Loading...

JENIS TUMBUHAN YANG BERPOTENSI JADI BAHAN PESTISIDA NABATI

JENIS TUMBUHAN YANG BERPOTENSI JADI BAHAN PESTISIDA NABATI
Oleh: Nanda Permatasari, SP., MP. *) Sejalan dengan meningkatnya pemahaman masyakat dunia tentang produk pertanian yang ramah lingkungan dalam beberapa dekade ini, maka salah satu kebutuhan dasar manusia adalah makanan yang berkualitas, sehat dan aman dikonsumsi, terhindar dari pencemaran bahan kimia beracun seperti pestisida. Untuk menghasilkan makan yang sehat dan bergizi antara lain dapat melalui gerakan pertanian organik, yang melarang penggunaan pestisida kimia sintetis, lalu kemudian menggantinya dengan pestisida nabati dan cara pengendalian alami lainnya. Hal ini merupakan peluang bagi pengembangan penggunaan pestisida nabati yang bersahabat dengan lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia. Kebutuhan pestisida nabati saat ini tidak terbatas kepada bidang pertanian, tetapi sudah meluas kepada ke arah hama rumah tangga, seperti pengendalian nyamuk. Hal ini ditunjang oleh beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa pestisida nabati dapat digunakan untuk mengendalikan hama pemukiman. Saat ini anti nyamuk demam berdarah dengan bahan aktif dari tanaman (pestisida nabati) melalui kerja sama dengan perusahaan nasional yang bergerak di bidang ini. Pestisida nabati juga akan digunakan sebagai bahan pembersih lantai, kaca, antiseptik dan lainnya untuk kebersihan di rumah tangga, rumah sakit, gedung perkantoran mulai menarik perhatian swasta lingkungan. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Lalu tumbuhan apa sajakah yang bisa menjadi bahan dasar pembuatan pestisida nabati? Berikut jenis tumbuhan yang berpotensi dijadikan sebagai bahan pembuatan pestisida nabati: 1. Kelompok tumbuhan insektisida nabati. Tumbuhan insektisida nabati merupakan kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Beberapa diantaranya adalah bengkoang, serai, sirsak, dan srikaya diyakini bisa menanggulangi serangan hama serangga. 2. Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikat. Di dalam tumbuhan ini ada suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina dan bertugas menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Tumbuhan yang bisa diambil manfaatnya, daun wangi (kemangi), dan selasih. 3. Kelompok tumbuhan rodentisida nabati.Kelompok tumbuhan rodentisida nabati meruapak kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama pengerat (golongan rodentia). Tumbuh-tumbuhan ini terbagi jadi dua jenis, yaitu sebagai penekan kelahiran dan penekan populasi, dan kelompok tumbuhan ini sifatnya beracun. Tumbuhan yang termasuk kelompok penekan kelahiran umumnya mengandung steroid. Sedangkan yang tergolong penekan populasi biasanya mengandung alkaloid. Jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai rodentisida nabati adalah gadung racun. 4. Kelompok tumbuhan moluskisida.Kelompok tumbuhan moluskisida nabati adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama moluska. Beberapa tanaman menimbulkan pengaruh moluskisida di antaranya daun sembung dan akar tuba. 5. Kelompok tanaman fungisida nabati. Kelompok tanaman fungisida nabati merupakan kelompok tumbuhan yang digunakan untuk mengendalikan jamur patogenik antara lain cengkeh, daun sirih, serai, pinang, tembakau. 6. Kelompok tumbuhan pestisida serba guna.Kelompok tumbuhan pestisida nabati serba guna memiliki kelebihan daripada kelompok tumbuhan lain. Kelompok ini tak hanya berfungsi untuk satu jenis, semisal insektisida saja, tapi juga berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, dan nematisida. Tumbuhan yang bisa dimanfaatkan dari kelompok ini, yaitu jambu mete, sirih, tembakau dan mimba. Sumber: http://balittro.litbang.pertanian.go.id*) Penulis adalah Koordinator Penyuluh Pertanian di UPTD Bangsalsari Dinas TPHP Kab. Jember Email: aboknanda@yahoo.co.id