Loading...

Jeruk Keprok Indonesia dan Syarat Tumbuhnya

Jeruk Keprok Indonesia dan Syarat Tumbuhnya
Dengan mengetahui syarat tumbuh jeruk keprok yang optimal, petani jeruk dapat memperoleh produksi tinggi serta berkualitas bagus dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan keluarganya. Di Indonesia, jeruk keprok merupakan salah satu dari 3 (tiga) jenis jeruk komersial dan menjadi unggulan saat ini, yang lainnya adalah jeruk siam dan jeruk besar (pamelo). Jeruk keprok (citrus nobilis) mempunyai nilai ekonomis karena sangat disukai oleh masyarakat Indonesia maupun manca negara, tetapi kurang tersedia saat ini. Jeruk keprok disukai karena mempunyai rasa manis dan segar, kulitnyapun menarik dan mudah dikupas. Jeruk keprok mempunyai kandungan gizi untuk kesehatan terutama vitamin C yang dapat sebagai obat pembersih dahak. Kandungan gizi jeruk keprok secara lengkap sebagai berikut: 420 IU vitamin A; 0,07 mg vitamin B; 31 mg vitamin C; 0,5 gram protein; 0,1 gram lemak; karotin; asam maleik; asam sitrit dan glukosida. Di Indonesia, jeruk keprok sempat menghilang, karena terserang penyakit CVPD dan akhir-akhir ini mulai berkembang lagi setelah ditemukan bibit jeruk bebas penyakit CVPD oleh Sub Balai Hortikultura Tlekung, Malang-Jawa Timur atau Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertama (INPPTP) Tlekung. Jeruk keprok selain disukai masyarakat dalam negeri juga menjadi salah satu buah utama yang akan dikembangkan di negeri ini untuk mendukung buah ekspor. Oleh karena itu masih besar peluang pasarnya untuk budidaya jeruk keprok saat ini. Dalam budidaya jeruk keprok untuk memperoleh pertumbuhan, produksi yang tinggi dan kualitas bagus perlu diperhatikan syarat tumbuh yang optimal, meliputi: ketinggian tempat, Iklim. Suhu udara, jenis tanah, dan penyinaran. Ketinggian Tempat Telah diketahui, bahwa tanaman jeruk dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi, namun untuk memperoleh pertumbuhan yang bagus, produksi yang tinggi dan kualitas jeruk yang baik menghendaki kondisi yang optimal. Pada dataran rendah, jeruk keprok menghendaki ketinggian tempat yang optimal antara 1 - 700 m dpl dan pada dataran tinggi antara 800 - 1.400 m dpl. Jeruk keprok yang dapat hidup di dataran rendah seperti jeruk Keprok Tejakula dan Keprok Madura. Kemiringan lahan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan jeruk keprok, yaitu untuk membantu agar tanaman tidak tergenang air. Kemiringan lahan 20o yang dikehendaki secara optimal untuk pertumbuhan yang baik. Iklim Ketinggian tempat tersebut dengan iklim kering antara 3 - 5 bulan per tahun atau daerah yang memiliki musim keringnya lebih dari 5 bulan dengan kedalaman air tanah antara 50 - 200 m atau mempunyai irigasi yang baik. Di daerah yang bulan keringnya lebih pendek, tanaman jeruk keprok akan banyak tumbuh daun, tetapi sulit untuk berbunga dan pembentukan buah berkurang akhirnya produksi mernurun. Suhu Udara Daerah tropis yang bagus untuk pertumbuhan tanaman jeruk keprok dengan suhu udara yang dikehendaki siang hari 25oC dan suhu malam hari antara 12 - 18oC. Jenis Tanah Jeruk keprok dapat tumbuh baik diberbagai jenis tanah, mulai dari tanah liat sampai berkerikil/berbatu. Namun untuk memperoleh pertumbuhan yang paling baik ditanam pada tanah berstruktur gembur, subur dan berdrainase baik dengan pH 6 - 6,8. Kondisi lahan yang akan ditanamai harus bebas dari tanaman jeruk yang sakit, minimal dua tahun sebelum tanam. Lokasi harus bersih dari tanaman pembawa vector CVPD, yaitu kutu loncat jeruk Diaphorina citri dan dari tanaman lain yang disukai hama tersebut, seperti kemuning dan tapak dara. Lokasi kebun harus berjarak minimal 3 km dari tanaman atau kebun jeruk yang sudah terserang CVPD. Penyinaran Sinar matahari dibutuhkan jeruk keprok secara langsung dan penuh, yang akan membuat pohon tumbuh kuat, proses fotosintesa berlangsung sempurna, tanaman cepat membentuk tunas-tunas baru dan merangsang pembungaan. Kekurangan cahaya menyebabkan terlambatnya pertumbuhan dan kondisi tanaman menjadi lemah, bungan dan calon buah mudah rontok. Semoga, jeruk keprok dapat berkembang lagi di Indonesia dengan produksi tinggi dan berkualitas bagus, sehingga dapat memenui kebutuhan baik dalam negeri maupun dapat mendukung buah ekspor. Kemudian akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Jeruk Indonesia. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2009. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 3. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2005.