Di Indonesia, sudah dikenal dan dibudidayakan sekitar 23 varietas jeruk keprok (citrus nobilis). Berjumlah 6 jenis sudah dilepas dan merupakan unggulan nasional, sehingga 17 jenis merupakan non unggulan. Ada 9 jenis jeruk keprok non unggulan berasal dan berkembang di Luar Jawa, yaitu: 1) Keprok Payatumpi, 2) Keprok Manis Singkarak, 3) Keprok Kacang, 4) Keprok Boci, 5) Keprok Brastepu, 6) Keprok Siem, 7) Keprok Tangerin, 8) Keprok Tankan/Mandarin, dan 9) Keprok Flores/Tugalui/Jeruk Merah. Keprok Payatumpi Jeruk keprok ini banyak dikembangkan di Desa Payatumpi, Kecamatan Takengon, banda Aceh, NAD. Buah berukuran rata-rata berdiameter 4 - 8 cm dan kulit buah masak berwarna kuning mengkilap. Daging buah berwarna kuning orange, rasa manis sedikit masam, dan bertekstur agak kasar tetapi renyah mudah hancur bila dikunyah. Produksi buah pada masa produktif mencapai antara 50 - 100 kg per pohon per tahun. Keprok Manis Singkarak Jeruk keprok ini banyak ditanam di Nagari Kacang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Buah berbentuk bulat pendek, berukuran agak besar dan permukaan kulit buah halus. Gaging buah berwarna merah dengan rasa manis masam segar tidak membosankan dan berbiji sedikit. Jeruk Keprok Singkarak ini mempunyai perbedaan dengan jeruk keprok lainnya, yaitu mempunyai 3 periode setelah dipanen. Periode pertama, kulit buah berwarna agak kuning dan tahan disimpan selama 90 hari. Periode kedua, kulit buah kembali berwarna hijau dan tahan disimpan selama 15 hari. Kemudian periode ketiga, kulit buah berwarna kuning merata dan hanya tahan disimpan selama 7 hari. Keprok Kacang Tanaman jeruk keprok ini berasal dari Nagari Kacang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Buah jeruk berbentuk bulat agak besar dengan kulit buah halus berpori-pori jelas dan tebalnya 3,1 mm. Daging buah berwarna merah dan mempunyai rasa manis serta segar. Produksi per pohon per tahun hanya 4,5 kg. Keprok Boci Sentar produksi jeruk ini di Brastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Bila masih muda, kulit buah tebal dan berwarna hijau. Bila buah sudah masak, kulit buah berwarna orange kehijauan berbintik-bintik orange. Daging buah tanpa biji, berwarna orange mengkilap, rasa manis segar, banyak air, dan berserat banyak. Keprok Brastepu Jeruk keprok ini dikembangkan di daerah Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara dan ditanam pada ketinggian tempat 800 - 1.400 n dpl. Bentuk buah seperti jeruk Garut dan kulir buah berwarna hijau kekuningan. Daging buah berwarna kemerahan dengan tekstur lembut dan aroma seperti jeruk Sunkist. Keprok Siem Jeruk keprok ini berasal dari Pontianak-Kalimantan Barat dan sentra produksinya di Madang-Banjarmasin-Kalimantan Selatan, Cilacap dan Purworejo-Jawa Tengah, serta Karawang-Jawa barat. Dapat tumbuh bagus di daerah dataran rendah di bawah 700 m dpl dengan curah hujan tinggi dan kering. Tanaman jeruk ini membentuk cabang dan bunga setelah selesai musim kering. Pengembangan jeruk ini rendah, karena mempunyai rasa asam dengan kulit buah sulit dikupas dan produksi buah rata-rata hanya 7,30 kg per pohon per tahun. Keprok Tangerin Jeruk Keprok Tangerin merupakan jeruk impor dari Cina hasil persilangan jeruk manis. Kulit buah berwarna jingga dan tipis sehingga mudah rusak dalam pengangkutan. Buah berukuran kecil dengan diameter rata-rata 5 cm. Jeruk ini juga disilangkan dengan jeruk Pamelo, hasilnya dikenal dengan Tangelo dengan buahnya agak besar dari jeruk manis dan daging buahnya mempunyai rasa manis serta beraroma wangi. Keprok Tankan/Mandarin Jeruk ini merupakan jeruk impor dari Taiwan dan RRC/hongkong, keperluan meningkat pada bulan Februari untuk kebutuhan tahun baru Imlek. Cocok ditanam di daerah bukit-bukit dan berhawa sejuk pada ketinggian 550 - 800 m dpl. Bentuk buah bulat besar dengan diameter 8 cm. Kulit buah berwarna kuning dengan permukaan licin bila sudah matang. Daging buah mempunyai rasa manis dan segar dengan aroma harum dan berbiji sedikit. Keprok Flores/Tugalui/Jeruk Merah Jeruk keprok ini banyak ditanam di Flores daerah Moni 52 km dari Ende. Tanaman jeruk ini mempunyai batang yang kokoh, banyak cabang dan tajuk daunnya rimbun. Perbanyakan dilakukan dengan biji dan akan mulai berbuah pada umur 5 - 6 tahun. Bentuk buah mirip jeruk keprok lainnya dengan ukuran buah agak kecil. Daging buah mempunyai rasa asam manis dengan aroma khas dan mempunyai biji banyak serta besar. Kulit buah tebal dan berwarna merah. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 2. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2005. 3. Jeruk Keprok. Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2002.