Jenis jeruk komersial dan unggulan di Indonesia meliputi jeruk keprok, jeruk siam, dan jeruk besar (pamelo). Ciri-ciri dan sentra produksi perlu diketahui untuk pengembangan dengan benih okulasi maupun cangkok. Di Indonesia, jeruk sangat dikenal oleh masyarakat karena sejak nenek moyang sudah ada baik tumbuh secara alami maupun dibudidayakan sampai saat ini. Jeruk dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Jeruk dikonsumsi oleh masyarakat mulai berpenghasilan rendah hingga berpenghasilan tinggi. Pada umumnya jeruk dikonsumsi dalam bentuk buah segar atau minuman olahan seperti jus atau sirup, karena cita rasa dan kandungan vitamin C yang tinggi. Di Indonesia mempunyai 3 (tiga) jenis jeruk komersial dan menjadi unggulan, yaitu jeruk keprok, jeruk siam, dan jeruk besar (pamelo). Dari ketiga jenis jeruk tersebut mempunyai perbedaan masing-masing dari ciri maupun sentra produksinya. Ciri-ciri dan Sentra Produksi Jeruk Siam Ciri jeruk siam antara lain:1) Umumnya mempunyai warna kulit hijau kekuningan, kecuali jenis siam Madu Karo yang berasal dari medan, siam Gunung Omeh dari Lima pukuh Kota dan siam Kintamani dari Bali mempunyai warna kulit kuning jingga; 2) Kulit tipis agak melekat pada daging buah; 3) Ketika dikupas, aroma yang muncul tidak begitu kuat; 4) Kombinasi rasa manis dan asam tetapi rasa manis lebih dominant/banyak. Adapun sentra produksi jeruk siam berada di beberapa provinsi, antara lain: Sumatera Utara (Karo, madinah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara); Sumatera Barat (50 Koto, Solok, Pasaman, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam); Riau (Indragiri Ilir); jambi (Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Merangin, Bungo); Sumatera Selatan (Ogan Komering Ulu Timur, Musi Rawas, Muara Enim, Ogan Komering Ilir, Musi Banyu Asin, Ogan Komering Ulu; Bengkulu (Bengkulu Utara, Kepahiang); Jawa Tengah (Cilacap, Purbalingga, Jepara); Jawa Timur (Jember, Ponorogo); Bali di Kintamani; Kalbar di Sambas; Kalsel (Batola, Banjar, Tapin, Banjarbaru); Sulawesi Barat (Mamuju Utara, Mamuju); Sulawesi Tenggara (Muna, Konawe Selatan, Konawe); Gorontalo di Pohuwato; Maluku (Serbagtim, Maluku Tengah); Maluku Utara (Halmahera Utara, Halmahera Barat); Papua (Nabire, Kerom). Ciri-ciri dan Sentra Produksi Jeruk Keprok Ciri jeruk keprok, antara lain:1) Bila ditanam di dataran rendah, umumnya kulit buah berwarna hijau, kecuali jeruk keprok Tejakula, Madura dan Borneo Prima mempunyai warna kulit jingga; 2) Kulit tampak kasar karena pori-porinya agak besar dan kulit tidak menempel kuat pada daging buah sehingga mudah dikupas; 3) Bila dikupas akan tercium aroma khas yang kau dan menyegarkan. Sedangkan sentra produksi jeruk keprok berada di beberapa provinsi, antara lain: Nanggroe Aceh Darussalam/NAD (Aceh Tengah dan Bener Meriah); Sumatera Barat di Solok Selatan; Lampung di Tulang bawang; Jawa Barat di Garut; Jawa Tengah (Magelang, Tawangmangu, dan Semarang); Jawa Timur (Kota Batu, Ponorogo, Pamengkasan, Sumenep); Bali di Buleleng; Nusa Tenggara Timur (Timur Tengah Selatan, Timur Tengah Utara); Kalimantan Barat (Sambas dan Ketapang); Kalimantan Timur (Berau, Nunukan, Bulungan); Sulawesi Selatan di Selayar; Sulawesi Tenggara di Buton; dan Papua di jayawijaya, Ciri-ciri dan Sentra Produksi Jeruk Besar (Pamelo) Jeruk Pamelo juga biasa disebut oleh masyarakat dengan "jeruk Bali", yang mempunyai ciri-ciri berikut: 1) Bentuk buah bulat dan berukuran lebih besar disbanding dengan jeruk lainnya; 2) Kulit buah tebal dan berwarna hijau muda hingga kuning; 3) Daging buah berwarna putih hingga merah, mempunyai rasa manis sedikit asam, dan banyak mengandung air serta serat. Sentra produksi jeruk Pamelo tidak sebanyak wilayah jeruk siam dan keprok. Jenis dan sentra jeruk Pamelo, antara lain: Pamelo Giri matang di Bereun-NAD, Pamelo cikoneng ST di Sumedang-Jawa barat, Pamelo Bageng di Kudus-Jawa Tengah, Pamelo Nambangan dan Sri Nyonya di Magetan-Jawa Timur, dan Pamelo Pangkep di Pangkajene Kepulauan-Sulawesi Selatan. Ciri-ciri dan sentra produksi jeruk tersebut perlu diketahui untuk dapat digunakan sebagai pengetahuan dalam pengembangan jeruk melalui benih okulasi maupun cangkok dan memperoleh benih jeruk yang bermutu bagus seperti induknya. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Jeruk Indonesia. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2009. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 3. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2005.