanaman hias yang ditanam di dalam pot sebenarnya sama denga bunga potong. Penanamannya dalam pot dimaksudkan sebagai cara untuk mengantisipasi permintaan pasar terhadap bunga potong yang dapat bertahan lama, umumnya digunakan sebagai komponen dekorasi pada acara-acara tertentu, misalnya pesta perkawinan dan seminar. Penanaman tanaman hias dalam pot pada dasarnya lebih memudahkan usaha perawatan yang dilakukan terhadapnya sebab kebutuhan tanaman akan pupuk dan air dapat dioptimalkan tanpa kekhawatiran terbuang terbawa air atau digunakan tanaman lain. Tanaman hias dalam pot dapat pula ˜disembuhkan' dahulu bila sudah tidak bagus kondisinya, dan dapat dipajang kembali bila kondisinya telah prima. Tantangan terbesar untuk mendapatkan tanaman hias dalam pot yang mampu berbunga sangat tergantung pada kecermatan usaha perawatannya. Sumber : AgroMedia Pustaka